Wamenko Pangan Tinjau Integrasi Sawit-Sapi di Tanah Bumbu

- Editor

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANAH BUMBU, Goodnews.co.id – Di tengah hamparan perkebunan kelapa sawit yang membentang di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, melihat model usaha integrasi Sawit-Sapi mampu menjadi jawaban atas persoalan ketergantungan Indonesia terhadap impor daging sapi.

Dalam kunjungannya ke lokasi Program Sistem Integrasi Kelapa Sawit-Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma (SISKA KU INTIP) milik PT Buana Karya Bhakti, Selasa (16/6/2026), Hanif menegaskan bahwa integrasi antara perkebunan sawit dan peternakan sapi memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan hewani nasional.

Menurut Hanif, meski terlihat sederhana, model integrasi sawit dan sapi yang diterapkan perusahaan tersebut telah membuktikan keberhasilannya. Dari populasi awal sekitar 300 ekor sapi pada 2016, kini berkembang menjadi hampir 1.500 ekor melalui sistem pembiakan alami.

“Ini sepertinya model kecil, tetapi sebenarnya potensinya sangat besar untuk mendongkrak pemenuhan kebutuhan sapi nasional kita. Sistem breeding yang dilakukan secara alami juga terbukti efektif dan lebih efisien,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perkawinan alami dinilai lebih sesuai untuk pengembangan populasi sapi karena seluruh hormon yang diperlukan dalam proses reproduksi tersedia secara alami, berbeda dengan inseminasi buatan yang memerlukan intervensi hormon tambahan.

Hanif juga menyoroti potensi besar Kalimantan Selatan dalam mengembangkan program integrasi sawit-sapi. Dari total sekitar 480 ribu hektare perkebunan sawit yang ada di daerah tersebut, sekitar 250 ribu hektare dinilai layak untuk diintegrasikan dengan peternakan sapi.

Baca Juga :  DLH Tanbu Kembali Gelar Tukar Sampah dengan Sembako di Desa Sari Mulya

“Jika lahan potensial itu dimanfaatkan, sedikitnya 20 ribu ekor sapi dapat dipelihara. Ini akan membantu menutup kekurangan pasokan sapi di Kalimantan Selatan yang saat ini masih mengalami defisit sekitar 20 ribu ekor,” katanya.

Lebih jauh, Hanif menilai konsep serupa dapat direplikasi secara nasional. Dengan luas perkebunan sawit Indonesia yang mencapai lebih dari 17 juta hektare, integrasi sawit-sapi berpotensi menghasilkan sekitar 1,3 juta ekor sapi, jumlah yang dinilai mampu membantu memenuhi kebutuhan daging nasional.

Saat ini, kebutuhan daging sapi Indonesia mencapai sekitar 800 ribu ton per tahun, sementara produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 400 ribu ton. Kekurangannya masih ditutupi melalui impor daging beku dari sejumlah negara seperti Brasil, Australia, India, dan Selandia Baru.

“Kalau integrasi seperti ini bisa di-scale up secara nasional, maka kebutuhan daging dalam negeri bisa semakin terpenuhi dan impor dapat dikurangi secara bertahap,” ucapnya.

Selain meningkatkan populasi ternak, program integrasi sawit-sapi juga memberikan manfaat bagi sektor perkebunan. Kehadiran sapi membantu menekan biaya pembersihan gulma hingga 50–70 persen, sekaligus meningkatkan kesuburan tanah melalui pupuk organik yang dihasilkan dari kotoran ternak.

Baca Juga :  Pemda Tanbu Gerakkan Pangan Murah

Hanif menegaskan bahwa pengembangan peternakan sapi di Indonesia harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah tropis, bukan meniru sepenuhnya model peternakan negara-negara padang savana seperti Australia atau Brasil.

“Kita harus mengembangkan model yang sesuai dengan kondisi Indonesia. Integrasi sawit dan sapi adalah salah satu keunggulan kompetitif yang bisa menjadi solusi ketahanan pangan hewani nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ranch Manager PT Buana Karya Bhakti, Wahyu Darsono, menjelaskan bahwa perusahaan memulai program tersebut dengan investasi sekitar Rp6 miliar untuk pengadaan 300 ekor sapi beserta infrastruktur pendukung pada 2016.

“Sekarang populasi kami mencapai sekitar 1.500 ekor. Setiap tahun sapi jantan kami pasarkan, terutama untuk kebutuhan kurban, sedangkan sapi betina tetap dipertahankan sebagai indukan,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan, Suparmi, menyebut program integrasi sawit-sapi di PT Buana Karya Bhakti telah ditetapkan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian sebagai role model nasional.

Ia berharap kunjungan Wamenko Pangan menjadi momentum untuk memperluas implementasi program tersebut melalui kolaborasi pemerintah daerah, perusahaan perkebunan, sektor kehutanan, pertambangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Harapannya integrasi sawit-sapi ini bisa menjadi bisnis yang menguntungkan bagi perusahaan perkebunan sekaligus mendorong Kalimantan Selatan menuju swasembada protein hewani dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” pungkasnya. (dir)

Berita Terkait

Bupati Andi Rudi Latif Dorong Peningkatan Produksi Usaha Mikro Tenun Pagatan
Pelajar SMP-SMA Tanah Bumbu Debat Adu Argumentasi dan Gagasan
Satgas Karhutla Tanah Bumbu Terima Bantuan Logistik dari Pelindo Batulicin
UWG Malang dan Pemkab Tanah Bumbu Jalin Berbagai Kerja Sama Pembangunan Daerah
Bupati Andi Rudi Latif Segera Bangun Siring Laut di Pagatan, Antisipasi Gelombang Pasang
Andi Irmayani Beri Dukungan Penuh Kader PKK Ikuti Jambore Kalsel 2026
Puskesmas Batulicin 1 Siapkan Diri Sambut Penilaian Bebas Korupsi
BPBD Tanah Bumbu Kerahkan Helikopter Tangani Karhutla

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:30 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Dorong Peningkatan Produksi Usaha Mikro Tenun Pagatan

Jumat, 18 September 2026 - 14:25 WITA

Pelajar SMP-SMA Tanah Bumbu Debat Adu Argumentasi dan Gagasan

Jumat, 18 September 2026 - 14:19 WITA

Satgas Karhutla Tanah Bumbu Terima Bantuan Logistik dari Pelindo Batulicin

Jumat, 18 September 2026 - 14:13 WITA

UWG Malang dan Pemkab Tanah Bumbu Jalin Berbagai Kerja Sama Pembangunan Daerah

Kamis, 17 September 2026 - 12:52 WITA

Andi Irmayani Beri Dukungan Penuh Kader PKK Ikuti Jambore Kalsel 2026

Berita Terbaru

Tanah Bumbu

Pelajar SMP-SMA Tanah Bumbu Debat Adu Argumentasi dan Gagasan

Jumat, 18 Sep 2026 - 14:25 WITA

DPRD Tanah Bumbu

Ketua DPRD Tanah Bumbu Bantu Alat Berat Rapikan Lingkungan SMAN 1 Batulicin

Jumat, 18 Sep 2026 - 14:00 WITA