Ikan Bandeng Jadi Komoditas Unggulan Kotabaru

- Editor

Kamis, 9 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTABARU, Goodnews. co.id – Produksi perikanan budidaya masih menjadi penopang utama sektor perikanan di Kabupaten Kotabaru. Komoditas ikan bandeng menjadi penyumbang produksi terbesar, disusul budidaya udang vaname yang terus menunjukkan perkembangan positif.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru, Zaenal Arifin, S.STP., M.Si., mengatakan hasil perikanan tangkap tidak dapat diprediksi seperti budidaya karena sangat dipengaruhi kondisi alam.

“Produksi terbesar berasal dari budidaya, khususnya ikan bandeng. Sementara perikanan tangkap sangat bergantung pada musim, kondisi angin, dan ketersediaan ikan sehingga produksinya tidak bisa ditargetkan secara maksimal,” ujarnya, Selasa (07/07/2026).

Zaenal menjelaskan, pengawasan terhadap praktik illegal fishing bukan lagi menjadi kewenangan pemerintah kabupaten sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Meski demikian, Dinas Perikanan tetap berperan melakukan koordinasi apabila menerima laporan dugaan pelanggaran dari nelayan.

“Kalau ada kapal yang beroperasi tidak sesuai wilayah izinnya, kami akan berkoordinasi dengan pengawas perikanan provinsi, PSDKP Tarakan, dan aparat penegak hukum untuk dilakukan penindakan,” katanya.

Baca Juga :  Timnas Indonesia U-23 Kubur Mimpi Bermain di Final Piala Asia

Ia juga meluruskan informasi mengenai penggunaan cantrang. Menurutnya, alat tangkap yang kini dikenal sebagai Jaring Tarik Berkantong (JTB) masih diperbolehkan digunakan selama ukuran mata jaring lebih dari dua inci. Sebaliknya, penggunaan mata jaring di bawah dua inci dilarang.

Di sektor budidaya, produksi udang vaname saat ini masih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Setelah kebutuhan daerah terpenuhi, hasil panen dipasarkan ke luar Kalimantan, terutama ke Pulau Jawa. Salah satu sentra budidaya di Sungai Limau mampu menghasilkan panen sekitar 14 ton.

Selain mendorong peningkatan produksi, Dinas Perikanan juga memfasilitasi penyaluran subsidi solar bagi nelayan melalui BPH Migas yang bekerja sama dengan Pertamina dan AKR. Penyaluran dilakukan berdasarkan data pada aplikasi XStar yang memuat jenis mesin kapal serta kuota BBM bersubsidi masing-masing nelayan, Namun keterbatasan jumlah SPBN menyebabkan belum seluruh nelayan dapat nenikmati program tersebut.

Pada tahun ini pemerintah daerah juga melaksanakan rehabilitasi tambak yang rusak di Stagen, Sungai Hanyar, dan Desa Sebanti, Pulau Laut, Sementara itu, bantuan budidaya air tawar dengan sistem bioflok disalurkan kepada kelompok pembudidaya di wilayah Gunung Ulin dan Stagen.

Baca Juga :  Inspektorat Kobabaru Bimbing Tata Kelola Administrasi dan Keuangan di Desa-desa

Zaenal mengakui pengembangan sektor perikanan masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan tenaga penyuluh. Saat ini, satu orang penyuluh harus mendampingi hingga tiga kecamatan. Untuk mendukung permodalan, nelayan dan pembudidaya juga didorong memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari Bank Kalsel maupun perbankan lainnya.

Menjelang musim barat, Zaenal mengimbau nelayan agar tidak memaksakan diri melaut saat cuaca buruk demi keselamatan, Pemerintah juga terus mengembangkan alternatif mata pencaharian melalui budidaya ikan dan keramba jaring apung agar nelayan tetap memiliki sumber penghasilan ketika tidak dapat melaut.

Selain itu pemerintah bersama DPRD Kabupaten Kotabaru terus mengupayakan perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan. Saat ini, baru sebagian kecil dari sekitar 11–12 ribu nelayan di Kotabaru yang telah memperoleh perlindungan jaminan sosial karena keterbatasan anggaran. (dir)

Berita Terkait

Benahi Organisasi, Sekda Kotabaru Lantik 15 Pejabat Administrator dan Pengawas
APBDP Turun Rp 800 Miliar, Pemkab Kotabaru Harap DBH Cepat Cair
Bupati Kotabaru Apresiasi Pengabdian Mahasiswa KKN UGM
KNPI Kalsel Rakerda Bahas Isu Pemadaman Listrik
Pemkab Kotabaru Apresiasi Kunjungan Kapal Perang KRI Banjarmasin-592
GENSAI Movement Gelar Pekan ASI Sedunia Kotabaru 2026
Hari Koperasi ke-79, Pemkab Kotabaru Dorong Tata Kelola Organisasi
Pemkab Kotabaru Tingkatkan Kapasitas Tenaga Pustakawan melalui Bimtek

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:36 WITA

Benahi Organisasi, Sekda Kotabaru Lantik 15 Pejabat Administrator dan Pengawas

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:30 WITA

APBDP Turun Rp 800 Miliar, Pemkab Kotabaru Harap DBH Cepat Cair

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:20 WITA

Bupati Kotabaru Apresiasi Pengabdian Mahasiswa KKN UGM

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:37 WITA

KNPI Kalsel Rakerda Bahas Isu Pemadaman Listrik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:33 WITA

Pemkab Kotabaru Apresiasi Kunjungan Kapal Perang KRI Banjarmasin-592

Berita Terbaru

Lensa Kamera

Rektor Universitas Jenderal Soedirman Terjaring OTT KPK

Jumat, 21 Agu 2026 - 11:32 WITA

Tanah Bumbu

Sekolah Rakyat Berasrama Tanah Bumbu Terima 270 Siswa 2026

Senin, 17 Agu 2026 - 06:18 WITA