KOTABARU, Goodnews.co.id – Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Camat Pulau Laut Sigam menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kotabaru Tahun 2027, berlangsung di Kantor Camat setempat, Rabu (18/2/2026).
Forum ini memfokuskan usulan pada perbaikan jalan, peningkatan fasilitas pendidikan, dan pengelolaan lingkungan sebagai kebutuhan mendesak warga.
Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Jurainah, hadir membuka acara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa arah pembangunan tahun 2027 akan dititikberatkan pada penguatan ekonomi melalui infrastruktur yang berkualitas.
“Infrastruktur yang mantap adalah kunci untuk membuka akses usaha, memperlancar distribusi barang, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata,” ujar Jurainah.
Panitia pelaksana kegiatan, Satriansyah, mengungkapkan bahwa mayoritas aspirasi yang masuk ditujukan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Masyarakat menilai pembangunan fisik dan penataan lingkungan permukiman sehat menjadi faktor penentu mobilitas serta kualitas hidup anak-anak di wilayah tersebut.
Sementara itu Camat Pulau Laut Sigam, Pia Widya Laksmi, mengingatkan agar seluruh usulan yang masuk diprioritaskan berdasarkan skala kebutuhan yang paling mendesak.
“Mengingat keterbatasan anggaran daerah, kita harus memastikan program yang dipilih benar-benar memberi manfaat nyata dan dirasakan langsung oleh warga,” ujar Pia.
Selain membahas pembangunan fisik, kegiatan ini juga dirangkai dengan aksi nyata di bidang kesehatan. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPAPPKB) Kotabaru menyalurkan 51 paket bantuan keluarga berkualitas.
Bantuan tersebut menyasar kepada kelompok prioritas di antaranya, calon pengantin, ibu hamil, remaja putri, dan keluarga yang berisiko kena stunting.
Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan angka stunting sejak dini di wilayah Pulau Laut Sigam. Pemerintah daerah berkomitmen agar Musrenbang ini tidak sekadar menjadi agenda administratif, melainkan solusi konkret dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan mempercepat pemerataan pembangunan di Bumi Saijaan. (Iq)











