Uang Pemda Nganggur, Menkeu: Kita Ambil

- Editor

Senin, 29 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Goodnews.co.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa serius akanmengambil alih uang pemerintah daerah (pemda) yang masih menganggur di rekening.

Menurut Purbaya, belanja pemerintah daerah masih rendah meskipun menjelang akhir tahun. Hingga 25 September 2025, belanja APBD terealisasi Rp656,4 triliun atau baru sekitar 46,86 persen dari pagu sebesar Rp1.400 triliun sepanjang tahun ini.

“Lagi dipikirin, nanti kita lihat. Emang kita mau lihat. Nganggur betul apa enggak uangnya itu. Kalau uangnya nganggur, ya kita ambil,” kata Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (25/9/2025).

Saat ini Kementerian Keuangan akan kembali menghitung kebutuhan APBD. Apabila anggaran yang diberikan terus melambat penyalurannya, maka ada kemungkinan bakal dikurangi atau diambil dananya untuk dikelola pemerintah pusat.

Baca Juga :  Tetret Kepala Daerah Bertujuan Pahami Visi Misi Presiden Prabowo

“Tapi kita mau hitung juga. Harus hitung juga bahwa mereka perlu dana untuk awal tahun, Januari, Februari. Kita lihat nanti seperti apa ini ya. Tapi kalau emang betul-betul nganggur di sana, ya kita ambil alih, kita pindahin,” imbuhnya.

Purbaya berencana melakukan edukasi kepada kepala daerah agar bisa mendukung pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Caranya dengan lebih rajin belanja untuk hal-hal yang prioritas.

Dengan sosialisasi ini diharapkan ke depannya belanja pemda bisa makin gencar dan membantu mendorong perekonomian yang tinggi di dalam negeri.

Baca Juga :  Pemkab Kotabaru Cepat Tangani Dampak Angin Kencang

“Nanti akan kita coba cash flow, prosedurnya biar lebih cepat, tapi itu kan enggak bisa tiba-tiba. Kita harus edukasi dulu ke mereka, dan kita lihat mereka mampu apa enggak,” jelasnya dilansir CNN.

Seretnya belanja pemda ini tercermin dari dana yang mengendap di perbankan hingga akhir Agustus 2025 sebesar Rp233,11 triliun. Jumlah ini naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp192,57 triliun.

“Tapi yang jelas kita akan evaluasi dana yang di perbankan, yang punya pemerintah daerah yang sekitar Rp100 triliun setiap tahun itu ada di akhir Desember itu yang terpakai berapa,” tegasnya. (MAS)

Berita Terkait

Dewan Pers Akan Kumpulkan Seluruh Konstituen Bahas Hari Pers Nasional
5 BUMN Miliki Karyawan Terbanyak
Ketum PBNU Terpilih Usung 4 Program Utama
Ken Griffin Kokoh Jadi Maestro Keuangan Dunia
SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo Berikan Dukungan
Tanpa Bantuan Pemerintah, Pesantren Sidogiri Miliki Aset Koperasi Rp 3 Triliun
JPU KPK Tuntut Penjara Mantan Kajari HSU dan Uang Pengganti 1.8 Miliar
Peduli NTT, Letkol Teddy Indra Wijaya Dukung Percepatan Distribusi Bantuan Bencana

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 09:06 WITA

Dewan Pers Akan Kumpulkan Seluruh Konstituen Bahas Hari Pers Nasional

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:05 WITA

5 BUMN Miliki Karyawan Terbanyak

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:20 WITA

Ketum PBNU Terpilih Usung 4 Program Utama

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:09 WITA

Ken Griffin Kokoh Jadi Maestro Keuangan Dunia

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:52 WITA

SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo Berikan Dukungan

Berita Terbaru

Khazanah

Benarkan Purbaya Jadi Tumbal Investor Cina?

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:23 WITA

DPRD Tanah Bumbu

Pelabuhan BIB, DPRD Tanah Bumbu Dorong Mediasi Tuntutan Warga Sebamban Baru

Senin, 21 Sep 2026 - 18:26 WITA

Tanah Bumbu

Pelajar SMP-SMA Tanah Bumbu Debat Adu Argumentasi dan Gagasan

Jumat, 18 Sep 2026 - 14:25 WITA