Jumat Kelabu 23 Mei di Banjarmasin: Luka, Ingatan, dan Harapan

- Editor

Minggu, 25 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ahmad Marjuni: Guru, Aktivis Sosial-Keagamaan, dan pemerhati budaya

Setiap kota memiliki lukanya sendiri. Bagi Banjarmasin, luka itu bernama “Jumat Kelabu”. Sebuah peristiwa kelam yang terjadi pada 23 Mei 1997 silam. Sudah lebih dari dua dekade berlalu, tapi bagi sebagian orang, kenangan itu masih hidup. Menyesakkan, menggetarkan, dan memunculkan tanya bagaimana ini bisa terjadi?

Pagi itu biasa saja, kota masih sibuk seperti biasa. Tapi mendekati waktu salat Jumat, suasana mulai berubah. Sebuah iring-iringan kampanye melewati jalur yang sama dengan para jemaah masjid. Ketegangan mulai terasa. Kata-kata keras dilempar. Emosi memanas. Dan dalam hitungan menit, situasi tak terkendali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Api kerusuhan menyebar cepat. Plaza Mitra terbakar hebat, menewaskan banyak orang yang terjebak di dalamnya. Rumah ibadah dari berbagai agama ikut hangus. Toko-toko dijarah. Jalanan jadi lautan api dan amarah. Hari yang mestinya tenang, penuh berkah, berubah jadi salah satu tragedi sosial terbesar di Kalimantan Selatan.

Di balik kobaran api dan jerit ketakutan, ada pelajaran besar tentang rapuhnya kerukunan, tentang betapa mahalnya damai, dan tentang bagaimana politik bisa berubah menjadi bencana jika tidak diiringi etika dan empati.

Baca Juga :  Lapor SPT Tahunan Semakin Mudah Melalui Website Coretax

Sebagai generasi yang kini tumbuh dalam iklim sosial yang relatif lebih tenang, kita punya kewajiban untuk tidak melupakan. Bukan untuk menabur trauma, tapi untuk menanam kewaspadaan. Kota ini tidak boleh jatuh dua kali dalam lubang yang sama.

Banjarmasin hari ini mungkin lebih ramai, lebih modern, dan lebih berkembang. Tapi apakah jiwanya sudah lebih bijak? Apakah kita sudah benar-benar belajar dari masa lalu? Ataukah luka itu hanya tertutup oleh gedung baru dan lampu kota yang gemerlap?.

Sebagai guru dan pemerhati budaya, saya percaya bahwa peristiwa sejarah seperti ini harus tetap diingat dan dibicarakan terutama di ruang-ruang pendidikan. Anak-anak kita berhak tahu bahwa damai itu ‘tidak turun dari langit,’ tapi dijaga setiap hari lewat sikap dan kebijakan.

Kita bisa mulai dari hal sederhana. Menghormati perbedaan. Menghindari provokasi. Memisahkan tempat ibadah dari agenda politik praktis. Dan yang paling penting adalah menjadikan ruang publik sebagai tempat tumbuh bersama, bukan ajang saling sikut.

Baca Juga :  UNU Kalsel dan Panggung Sandiwara

Untuk para pemimpin daerah, peringatan 23 Mei harus jadi cermin bahwa suara rakyat bukan hanya soal elektabilitas, tapi juga tentang amanah menjaga harmoni sosial. Jangan biarkan masyarakat kecil jadi korban dari kepentingan besar.

Untuk kita semua, mari pelihara memori bersama ini sebagai titik balik. Agar kita tidak hanya ingat dengan tragedinya, tapi juga dengan semangat untuk bangkit. Dari kelabu menjadi terang. Dari trauma menjadi tangguh.

Karena damai bukan sekadar kondisi, tapi budaya. Dan budaya itu harus terus ditanam, dirawat, dan diwariskan. Jangan sampai Jumat berikutnya menjadi kelabu karena kita lupa untuk saling menjaga.

Mari kita belajar dari jum’at kelabu, bahwa “pembangunan tanpa keadilan, politik tanpa etika, dan agama tanpa empati bisa jadi awal kehancuran.”

📢 Bagikan artikel ini:

💡 Tips: Pilih style "Minimal" untuk tampilan thumbnail terbaik di WhatsApp

🖼️ Share Dengan Thumbnail

📱 Share Simple 🔥 Share Unique ⭐ Share Premium
🎯 Pilih style yang sesuai kebutuhan Anda

Berita Terkait

Momentum Peresmian Sekolah Rakyat dan Peta Kekuasaan Nasional
Kisruh PBNU: Muktamar Bersama dan Arah Organisasi yang Terlupakan
Rajin Nabung Cekik Rakyat Kalsel
Lapor SPT Tahunan Semakin Mudah Melalui Website Coretax
Kebenaran Harus Diperjuangkan
UNU Kalsel dan Panggung Sandiwara
Daya Rusak Peristiwa OTT di Kalsel
Dozerisasi Pilkada Kalsel 2024

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 11:59 WIB

Momentum Peresmian Sekolah Rakyat dan Peta Kekuasaan Nasional

Jumat, 26 Desember 2025 - 12:45 WIB

Kisruh PBNU: Muktamar Bersama dan Arah Organisasi yang Terlupakan

Jumat, 21 November 2025 - 10:43 WIB

Rajin Nabung Cekik Rakyat Kalsel

Rabu, 22 Oktober 2025 - 11:01 WIB

Lapor SPT Tahunan Semakin Mudah Melalui Website Coretax

Minggu, 25 Mei 2025 - 20:41 WIB

Jumat Kelabu 23 Mei di Banjarmasin: Luka, Ingatan, dan Harapan

Berita Terbaru

Tanah Bumbu

Disnakertrans Tanah Bumbu Berhasil Turunkan Pengangguran 35 Persen

Kamis, 29 Jan 2026 - 09:39 WIB

Tanah Bumbu

Sebanyak 4.064 Pemuda di Tanah Bumbu Terima Manfaat Program YESS

Kamis, 29 Jan 2026 - 08:58 WIB