TANAH BUMBU, Goodnews.co.id – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Tanah Bumbu memunculkan persoalan sejumlah sekolah mengalami kekurangan siswa.
Persoalan tersebut menjadi perhatian Komisi I DPRD Tanah Bumbu yang menjadi bahasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Tanah Bumbu di kantor DPRD Sepunggur, Senin (20/7/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Tanah Bumbu, Amiluddin mengatakan minimnya jumlah pendaftar di beberapa sekolah dipengaruhi sejumlah faktor, diantaranya keberadaan sekolah berdekatan dengan sekolah lainnya, kondisi demografi akibat aktivitas pertambangan di Kecamatan Satui, serta penerapan sistem domisili yang tidak dapat diberlakukan secara kaku.
Menurutnya, kondisi tersebut berada di Kecamatan Satui. SDN 3 Sungai Danau menerima sebanyak 112 murid baru, sedangkan SDN 7 Sungai Danau hanya memperoleh dua siswa.
Pemerintah tidak bisa menerapkan sistem domisili secara ketat karena terdapat beberapa sekolah yang berada dalam satu kawasan yang berdekatan. Akibatnya, jumlah pendaftar menjadi tidak merata,” ujar Amiluddin.
Selain SDN 7 Sungai Danau, kondisi serupa juga dialami SDN Penyolongan, Kecamatan Kusan Hilir, hanya menerima satu murid baru pada pelaksanaan SPMB tahun 2026 ini.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Komisi I DPRD Tanah Bumbu, Boby Rahman, mendorong pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar proses belajar mengajar di sekolah yang kekurangan peserta didik tetap dapat berlangsung secara optimal.
Salah satu upaya yang diusulkan yakni menggelar musyawarah bersama orang tua siswa, kepala sekolah, dan komite sekolah dari SDN 3, SDN 6, serta SDN 7 Sungai Danau. Melalui forum tersebut diharapkan tercapai kesepakatan untuk melakukan pemerataan jumlah siswa secara sukarela.
Boby menilai skema redistribusi siswa menjadi solusi agar setiap sekolah memiliki jumlah peserta didik yang memadai untuk membentuk rombongan belajar (rombel).
“Kita evaluasi agar jumlah siswa lebih merata dan sekolah yang kekurangan murid tetap dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan baik,” katanya.
Sementara itu, terkait SDN Penyolongan, Boby menilai minimnya jumlah peserta didik lebih disebabkan menurunnya jumlah penduduk usia sekolah di lingkungan sekitar. Karena itu, ia meminta Disdik melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keberlangsungan operasional sekolah tersebut, termasuk menyusun langkah strategis untuk jangka panjang. (dir)








