TANAH BUMBU, Goodnews.co.id – Peluang masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, masih terbuka seiring dengan banyaknya perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah tersebut, namun sejumlah pencari kerja masih terhalang oleh standar penerimaan karyawan perusahaan yang masih tinggi.
Kondisi itu terlihat dari aktivitas masyarakat yang datang ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Tanah Bumbu untuk mencari informasi maupun melengkapi persyaratan sebagai calon pencari kerja (pencaker).
Keberadaan sejumlah perusahaan swasta di Tanah Bumbu menjadi salah satu peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. Perusahaan yang beroperasi membutuhkan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung kegiatan operasional sesuai dengan bidang dan kebutuhan masing-masing.
Berdasarkan pantauan di lapangan, masyarakat masih mendatangi kantor Dinas Nakertrans Kabupaten Tanah Bumbu untuk mencari persyaratan yang diperlukan dalam proses melamar pekerjaan di perusahaan swasta yang ada di daerah ini.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tanah Bumbu, Kadri Mandar, mengatakan bahwa aktivitas pencari kerja yang datang untuk mengurus persyaratan merupakan hal yang masih terlihat dalam kondisi normal, kata Kadri Mandar, Selasa (01/09/2026).
Menurutnya, minat masyarakat untuk mencari pekerjaan juga biasanya meningkat pada momentum tertentu, terutama setelah kelulusan sekolah. Para lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi umumnya mulai mencari peluang untuk memasuki dunia kerja.
“Di saat suasana normal seperti ini masih ada yang mencari persyaratan untuk melamar kerja. Apalagi saat-saat kelulusan sekolah bagi pelajar yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah, banyak yang mencari persyaratan untuk melamar kerja,” katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data Dinas Nakertrans Kabupaten Tanah Bumbu, hingga Agustus 2026 tercatat sebanyak 825 orang mendaftar sebagai pencari kerja. Dari jumlah tersebut, sebanyak 362 orang telah ditempatkan bekerja.
Data tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat pencari kerja yang belum mendapatkan penempatan. Menurut Kadri, kondisi tersebut tidak terlepas dari standar dan persyaratan yang ditetapkan masing-masing perusahaan dalam menerima calon pekerja.
“Kenapa tidak semua orang yang mendaftar pencaker ditempatkan? Karena setiap perusahaan menerima calon pekerja ada standarnya. SDM, baik itu skill maupun pengalaman kerja, harus sesuai dengan kebutuhan dan siap pakai,” jelasnya.
Ia menambahkan, bagi pencari kerja yang belum memenuhi persyaratan perusahaan, masih terdapat kesempatan untuk mengikuti proses seleksi maupun tes lanjutan. Dengan demikian, pencari kerja memiliki peluang untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Tanah Bumbu terkait informasi lowongan pekerjaan.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Ketika terdapat informasi mengenai lowongan kerja di perusahaan, pemerintah dapat menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat yang memiliki kualifikasi sesuai.
Pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan kualitas SDM masyarakat melalui berbagai program pelatihan kerja yang dilaksanakan melalui Balai Latihan Kerja (BLK).
Menurut Kadri, para tenaga kerja lulusan binaan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu yang telah mengikuti pelatihan di BLK diharapkan memiliki peluang untuk mendapatkan penempatan kerja sesuai dengan kemampuan dan bidang keahlian yang dimiliki.
“Bagi SDM tenaga kerja lulusan binaan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu melalui latihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK), semoga berpeluang ada penempatan kerja sesuai dengan kemampuan,” ungkapnya.
Kadri mengakui, persaingan di dunia kerja saat ini semakin ketat. Para pencari kerja tidak hanya dituntut memiliki ijazah, tetapi juga harus mempunyai keterampilan, keahlian, pengalaman, serta kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
“Memang di era saat ini kompetisi persaingan pencari atau pelamar kerja sangat ketat. SDM harus punya skill, keahlian, pengalaman, dan kemampuan kerja yang siap pakai,” katanya.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu pekerjaan rumah sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah. Karena itu, berbagai upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja perlu terus dilakukan agar masyarakat Tanah Bumbu mampu bersaing secara profesional, baik untuk mendapatkan pekerjaan di daerah maupun menghadapi persaingan tenaga kerja yang semakin luas.
“Hal persaingan SDM inilah yang saat ini menjadi PR terobosan pemerintah untuk menciptakan SDM yang handal, bekerja secara profesional, dan mampu bersaing di luar,” pungkasnya. (dir)








