Setetes Air Mata Seharga Mati Syahid di Medan Perang

- Editor

Kamis, 9 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi perang

Ilustrasi perang

TANAH BUMBU – Guru Hidayatullah menyebut sebuah hadits yang membuat seseorang tidak akan disentuh api neraka hanya karena setetes air mata bahkan timbangannya sama dengan orang yang mati syahid di medan perang. Kamis, (9/6/2022).

“Tidaklah akan tersentuh api neraka, seseorang yang menangis karena Allah sehingga air susu itu bisa masuk kembali ke dalam puting susu atau seekor unta bisa masuk ke dalam lubang jarum,” katanya.

Hadits itu memberikan isyarat bahwa selama orang yang meneteskan air mata karena Allah maka dia tidak akan tersentuh oleh api neraka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Air mata yang menetes karena Allah pun itu harus banyak, dan kalau pun sedikit maka tidak ada ketentuan ukurannya. Hadits nabi hanya menyebutkan walaupun hanya sebesar kepala lalat.

“Siapa yang meneteskan air mata karena Allah walaupun sebesar kepala lalat, artinya sedikit sekali kadar air matanya karena Allah. Maka itu sudah cukup buat dia diharamkan api neraka baginya,” terangnya.

Bahkan, Guru Hidayatullah sebutkan keistimewaan bagi orang yang menangis karena Allah sama dengan orang yang mati syahid di medan perang.

Ilustrasi di medan perang
Ilustrasi di medan perang

Sungguh Nabi telah menyamakan antara darah yang tertumpah di medan perang karena allah dengan air mata seseorang yang keluar karena takut kepada Allah Swt.

Baca Juga :  Rumah Keadilan Restorasi Selesaikan Kasus Pidana di Luar Pengadilan

Bagi mereka yang meninggal dalam perang badar, uhud, khandak, dan perang yang lainnya bagi mereka matinya dijamin masuk surga karena Allah, sama dengan orang yang menangis karena Allah.

Di lain sisi, bagi seorang muslim dalam ketentuan agama ketika mati maka diwajibkan dimandikan. Tapi mereka yang berperang dan mati syahid diharamkan baginya untuk dimandikan, cukuplah darah yang mengalir dalam tubuhnya itu sebagai saksi dihadapan Allah Swt.

Alasannya adalah karena darah pejuang yang mengalir tersebut akan menjadi saksi dihadapan Allah Swt.

“Saksikanlah wahai saudara-saudariku, tangisan air mata yang keluar karena Allah, maka kedudukannya sama dengan darah yang keluar karena Allah,” kata guru Hidayatullah membacakan kitab dalam tausiah setelah melaksanakan sholat dhuha di kantor Bupati Tanah Bumbu, dihadiri Sekretaris Daerah Ambo Sakka dan seluruh pegawai di lingkungan kantor Bupati Tanah Bumbu.

Persoalannya, menurut Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad, hidup di dunia ini gampang meneteskan air mata, dimana banyak hal yang membuat air mata menetes bukan karena Allah.

“Putus cinta air mata tetes, usaha gagal air mata tetes, terjepit pintu juga air mata menetes. macam-macam yang bisa menyebabkan air mata kita menetes,” terangnya.

Kemudian dia tegaskan kembali bahwa orang yang menangis karna Allah meski air matanya sedikit maka Allah mengganjarnya dengan tidak akan disentuh api neraka. Maka ia pun menganjurkan untuk menangis meski harus berpura-pura.

Baca Juga :  Partai Politik Tanbu Terima Bantuan Hibah Keuangan

“Menangislah karna Allah wahai saudaraku, jika tidak bisa menangis maka pura-pura lah menangis,” kata Habib Abdullah mengungkapkan betapa berharganya setetes air mata yang keluar karna Allah.

Karena kalau berpura-pura terhadap makhluk itu tidak dibenarkan tetapi terhadap Allah itu dapat dibenarkan.

“Semua itu dapat dibenarkan dihadapan Allah. Kalau berpura-pura menangis di hadapan kawan, itu tidak dibenarkan. Tapi kalau di hadapan Allah semuanya dibenarkan.” kata Guru Hidayatullah.

Karena Allah suka kepada hamba-hambanya yang meminta kepadaNya. Disebutkan dalam riwayat lain, bahwa Allah itu merasa malu bila seorang hamba yang berdo’a sambil mengangkat kedua tangannya tapi tidak mengabulkan permohonannya.

“Karena hamba yang mengangkat tangan tersebut membutuhkan kasih sayang Allah Swt, lalu bagaimana seorang hamba mengangkat tangan sambil meneteskan air mata, maka Allah lebih malu jika tidak mengabulkan do’a hambanya,” pungkasnya. (MAS)

goodnews.co.id

📢 Bagikan artikel ini:

💡 Tips: Pilih style "Minimal" untuk tampilan thumbnail terbaik di WhatsApp

🖼️ Share Dengan Thumbnail

📱 Share Simple 🔥 Share Unique ⭐ Share Premium
🎯 Pilih style yang sesuai kebutuhan Anda

Berita Terkait

7 Desa Diusulkan Jadi Kampung Nelayan di Tanah Bumbu
Pelantikan Kadis Perikanan, Andi Rudi Ingin Pastikan Pembangunan Sesuai Rencana
Pemkab Tanah Bumbu Distribusikan Bibit Penghijauan
Diskumdagri Laksanakan Pelatihan Usaha Mikro di Polewali Marajae
Andi Rudi Latif Lantik Anwar Sadat Kepala Dinas Perikanan
Hari Lingkungan Hidup, Sekda Tanbu Sampaikan Menjaga Alam Kewajiban Bersama
Lompatan Besar, Andi Rudi Latif Launching Aplikasi Si Tegar BerAKSI
Andi Rudi Latif Sambut Baik Ombudsman RI Sosialisasi Pengawasan di MPP Tanah Bumbu

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:35 WITA

7 Desa Diusulkan Jadi Kampung Nelayan di Tanah Bumbu

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:25 WITA

Pelantikan Kadis Perikanan, Andi Rudi Ingin Pastikan Pembangunan Sesuai Rencana

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:06 WITA

Diskumdagri Laksanakan Pelatihan Usaha Mikro di Polewali Marajae

Senin, 8 Juni 2026 - 08:52 WITA

Andi Rudi Latif Lantik Anwar Sadat Kepala Dinas Perikanan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:12 WITA

Hari Lingkungan Hidup, Sekda Tanbu Sampaikan Menjaga Alam Kewajiban Bersama

Berita Terbaru

Kotabaru

Usulan Kabupaten Tanah Kambatang Lima Masuk Meja Kemendagri

Selasa, 9 Jun 2026 - 18:33 WITA

Kotabaru

Promosi Pangan Lokal, Pemkab Kotabaru Dorong Pola Makan Sehat

Selasa, 9 Jun 2026 - 18:18 WITA

Tanah Bumbu

7 Desa Diusulkan Jadi Kampung Nelayan di Tanah Bumbu

Selasa, 9 Jun 2026 - 13:35 WITA