TANAH BUMBU, Goodnews.co.id – Persoalan karhutla dan kekeringan menjadi perhatian serius bagi Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif. Di tengah kemarau yang belum menunjukkan tanda-tanda hujan, pemerintah daerah mulai mendorong langkah jangka panjang untuk memastikan masyarakat tidak kembali kesulitan mendapatkan air.
Hal tersebut disampaikan Andi Rudi Latif usai memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Bupati Tanah Bumbu, Kamis (1/10/2026).
Selanjunya, Bupati Andi Rudi meninjau pelayanan Samsat Keliling yang berada di halaman Pendopo Kantor Bupati Tanah Bumbu melihat langsung aktivitas pelayanan pembayaran pajak kendaraan sekaligus berinteraksi dengan petugas dan masyarakat.
Terkait karhutla, Andi Rudi Latif menilai penanganan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sangat baik akhir-akhir ini.
“Karhutla alhamdulillah sudah beberapa hari ini sudah menurun,” ujarnya.
Penurunan titik api ini tidak membuat pemerintah daerah menjadi puas, namun tetap waspada untuk selalu siap dan mencegah terjadinya Karhutla.
Ia pun memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang masih bekerja di lapangan. Karena penanganan karhutla tetap membutuhkan kesiapsiagaan karena dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Ia juga mempertimbangkan untuk menambah anggaran Karhutla untuk memperkuat upaya penanganannya.
Pada musim kemarau, persoalan ketersediaan air juga menjadi hal utama karena air bersih menjadi kebutuhan utama masyarakat.
“Sabar, ambil hikmahnya. Insya Allah saya yakin akhir bulan ini insya Allah hujan,” ucap Andi Rudi Latif memberikan harapan.
Meski demikian Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu tetap mengupayakan sumber-sumber air yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Tanah Bumbu.
“Kita harus mencari sumber-sumber air lagi.” ujarnya.
Berdasarkan pada perencanaan, pemerintah daerah Kabupaten Tanah Bumbu berencana membuat sumur bor pada anggaran tahun 2027 sebagai solusi terhadap penyediaan air bersih.








