Banjarmasin, Goodnews.co.id – Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Selatan akan menyelenggarakan halaqah kebangsaan dan keummatan pada Rabu, tanggal 14 Januari 2026.
Halaqah ini bertempat di Pesantren Tahfidz Darussalam, Martapura, dihadiri Pj Ketua Umum PBNU KH. Dr. Zulfa Musthafa, dan rombongan jajaran PBNU lainnya.
Peserta halaqah terdiri dari para Rais dan Katib Syuriah PCNU se Kalsel, serta Ketua Tanfidziah. Juga diundang sejumlah tokoh NU Kalsel, beberapa pimpinan Badan Otonom NU Kalsel, serta tokoh Masyarakat dan simpatisan lainnya. Panitia juga mengundang PWNU Kalteng, Kaltim dan Kaltara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Mandataris Rais Syuriah PWNU Kalsel, KH. Muhammad Wildan Salman, halaqah ini merupakan bagian dari gebyar NU Satu Abad, 31 Januari 1926 – 31 Januari 2026 Masehi (syamsiah) atau bertepatan pula dengan 103 tahun NU lahir tahun qamariyah, 16 Rajab 1344 – 16 Rajab 1447 hijriyah, sesuai rilis yang diterima Goodnews.co.id, Selasa (13/1/2026).
Pimpinan Pesantren Tahfidz Darussalam Martapura ini menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memantapkan khittah NU 1926 dengan tetap memperjuangkan peran NU di negeri ini, yakni melawan segala macam bentuk kolonialisme, kapitalisme, imperialism dan zionisme. Ini adalah merupakan perjuangan NU sejak awal berdiri satu abad yang silam.
Dua Lokasi Kegiatan
Ketua Dewan Pengarah Halaqah KH Dr Fauzan Shaleh, yang didampingi Ketua Pelaksana kegiatan Prof Dr KH Fathurrahman Azhari menjelaskan, kegiatan halaqah ini dalam rangka memeriahkan gebyar NU Satu Abad dilaksanakan di dua tempat. Pertama, halaqah kebangsaan dan keummatan dilaksanakan di Pesantren Tahfidz Darussalam Martapura menghadirkan dua pembicara utama, masing-masing Pj Ketua Umum PBNU KH Zulfa Musthafa, dan Rais Syuriah PWNU Kalsel, KH. Muhammad Wildan Salman.
Kedua, halaqah ke-jam’iyyah-an yang akan diselenggarakan di sebuah hotel di Banjarbaru, dengan peserta terbatas, menghadirkan jajaran PBNU, PWNU Kalsel, PWNU Kalteng, PWNU Kaltim dan juga PWNU Kaltara, serta semua PCNU se Kalsel. Halaqah ini akan menyepakati peta arah jalan perjalanan 5 tahun NU ke depan.
Calon Lokasi Muktamar
Dalam beberapa kali pertemuan, sejumlah tokoh PWNU Kalsel telah mewacanakan beberapa usulan, misalnya agar Munas / Konbes NU di IKN Nusantara sedangkan Muktamar ke-35 akan diusulkan di Jawa Timur, bisa di Banyuwangi atau Madura. Jatim dianggap sangat strategis, karena semua penerbangan mudah dilalui dari Sabang hingga Meraoke. Halaqah ini nanti juga akan membahas soal ini.
Kalsel juga akan mengusulkan pemikiran baru bahwa Muktamirin akan memilih Rais ‘Am melalui system AHWA (ahlul halli wa al-aqdhi, atau orang-orang yang ahli dan bersikap adil), yang diwakili minimal 1 orang dari wilayah. Total anggota AHWA maksimal 99 orang. Sedangkan Ketua Umum ditetapkan oleh Rais ‘Am setelah mendengarkan aspirasi yang berkembang di lingkungan NU dan Masyarakat luas.
Salah satu anggota Tim Materi Halaqah Syaipil Adhar SE ME menambahkan, halaqah ini sekaligus menjadi moment konsolidasi organisasi, di bawah satu komando Rais ‘Am Syuriah PBNU. Sekaligus nanti memestikan kesiapan semua elemen NU, PWNU dan PCNU muktamar PBNU yang akan dilaksanakan selambatnya bulan Juni atau Juli yang akan datang.











