Orang Munafik Dimaklumi Karena Shalatnya

- Editor

Selasa, 10 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANAH BUMBU – Meski diketahui seseorang itu dikenal munafik maka tidak halal darahnya ditumpahkan selama ia masih mengerjakan shalat atau bersaksi Muhammad rasul Allah, Selasa (10/1/2022).

Sangking pentingnya shalat, kata Ustadz Abdul Hamid dari Kementerian Agama Tanah Bumbu, rasulullah melarang membunuh orang munafik.

Ia bercerita, suatu ketika dalam majelis ilmu bersama rasulullah Muhammad, tiba-tiba datang orang munafik masuk ke majelis.

Kemudian ada diantara sahabat membisik rasulullah menyampaikan kedatangan seorang munafik dalam majelis dan meminta izin memotong lehernya.

“Izin potong lehernya itu,” kata Abdul Hamid menirukan ucapan sahabat rasul tersebut.

Rasulullah menjawab “jangan” tapi sahabat beralasan orang itu munafik, rasul bertanya apa dia masih shalat. Sahabat rasul menjawab “iya.”

Baca Juga :  Sosialisasi Perda Bantuan Keuangan Partai, Bupati Tanbu Harap Tepat Sasaran

Tapi kata sahabat, shalatnya itu hanya ikut-ikutan saja, puasanya juga ikut-ikutan saja atau pura-pura.

Rasulullah tetap melarang membunuh orang munafik yang masih mengerjakan shalat. Rasul berkata kepada sahabatnya, apakah engkau sudah membelah dadanya sehingga engkau mengetahui bahwa dia itu munafik.

“Bayangkan. Jadi orang yang shalat itu tidak halal darahnya dibunuh. Sekalipun dia adalah orang munafik.” katanya.

Apakah seseorang itu pura-pura atau main-main atau ingin dilihat mertua, katanya, tetapi seseorang itu tetap shalat maka tidak boleh dibunuh apalagi dibom.

“Tidak halal darahnya kata rasulullah Saw, dosa kita, haram,” katanya.

Haram membunuh orang yang masih melaksanakan shalat karena rasulullah Saw diutus dalam rangka memberikan pengetahuan kepada manusia bahwa Allah itu Tuhan dan Nabi Muhammad Saw adalah utusan Allah Swt.

Baca Juga :  Besok Pilkades, TPS Buka Pukul 08.00 Wita

Bagi mereka yang shalat pasti mengucapkan dalam shalatnya “Asyhadu Alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadur rasulullah.” ucapnya, sebagai tanda persaksian terhadap Allah dan rasul-Nya.

“Itu orang munafik, apalagi kita bukan orang munafik, ujar Ustadz Abdul Hamid.

Sehingga harus dipahami shalat itu ‘lidawami’ harus dikerjakan terus menerus dengan dasar fakta sejarah, fakta qur’an, dan fakta haditsnya.

Tausiah itu disampaikan setelah shalat Dhuha, yang dirangkai dengan zikir, dan do’a bersama, dihadiri Sekretaris Daerah Tanah Bumbu Ambo Sakka, Kepala-Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah, dan pejabat lainnya di kantor Bupati Tanah Bumbu. (MAS)

Berita Terkait

Tanah Bumbu Matangkan Indeks Kesalehan Sosial
Tingkatkan Informasi Berkualitas, Tanah Bumbu Perkuat Tata Kelola PPID
BPBD Tanbu Kenalkan Inovasi Renjana Bangun Ketahanan Bencana
Pemkab Tanah Bumbu Wajibkan Belajar 1 Tahun Prasekolah
DKPP Tanah Bumbu Kreasikan Menu Pangan Lokal
BPBD Tanah Bumbu Gencar Edukasi Sadar Bencana
Kadisdik Tanbu Rapat Bersama Komisi I DPRD Bahas Solusi Sekolah Kekurangan Murid
Pemkab Tanah Bumbu Ajukan Objek dan Retribusi Baru ke DPRD

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:02 WITA

Tanah Bumbu Matangkan Indeks Kesalehan Sosial

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:21 WITA

Tingkatkan Informasi Berkualitas, Tanah Bumbu Perkuat Tata Kelola PPID

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:21 WITA

BPBD Tanbu Kenalkan Inovasi Renjana Bangun Ketahanan Bencana

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:58 WITA

Pemkab Tanah Bumbu Wajibkan Belajar 1 Tahun Prasekolah

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:42 WITA

DKPP Tanah Bumbu Kreasikan Menu Pangan Lokal

Berita Terbaru

Tanah Bumbu

Tanah Bumbu Matangkan Indeks Kesalehan Sosial

Jumat, 24 Jul 2026 - 10:02 WITA

Tanah Bumbu

BPBD Tanbu Kenalkan Inovasi Renjana Bangun Ketahanan Bencana

Rabu, 22 Jul 2026 - 10:21 WITA

Tanah Bumbu

Pemkab Tanah Bumbu Wajibkan Belajar 1 Tahun Prasekolah

Rabu, 22 Jul 2026 - 09:58 WITA

Tanah Bumbu

DKPP Tanah Bumbu Kreasikan Menu Pangan Lokal

Selasa, 21 Jul 2026 - 14:42 WITA