TANAH BUMBU, Goodnews.co.id — PT Arutmin Indonesia menyerahkan hibah jalan alternatif Kilometer 171 di Satui Barat kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, jalan tersebut merupakan akses penting saat jalan nasional 171 mengalami longsor akibat galian tambang.
Penyerahan dilakukan melalui penandatanganan serah terima hibah oleh Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif bersama pihak perusahaan di Hotel Novotel Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (28/4/2026).
Jalan sepanjang 597 meter tersebut sebelumnya telah digunakan masyarakat sebagai jalur pengganti setelah akses utama terdampak longsor akibat galian tambang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menyebut, keberadaan jalan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga konektivitas masyarakat, khususnya di wilayah Satui.
“Ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi bentuk sinergi nyata antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam menjaga mobilitas masyarakat,” ujarnya.
Ia menyampaikan, setelah dihibahkan, jalan tersebut akan dikelola pemerintah daerah untuk kepentingan publik serta mendukung arah pembangunan daerah dalam RPJMD 2025–2029.
Pemkab Tanah Bumbu juga mendorong perusahaan lain untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, Chief Executive Officer PT Arutmin Indonesia, Ido Hutabarat, mengatakan pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung aktivitas masyarakat dan ekonomi lokal.
“Jalan ini kami bangun sebagai solusi saat akses utama terganggu, agar mobilitas warga dan distribusi tetap berjalan,” katanya.
Kepala Teknik Tambang (KTT) Arutmin Batulicin & Satui, Cipto Prayitno, menambahkan bahwa jalan tersebut telah melalui proses uji coba sebelum diserahkan secara resmi kepada pemerintah daerah.
“Pekerjaan sudah selesai dan digunakan cukup lama. Hari ini resmi kami serahkan kepada Pemda,” ujarnya.
Selain penyerahan jalan, Arutmin juga meresmikan Sekolah Luar Biasa (SLB) Satui Cerdas sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Keberadaan SLB tersebut diharapkan memperluas akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus sekaligus mendukung pembangunan inklusif di Tanah Bumbu. (MAS)









