PASURUAN, Goodnews.co.id – Kemandirian Pondok Pesantren (PP) Sidogiri di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menjadi salah satu percontohan nasional dalam pengelolaan lembaga pendidikan berbasis pemberdayaan ekonomi internal.
Pesantren berusia kurang lebih 281 tahun ini menampung sekitar 11 ribu santri dan membiayai operasional serta pengembangan fasilitas secara mandiri tanpa bergantung pada bantuan pihak luar, dilansir Nu.or.id.
Pengasuh PP Sidogiri, KH Cholil Nawawi, pernah menyatakan bahwa pihak pesantren secara konsisten mengelola pembangunan sarana dan prasarana dari hasil unit usaha kecil dan menengah (UKM) yang dijalankan bersama para santri. Model bisnis internal ini terbukti ampuh menjaga keutuhan dan keberlanjutan operasional pesantren dari masa ke masa.
Kemandirian ekonomi PP Sidogiri disokong oleh sejumlah lini bisnis yang dikelola secara profesional, di antaranya: Air minum dalam kemasan (AMDK) merek Santri, produksi kain sarung dan baju koko, yang melayani kebutuhan ribuan santri domestik hingga lintas negara, seperti Malaysia dan Singapura, dilansir dari NU.or.id.
Pengelolaan mandiri PP Sidogiri sebelumnya menjadi salah satu rujukan utama Kementerian Agama (Kemenag) dalam merancang Peta Jalan Kemandirian Pesantren. Program strategis nasional tersebut menargetkan ribuan pesantren di seluruh Indonesia memiliki daya dukung ekonomi yang kuat dan berkelanjutan guna mengoptimalkan fungsi pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan masyarakat.
Lewat keberhasilan ekosistem usaha internalnya, PP Sidogiri membuktikan bahwa lembaga pendidikan keagamaan tradisional mampu berdiri di atas kaki sendiri sekaligus berkontribusi nyata pada penguatan ekonomi masyarakat sekitar.
Berdasarkan postingan Akun Guru Bajang atau Dr Muhammad Zainul Majdi, Pondok Pesantren Sidogiri memiliki aset koperasi mencapai Rp 3 triliun, Senin (24/8/2026).








