Pemburu Haji Isam

0
2767

Haji Isam berhasil mendatangkan Presiden Jokowi dalam peresmian pabrik biodiesel PT JAR (Jhonlin Agro Raya) di Kabupaten Tanah Bumbu pada hari Kamis, (21/10/2021).

Kehadiran Presiden RI Joko Widodo meresmikan pabrik Biodiesel terbesar di Indonesia Timur ini membuat sebagai orang bertanya-tanya, siapa sebenarnya Haji Isam. Media-media nasional memburu informasi sebanyak-banyaknya tentang Haji Isam.

Diantara media yang mengangkat nama Haji Isam adalah Detik.com dengan judul berita ‘Ini Sosok Haji Isam yang Pabriknya Rp 2 Triliun Diresmikan Jokowi.’ Kamis, (21/10/2021). Disebutkan bahwa Haji Isam diduga ‘bermain mata’ dengan pejabat pajak berkaitan dengan nilai pajak perusahannya.

Kemudian Kompas.com mengangkat berita berjudul ‘Antara Jokowi dan Haji Isam…’ (23/10/2021). Kompas menyebutkan bahwa awal mula kedekatan Jokowi dengan Haji Isam ketika pembentukan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, saat itu Haji Isam diposisikan sebagai Wakil Bendara. dalam pemberitaan tersebut tidak ketinggalan menyebutkan dugaan penyuapan mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Angin Prayitno dan Dadan Ramdani dalam rekayasa laporan pajak.

Selanjutnya Kompas menerbitkan lagi berita ‘Kontroversi Haji Isam, Eks Timses Jokowi, Raja Sawit Batubara Kalsel’ Sabtu, (23/10/2021). Mungkin terlalu menarik bagi Kompas untuk membahas Haji Isam sehingga muncul lagi nama Haji Isam dihalaman Kompas.com dengan isi berita yang lebih padat dari berita sebelumnya, masih terkait dugaan rekayasa laporan pajak.

Tribunnews.com juga menerbitkan berita sosok Haji Isam, ‘Crazy Rich Kalsel yang Pabriknya Diresmikan Jokowi, Pernah Jadi Sopir Angkot.’ Jum’at, (22/10/2021). Meski mengangkat ada sisi humanis Haji Isam sebagai supir angkot tapi tetap mengaitkan dengan kasus dugaan suap pajak PT Jhonlin Baratama.

Rmol.id jauh sebelumnya memberitakan ‘cuap-cuap’ Kader KNPI meminta paksa KPK agar memeriksa Haji Isam sebagai tersangka dalam kasus penggelapan pajak.

Baca Juga :  Dibenturkan, Akhirnya Potensi PAD 1 Triliun Tanah Bumbu Hilang

“Pemeriksaan Haji Isam ini untuk membuktikan komisi antirasuah tidak mengalami pelemahan. KNPI yakin KPK dapat menyidik kasus tersebut dan segera menetapkan tersangka,” kata Ketua Bidang DPP KNPI Arya Kharisma Hardy. Selasa (17/8/2021).

Baru-baru ini (22/10/2021) peristiwa pembacokan terhadap advokat Jurkani yang terjadi di Kecamatan Angsana, mendapat komentar dari mantan calon Gubernur Kalimantan Selatan Denny Indrayana. Soal pelaku pembacokan yang telah ditangkap aparat dan mengaitkan dengan Haji Isam.

“Seharusnya yang ditangkap dan disasar secara hukum adalah dalangnya, tidak sulit untuk mengetahui siapa yang memiliki modal, yang membeli alat-alat berat, yang melakukan proses penambangan ilegal di lahan tersebut. Tidak sulit.” Kata Denny Indrayana di Melbourne, Australia, melalui akun facebook tanggal 24 Oktober 2021.

Dia jua menyinggung soal etika Presiden Jokowi datang meresmikan pabrik biodiesel PT JAR anak perusahaan Jhonlin Group yang dinilainya tidak pantas.

“Presiden meresmikan satu proyek adalah hal biasa dan normal, tetapi menjadi pertanyaan besar ketika yang diresmikan adalah pabrik biodiesel yang dimiliki oleh Jhonlin Group, yang kita tau pemilik utamanya adalah Haji Isam dan sudah menjadi pemberitaan luas, ada anak perusahaan Jhonlin Group yang sedang disidik dan sedang berproses di pengadilan….mengapa presiden mempertaruhkan kredibilitas lembaga kepresidenan untuk hadir meresmikan pabrik,” kata Denny seolah Presiden Jokowi telah melakukan pelanggaran.

“Menjadi tidak pas, dan menjadi sangat bermasalah, dilihat dari kacamata etika bernegara Presiden datang meresmikan suatu proyek.” Katanya, karna Denny menganggap pemiliknya sedang berhadapan dengan proses hukum di KPK.

Perburuan informasi tentang Haji Isam semakin menyentuh pada bagian yang seharusnya tidak disentuh secara berlebihan. Pemberitaan anak, istri, bisnis Haji Isam, menjadi santapan silih berganti media mengekspos.

Baca Juga :  Zairullah Titipkan Misi ‘Berkah’ Kepada Guru-guru

Bagi kami yang tinggal di Kabupaten Tanah Bumbu, merasa ada keberkahan terhadap pengembangan bisnis Jhonlin Group di Tanah Bumbu. Haji Isam telah memberikan kontribusi pembangunan yang harus disyukuri, membangun infrastruktur seperti jalan, drainase, penerang jalan, pembangunan masjid, pembangunan gedung perkantoran beberapa instansi, membuka lapangan kerja baru dari puluhan ribu yang sudah bekerja di bawah bendera Jhonlin Group. Hubungan dengan masyarakat baik, dekat dengan tokoh agama, dan setiap ramadhan Haji Isam biasanya membagikan zakat sedekah infaknya.

Tanah Bumbu sudah lama diprediksi akan menjadi lumbung ekonomi Indonesia, dapat dilihat dari sejarah Tanah Bumbu pernah ditetapkan sebagai Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu Batulicin, kemudian menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Batulicin. Ini semua menunjukkan Tanah Bumbu yang ibukotanya Batulicin punya potensi besar untuk menjadi raksasa ekonomi Indonesia Timur. Meski demikian, tidak banyak pengusaha yang punya kepedulian untuk membangun daerahnya dan mengembangkan usaha seperti Haji Isam, berani mengembangkan usaha dimana dia hidup dan dibesarkan.

Pilkada Kalimantan Selatan sudah usai, trik dan intrik tak perlu lagi dimainkan. Saatnya bersama membangun daerah dengan hal-hal yang bisa membanggakan. Persoalan hukum kita kawal bersama agar hukum bisa berdiri tegak, tidak dipengaruhi oleh cuitan-cuitan yang sengaja digunakan untuk mempengaruhi KPK.

Indonesia masih butuh banyak pengusaha-pengusaha tangguh dan orang-orang baik yang punya kepedulian membangun daerahnya, membangun negeri, dan membangun Indonesia maju. (MAS)

Penulis: M. Akram Sadli, Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Tanah Bumbu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here