Catatan Muhasabah Tanah Bumbu

0
230

Innalillah wa inna ilahi rojiun. Itulah ucapan yang sering dikisahkan oleh Bupati Zairullah Azhar saat menyampaikan sambutan. Baik itu saat rapat dengan SKPD maupun saat memberikan motivasi setelah melaksanakan sholat dhuha. Hal ini mengingatkan bahwa amanah jabatan yang didapatkan pada semua level akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat kelak.

Menurut Bupati Zairullah, ucapan inna lillahi wa inna ilaihi rojiun adalah ucapan khalifah Islam Dinasti Bani Umayyah Umar Bin Abdul Aziz ketika hari pertama (hari Jum’at) ditunjuk mendapat amanah memimpin negara Islam. Pusat pemerintahan khalifah Umar bin Abdul Aziz pada saat itu berada di kota Madinah, kotanya Nabi Muhammad Saw.

Umar Bin Abdul Aziz ini memerintah hanya 2 tahun 137 hari tapi mampu meningkatkan perekonomian, kesejahteraan rakyat, dan memperhatikan fakir miskin, dan kaum lemah.

Bulan Agustus 2021 ini adalah 6 bulan umur pemerintahan Zairullah Azhar dan Muhammad Rusli sejak dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu. Zairullah dalam pandangan saya, selain bulan Agustus ini sebagai bulan kemerdekaan Republik Indonesia juga dijadikan sebagai bulan muhasabah dalam pemerintahannya. Bupati Zairullah sering membunyikan kebersamaan dan kedisiplinan dalam setiap kesempatan di bulan Agustus ini.

Bupati Zairullah sangat memahami bahwa masa kepemimpinannya sangat pendek, hanya 3 tahun saja. Oleh karena itu Bupati Zairullah sering kali turun ke desa-desa melihat lebih dekat potensi untuk membangun desa lebih cepat. Ujung tombak pembangunan ada di desa maka desa menjadi kunci kemajuan Tanah Bumbu.

Zairullah sudah mendengungkan Sabtu Minggu bukan lagi waktu untuk istirahat, tetapi waktu itu akan dijadikan untuk tetap bekerja atau berkoordinasi untuk menyusun dan melaksanakan kegiatan mengejar ketertinggalan.

Kepala SKPD, Camat, dan Kepala Desa dimotivasi untuk mengeluarkan segala potensinya untuk melakukan kreatifitas dan inovasi dalam melaksanakan tugasnya mendukung Tanah Bumbu untuk bisa melakukan yang terbaik dan kembali menjadi kabupaten nomor 1 di Indonesia.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Apresiasi Langkah Bupati Keliling Desa Menyerap Program Prioritas

Tanah Bumbu pernah menjadi kabupaten pemekaran terbaik di Indonesia, dan pernah dikunjungi presiden dan menteri pada periode pertama Bupati Zairullah. Sehingga hari ini menjadi tantangan tersendiri untuk kembali membangun Tanah Bumbu menunjukkan pada dunia, sisi-sisi inovasinya.

Bupati Zairullah menyadari bahwa seorang pemimpin itu harus memiliki keteladanan dan kedisiplinan. Beliau telah menunjukkan keteladanan dan kedisiplinan itu setidaknya dapat dilihat selama kurang lebih 6 bulan sejak dilantik.

Bupati Zairullah butuh orang yang bisa bersama-sama punya tujuan membangun Tanah Bumbu secara totalitas. Tidak setengah-tengah atau hanya mau jabatannya saja.

Hampir semua kalangan diajak oleh Zairullah untuk bersama-sama membangun Tanah Bumbu. Mungkin itu bagian dari indahnya kebersamaan membangun daerah.

Mungkin saat ini Bupati Zairullah telah memilih orang-orangnya untuk membangun Tanah Bumbu dan menyediakan ibadah yang dianggap dapat menyerap energi langit kemudian menjadi penggerak kemampuan jajaran pemerintahan daerah agar Tanah Bumbu maju, dengan cara mengajak sholat dhuha, baca qur’an, mendengarkan tausiah, dan zikir bersama, sebagai bentuk pendekatan kepada sang pencipta.

Ibadah itu diharapkan mampu menjadi energi penggugah, pendorong, atau penggerak kemampuan akal dan spiritual setiap insan untuk lebih totalitas dalam membangun Tanah Bumbu, sehingga aneh bila masih ada yang merasa berat dengan ajakan beribadah. Boleh beda pendapat, tapi inilah pilihan konsep seorang pemimpin Zairullah Azhar untuk membangun Tanah Bumbu menjadi Serambi Madinah.

Tagline ‘kembali untuk mengabdi’ menjadi pilihan kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan kesungguhan Bupati Zairullah membangun Tanah Bumbu. Anak yatim juga benar-benar dibina dan diasuh oleh Bupati Zairullah. Sekretaris Daerah Tanah Bumbu Ambo Sakka menjadi saksi kepedulian Bupati Zairullah dan menceritakan kondisi anak-anak yang ada di Istana Anak Yatim dihadapan jamaah sholat dhuha, terharu melihat anak-anak binaan Bupati Zairullah yang masih kecil-kecil dan tidak punya orang tua. Senin, (30/8/2021).

Baca Juga :  PT BJU Turut Bantu Persediaan Bahan Pangan Murah

Jika Bapak Sekda terharu dengan anak-anak yatim yang masih kecil, saya terharu dengan untaian doa-doa Bupati Zairullah, bermunajat dengan tetesan air mata, mendoakan rakyatnya yang susah, mendoakan teman-temannya agar dimudahkan urusannya, mendoakan Tanah Bumbu agar mendapat keberkahan. Saya sangat faham bahwa setetes air mata itu lebih berat timbangannya dibandingkan berat gunung uhud di akhirat.

Ini semua sebagai rasa kepedulian untuk membangun Tanah Bumbu, sebagai muhasabah atau evaluasi, kemudian merapatkan barisan dan totalitas untuk membangun Tanah Bumbu menuju Serambi Madinah yang penuh dengan keberkahan. Amin.

Penulis: M. Akram Sadli, S.Pd.I, M.Si, Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Kabupaten Tanah Bumbu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here