Relawan Noel Jatuh di Tikungan Kekuasaan

- Editor

Senin, 25 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Goodnews.co.id – Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel, pernah merasakan getirnya hidup sampai harus menjadi pengemudi ojek online untuk sekadar bertahan kemudian jadi ketua relawan dan menikmati kekuasaan.

Ketika Noel akhirnya masuk atau mendapat tempat di lingkaran kekuasaan sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan, kini Noel ditanggap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Apapun hasilnya nanti, kasus ini memberi pelajaran penting, bukan hanya untuk Noel, tetapi untuk seluruh aktivis yang kini berada di lingkaran kekuasaan, maupun yang bakal masuk kekuasaan.

Aktivis mulai berubah saat mendapat jabatan, banyak disaksikan. Mereka lupa akar perjuangan, lupa hari-hari sederhana yang dulu mereka jalani.

Menjadi aktivis sesungguhnya adalah panggilan moral, yang seharusnya tetap hidup dan melekat, meski sudah duduk di kursi empuk kekuasaan.

Baca Juga :  Benarkan Pelantikan Panglima TNI Masuk Daftar Formasi Geng Solo

Menjadi pejabat seharusnya tidak membuat seorang berlatar aktivis kehilangan orientasi. Justru pengalaman di jalanan bersama rakyat kecil, mestinya menjadi kompas moral untuk memandu diri dalam menjalankan jabatan.

Noel mungkin hanya salah satu contoh, kasusnya harus menjadi alarm keras bagi aktivis-aktivis lain, jangan sampai mereka terseret pola yang sama.

Setiap langkah dan upaya KPK harus benar-benar transparan dan akuntabel. OTT terhadap Noel harus dipastikan berjalan dalam koridor dan skema penegakan hukum yang jelas, sehingga tak dipersepsikan sebagai alat politik, sesuatu yang beralasan, apalagi bila melihat ada pejabat sekelas menteri yang sudah bolak-balik diperiksa aparat penegak hukum malah mandek kasusnya.

Baca Juga :  Dispersip Tanbu dan Pelita Buka Lapak Mewarnai

Artinya, apabila KPK hanya dianggap instrumen kekuasaan atau kompatriot oligarki untuk menyingkirkan lawan atau mengendalikan sekutu, kepercayaan publik akan semakin runtuh.

Noel mungkin salah langkah, khilaf karena terlena, atau barangkali ia adalah korban. Namun, apapun kebenarannya nanti, kisah ini adalah pengingat pahit bahwa politik Indonesia masih penuh jebakan. Bahwa garis antara idealisme dan pragmatisme sangat tipis. Bahwa siapapun, bahkan seorang aktivis yang pernah hidup sederhana dan berjuang keras, bisa jatuh bila kehilangan pegangan moral. (Ditulis M. Ikhsan Tualeka di kompas.com).

Berita Terkait

Raih 59 Suara, Iwan Aflanie Menangkan Kursi Rektor ULM 2026-2030
Dewan Pers Akan Kumpulkan Seluruh Konstituen Bahas Hari Pers Nasional
5 BUMN Miliki Karyawan Terbanyak
Ketum PBNU Terpilih Usung 4 Program Utama
Ken Griffin Kokoh Jadi Maestro Keuangan Dunia
SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo Berikan Dukungan
Tanpa Bantuan Pemerintah, Pesantren Sidogiri Miliki Aset Koperasi Rp 3 Triliun
JPU KPK Tuntut Penjara Mantan Kajari HSU dan Uang Pengganti 1.8 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:01 WITA

Raih 59 Suara, Iwan Aflanie Menangkan Kursi Rektor ULM 2026-2030

Rabu, 2 September 2026 - 09:06 WITA

Dewan Pers Akan Kumpulkan Seluruh Konstituen Bahas Hari Pers Nasional

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:05 WITA

5 BUMN Miliki Karyawan Terbanyak

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:20 WITA

Ketum PBNU Terpilih Usung 4 Program Utama

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:09 WITA

Ken Griffin Kokoh Jadi Maestro Keuangan Dunia

Berita Terbaru

DPRD Tanah Bumbu

DPRD Tanah Bumbu Setujui Aturan Pengangkatan Badan Permusyawaratan Desa

Rabu, 7 Okt 2026 - 21:23 WITA

Tanah Bumbu

Pemkab Tanah Bumbu Sambut Baik Raperda Pengembangan SDM

Rabu, 7 Okt 2026 - 21:12 WITA

DPRD Tanah Bumbu

DPRD Tanah Bumbu Usulkan Raperda Penanggulangan Kemiskinan

Senin, 5 Okt 2026 - 20:22 WITA

Tanah Bumbu

Andi Rudi Latif Apresiasi Anggota Polres Laksanakan P4GN

Jumat, 2 Okt 2026 - 14:38 WITA