Ikut Program Adiwiyata Kabupaten, SMPN 1 Kusan Hulu Berbenah

- Editor

Senin, 14 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANAH BUMBU – Sebagai lembaga pendidikan formal yang masuk daftar pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanah Bumbu kategori Sekolah Adiwiyata Kabupaten Tahun 2022. SMP Negeri 1 Kusan Hulu terus mematangkan persiapan untuk mencapai nilai maksimal.

Instrumen pendukung yang kini dimaksimalkan adalah penataan lingkungan sekolah dengan melibatkan peran orang tua siswa untuk bergotong royong, meliputi pemotongan ranting pohon yang mengganggu jalan, membersihkan saluran drainase, mengumpulkan dan memilah sampah, serta menanam bibit pohon buah di area kebun sekolah.

“Kegiatan gotong royong dilaksanakan selain untuk mengajarkan kepada peserta didik bertanggungjawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sekolah, juga sekaligus menjadi wadah silaturahmi antara warga sekolah dengan orang tua/wali peserta didik,” ujar Rahmad Wahyudi, Kepala SMP Negeri 1 Kusan Hulu. Minggu (13/3/2022).

Masih berhubungan dengan Adiwiyata, pihak sekolah juga melakukan pengelolaan bank sampah, memilah sampah organik dan anorganik hingga sampah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Tak hanya itu, guna mewujudkan target maksimal dalam keikutsertaan yang pertama tahun ini, SMP Negeri 1 Kusan Hulu juga memiliki inovasi berupa pembuatan pupuk cair berbahan limbah kulit buah.

Baca Juga :  Serambi Madinah Tanah Bumbu: 5 Waktu Diharamkan Shalat

“Untuk saat ini masih tahap permulaan, dimana kami baru melakukan bimbingan terhadap siswa kelas VII terlebih dahulu, yang jumlahnya sekitar sepuluh orang siswa.” sebutnya.

Dijelaskannya, proses pembuatan terbilang sederhana, limbah kulit buah dicampur dengan air cucian beras dan gula, kemudian ditambah air dan cairan EM4 dengan perbandingan 100 ml EM4 dengan 5 liter air, kemudian dimasukkan dalam ember dan ditutup rapat selama 10 hingga 15 hari.

Berbicara hasil, secara khusus memang racikan pupuk cair berbahan limbah kulit buah ini belum dicoba di lingkungan sekolah. Namun, berdasarkan pengalaman warga yang pernah menerapkannya sebagai pupuk tanaman karet hasilnya terbilang bagus.

Selain pembuatan pupuk cair, sekolah juga memberikan materi penerapan ilmu praktek terhadap siswa berupa pembuatan hand sanitizer dari daun sirih.

Program Adiwiyata, kata Rahmad, mampu menjadi tempat pembelajaran bagi generasi muda tentang pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik, dan benar.

“Melalui penilaian Adiwiyata ini, kami nilai mampu menciptakan kondisi yang lebih baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah mulai dari guru, siswa, orang tua siswa, dan warga masyarakat sekitar sekolah,” pungkasnya.

Baca Juga :  Anggaran Mappanre Ritasie Hanya 500 juta

Sementara itu saat dikonfirmasi terpisah, Koordinator Sekolah Adiwiyata Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Bumbu yang juga Pejabat Fungsional Analis Kebijakan, Siti Fatimah, mengatakan pihaknya telah usai melaksanakan pembinaan Sekolah Adiwiyata dari semua tingkat kategori mulai kabupaten, provinsi, nasional hingga mandiri secara terjadwal pada Januari dan Februari lalu.

Nantinya dijelaskan Fatimah, tahapan selanjutnya masing-masing sekolah akan mengumpulkan softcopy untuk diperiksa Tim Adiwiyata Kabupaten terdiri dari Disdikbud, Disperkimtan, Dinkes dan KPH Kusan. Jika verifikasi lapangan menunjukkan capaian nilai 70, maka akan masuk nominasi sebagai penerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Tanah Bumbu.

Kemudian, untuk kriteria penilaian penghargaan Adiwiyata, jelas Fatimah, meliputi empat aspek yaitu, aspek kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan hidup, aspek kurikulum sekolah berbasis lingkungan hidup, aspek kegiatan lingkungan di sekolah berbasis partisipatif dan aspek pengelolaan sarana dan prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan.

“Sekolah yang telah menerapkan Program Adiwiyata dapat merasakan manfaat baik bagi penerapan sistem belajar, proses belajar dan hasil pembelajaran khususnya bagi peserta didik,” pungkasnya. (Z)

Berita Terkait

Layanan Jemput Bola, Bupati Andi Rudi Latif Sediakan Aktivasi IKD dan Perlinsos
Bupati Andi Rudi Latif Siapkan Kredit Pinjaman Tanpa Bunga
Bupati Tanah Bumbu Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Kalsel
Tanah Bumbu Peroleh Penghargaan Stand Terbaik di Trade Expo Indonesia 2026
Tanah Bumbu Masuk 10 Besar Nasional Kandidat Jamsostek Award 2026
Dihadiri Komis IX DPR RI, Tanah Bumbu Perkuat Pembangunan Keluarga dan Kependudukan
Diskominfosp Tanah Bumbu Evaluasi Layanan Aduan SP4N LAPOR!
Bupati Andi Rudi Latif Dorong Regenerasi Penari Tradisional

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:21 WITA

Layanan Jemput Bola, Bupati Andi Rudi Latif Sediakan Aktivasi IKD dan Perlinsos

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:12 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Siapkan Kredit Pinjaman Tanpa Bunga

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Bupati Tanah Bumbu Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Kalsel

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:58 WITA

Tanah Bumbu Peroleh Penghargaan Stand Terbaik di Trade Expo Indonesia 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:52 WITA

Tanah Bumbu Masuk 10 Besar Nasional Kandidat Jamsostek Award 2026

Berita Terbaru

Tanah Bumbu

Bupati Andi Rudi Latif Siapkan Kredit Pinjaman Tanpa Bunga

Senin, 19 Okt 2026 - 23:12 WITA

Tanah Bumbu

Bupati Tanah Bumbu Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Kalsel

Senin, 19 Okt 2026 - 23:02 WITA

Tanah Bumbu

Tanah Bumbu Masuk 10 Besar Nasional Kandidat Jamsostek Award 2026

Senin, 19 Okt 2026 - 22:52 WITA