BANJARMASIN – Lama tidak terdengar kabarnya, H. Muhidin, calon Wakil Gubernur Kalsel muncul memberikan pesan-pesan sejuk.
Muhidin, berpasangan dengan Sahbirin Noor sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, lama tidak muncul di media tapi tiba-tiba muncul dengan menyampaikan pesan-pesan sejuk.
Ketidak munculan Muhidin bukan berarti tidak memperhatikan perkembangan isu, Muhidin mengakui tetap mengikuti perkembangan isu-su di media online dan medsos seperti instagram, facebook dan twitter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Muhidin juga memperhatikan isu akhir-akhir ini yang banyak tudingankan terhadap dirinya. Bahkan mengetahui tudingan yang disampaikan langsung oleh Denny Indrayana melalui Instagram atapun Facebook. Denny menuduh Sahbirin Noor-Muhidin seolah-olah selalu berbuat culas dan membangun Kalsel hanya mengandalkan bakul purun.
“Kami tahu apa yang mereka isukan, tapi kami diam saja, karna kami mengikuti pesan guru-guru kami untuk tidak membalas langsung isu-isu yang mereka lempar,” ujarnya.
“Kami disebut politik bakul purun padahal kami hanya ingin mengangkat dan memperjuangkan bakul purun sebagai salah satu produk kearifan lokal Kalimantan Selatan,” lanjutnya.
Menurut Muhidin, apapun yang dilakukan Sahbirin-Muhidin pasti bagi pendukung 02 salah, serahkan saja kepada masyarakat menilai apakah bakul purun, bantuan Paman Birin, dan pembangunan sampai hari ini ada manfaatnya. soal kekurangan, dia menilai setiap pemerintahan pasti ada kekurangannya.
“Kita sebaiknya berbaik sangka saja, apalagi ini menjelang bulan suci ramadhan. Mudah-mudahan keberkahan bulan suci ramadhan dapat kita raih,” harapnya.
Muhidin menilai Sahbirin Noor sosok yang sabar, tidak mudah terpancing isu, dan lebih suka berpenampilan sederhana, merakyat.
“Sahbirin itu orangnya sangat sabar, walaupun dia seorang Karateka Dan III tapi tetap tidak pernah menyakiti orang lain apalagi memukul orang, beda dengan yang disana (Tim Denny memukul warga masjid Nurul Iman),” ungkapnya.
Keterkaitan Sahbirin Noor dengan keturunan Allahu yarham Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari ternyata masih bersambung, hanya saja tidak mau untuk publikasikan.
“Sahbirin itu masih ada Zuriat dari guru Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari, mungkin itu yang jadi pertimbangan sehingga beliau tidak begitu menanggapi isu-isu yang tuduhkan,” katanya.
Baginya adab itu lebih penting dibandingkan harus nyinyir setiap hari di sosmed apalagi menfitnah orang lain.
“Biarlah Denny Indrayana mainkan isu, adab itu lebih tinggi dari pada ilmu. Bagi kami, kami hanya ingin memastikan kemenangan dalam PSU ini,” pungkasnya.