Kualitas Udara Tanah Bumbu Masuk Kategori di Atas Baku Mutu

- Editor

Selasa, 15 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANAH BUMBU, Goodnews.co.id – Menyusul sejumlah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tanah Bumbu beberapa waktu terakhir, kualitas udara di daerah tersebut kini masuk kategori warning atau tidak sehat berdasarkan pemantauan sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanah Bumbu.

Sekretaris DLH Tanah Bumbu, Indah Maya Suryanti, mengatakan pemantauan dilakukan menggunakan alat portable Air Quality Monitoring System (AQMS). Alat tersebut mengukur sejumlah parameter pencemar yang kemudian dikonversikan dalam perhitungan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

“Analisis sementaranya memang bisa dikatakan kondisi kualitas udara kita dari beberapa parameter tersebut sudah dikatakan dalam kondisi warning, tidak sehat, atau dalam kondisi yang di atas baku mutu,” ujar Indah, Senin (14/9/2026).

Baca Juga :  Pemuda Tanbu Ikuti Pelatihan Penggerak Pembangunan 

Hasil pemantauan tersebut, lanjutnya, akan dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Bumbu selaku ketua Satgas. Koordinasi dilakukan untuk menentukan langkah yang dapat dilakukan masing-masing sektor dalam menghadapi kondisi tersebut.

Indah mengatakan, DLH juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai aktivitas yang berpotensi menimbulkan pencemaran maupun karhutla. Salah satunya mengingatkan warga agar tidak membakar sampah, terutama di lahan terbuka.

Selain itu, DLH melalui bidang pembinaan dan pengawasan mengimbau pelaku usaha memantau kegiatan operasionalnya. Langkah tersebut untuk meminimalisasi aktivitas yang berpotensi menimbulkan polusi, baik dari internal usaha maupun lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Reses I Wayan Sudarma: Masyarakat Minta Pengaspalan Jalan

Untuk pemantauan kualitas udara, saat ini baru satu unit alat portable AQMS yang dipasang, yakni di Kantor BPBD Tanah Bumbu. Rencananya, alat serupa akan dipasang di beberapa titik lain yang ditentukan bersama BPBD.

“Alat ini dipasang 24 jam. Sudah sekitar tujuh hari dipasang,” katanya.

Selain pemantauan udara, DLH juga menyiagakan lima unit kendaraan yang dapat digunakan untuk kegiatan penyiraman di luar kegiatan rutin. Kendaraan tersebut dioperasionalkan untuk mendukung kegiatan pemadaman apabila diperlukan.

Indah menegaskan, hasil pemantauan kualitas udara akan terus menjadi bahan evaluasi dan koordinasi lintas sektor, terutama di tengah kondisi kemarau dan potensi karhutla di Tanah Bumbu. (dir)

Berita Terkait

Dihadiri Komis IX DPR RI, Tanah Bumbu Perkuat Pembangunan Keluarga dan Kependudukan
Diskominfosp Tanah Bumbu Evaluasi Layanan Aduan SP4N LAPOR!
Bupati Andi Rudi Latif Dorong Regenerasi Penari Tradisional
Dandim Tanah Bumbu Laporan Kesiapan TMMD ke-130 Tahun 2026
Bupati Andi Rudi Latif Lantik Ansyari Firdaus Kepala Dinas PUPR Tanah Bumbu
Buka TMMD ke-130, Bupati Andi Rudi Latif Tekankan Gotong Royong dan Cegah Karhutla
Bupati Andi Rudi Latif Lantik 10 Pejabat Pemkab Tanah Bumbu
Tanah Bumbu Rencanakan Belanja APBD Rp 2,88 Triliun Tahun 2027

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:31 WITA

Dihadiri Komis IX DPR RI, Tanah Bumbu Perkuat Pembangunan Keluarga dan Kependudukan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02 WITA

Diskominfosp Tanah Bumbu Evaluasi Layanan Aduan SP4N LAPOR!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:45 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Dorong Regenerasi Penari Tradisional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:08 WITA

Dandim Tanah Bumbu Laporan Kesiapan TMMD ke-130 Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:01 WITA

Buka TMMD ke-130, Bupati Andi Rudi Latif Tekankan Gotong Royong dan Cegah Karhutla

Berita Terbaru

Tanah Bumbu

Diskominfosp Tanah Bumbu Evaluasi Layanan Aduan SP4N LAPOR!

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:02 WITA

Tanah Bumbu

Bupati Andi Rudi Latif Dorong Regenerasi Penari Tradisional

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:45 WITA

Tanah Bumbu

Dandim Tanah Bumbu Laporan Kesiapan TMMD ke-130 Tahun 2026

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:08 WITA