Oleh: Akram Sadli, S.Pd.I, M.Si: Ketua Ikatan Sarjana NU (ISNU) Tanah Bumbu
Capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2025 sebesar 5,52 persen menjadi kabar menggembirakan sekaligus membanggakan. Di tengah tantangan ekonomi yang tidak ringan, angka ini menunjukkan bahwa Tanah Bumbu mampu menjaga stabilitas sekaligus mempercepat laju pertumbuhan. Tidak berlebihan jika daerah ini semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu lumbung ekonomi di Kalimantan Selatan.
Hal yang membuat capaian ini semakin istimewa adalah situasi fiskal yang dihadapi daerah. Penurunan dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat hingga 49 persen merupakan tekanan serius yang berpotensi memperlambat pembangunan. Namun, Tanah Bumbu justru menunjukkan ketangguhannya. Di tengah keterbatasan tersebut, mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam lima tahun terakhir, yakni sebesar 5,52 persen. Ini menjadi bukti bahwa Tanah Bumbu adalah daerah yang hebat karna mampu bertahan, beradaptasi, dan bahkan tumbuh di tengah tekanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saya sebagai Ketua ISNU Tanah Bumbu dan Sekretaris (Serikat Media Siber Indonesia) SMSI Tanah Bumbu, memandang capaian ini sebagai hasil dari kerja kolektif yang solid, terutama kepemimpinan Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif yang mampu mengarahkan pembangunan secara terukur dan progresif. Keberhasilan ini mencerminkan adanya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai elemen strategis lainnya.
Dalam konteks ini, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Tanah Bumbu merupakan organisasi kemasyarakatan pertama yang secara terbuka memberikan apresiasi atas capaian pertumbuhan ekonomi tersebut. Apresiasi ini bukan sekadar bentuk dukungan simbolik, tetapi merupakan pernyataan sikap yang mencerminkan komitmen ISNU dalam mendukung arah pembangunan daerah yang terbukti memberikan hasil nyata.
ISNU Tanah Bumbu menegaskan dukungannya terhadap kinerja pemerintah daerah, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Selain itu, ISNU juga mendukung penuh upaya pengurangan kemiskinan, perluasan lapangan kerja, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia sebagai indikator utama kesejahteraan masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,52 persen ini juga mulai menunjukkan dampak yang konkret. Indikasi menurunnya angka kemiskinan serta semakin terbukanya peluang kerja menjadi tanda bahwa pertumbuhan yang terjadi tidak bersifat semu, melainkan memiliki kualitas dan keberpihakan kepada masyarakat luas. Inilah yang harus terus dijaga dan diperkuat.
Namun demikian, capaian ini harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Pembangunan Tanah Bumbu ke depan harus semakin mengedepankan prinsip inklusivitas dan pemerataan. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
Pemerintah daerah juga diharapkan terus memperkuat partisipasi publik dalam proses pembangunan, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Di sisi lain, diversifikasi ekonomi menjadi langkah penting agar Tanah Bumbu memiliki ketahanan ekonomi yang lebih kuat di masa depan.
Pada akhirnya, apresiasi yang diberikan oleh ISNU Tanah Bumbu sebagai ormas pertama adalah bentuk dukungan moral sekaligus dorongan konstruktif. Harapannya, capaian pertumbuhan ekonomi ini tidak hanya dapat dipertahankan, tetapi juga terus ditingkatkan dan benar-benar bermuara pada kesejahteraan rakyat, ditandai dengan berkurangnya kemiskinan, meningkatnya kesempatan kerja, dan semakin baiknya kualitas hidup masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi, optimisme, dan komitmen bersama, Tanah Bumbu diyakini akan terus melangkah maju sebagai daerah yang tangguh, inklusif, dan berkeadilan, serta menjadi contoh keberhasilan pembangunan di tingkat regional maupun nasional.









