Tradisi tersebut merupakan warisan turun-temurun sebagai wujud rasa syukur masyarakat pesisir. Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif diwakili Sekretaris Daerah Yulian Herawati. Kegiatan juga dihadiri perwakilan Gubernur Kalimantan Selatan, Wakil Ketua I DPRD Hasanuddin, Wakil Ketua II DPRD Syahbani, unsur Forkopimda, serta tokoh adat.
Dalam sambutannya, Yulian Herawati menjelaskan Mappanre ri Tasie bermakna “duduk dan makan bersama di tengah laut.” Tradisi ini mencerminkan keharmonisan hubungan manusia dengan laut sebagai sumber penghidupan masyarakat.
“Tidak ada sekat status sosial dalam kegiatan ini. Semua bersatu dalam kebersamaan dan gotong royong,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, prosesi acara puncak Mappanre ri Tasie menjadi ungkapan syukur para nelayan atas rezeki yang diperoleh. Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni Tanah Bumbu Maju, Makmur, dan Beradab.
“Kemajuan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menjaga identitas budaya. Kesejahteraan harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga pesisir,” tegasnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen mendukung pelestarian tradisi melalui pembangunan fasilitas, bantuan usaha, serta pengembangan wisata budaya. Ia juga mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak.
Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh kehangatan, ditutup dengan doa bersama. Masyarakat berharap nilai-nilai Mappanre ri Tasie terus terjaga dan memberi manfaat bagi kehidupan sosial dan budaya di Tanah Bumbu. (dir)
📢 Bagikan artikel ini:
💡 Tips: Pilih style "Minimal" untuk tampilan thumbnail terbaik di WhatsApp
🖼️ Share Dengan Thumbnail📱 Share Simple 🔥 Share Unique ⭐ Share Premium









