Guru Hidayatullah Ajak Jamaah Pertajam Komando di Bawah Kepemimpinan Zairullah Azhar

- Editor

Senin, 6 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANAH BUMBU – “Satu kalimat, satu instruksi, laksanakan segala perintah. Yakin Tanah Bumbu akan lebih baik di kemudian hari. Tanah Bumbu Bersujud menuju serambi madinah” Kata Guru Hidayatullah saat menyampaikan tausiah setelah sholat dhuha di Kantor Bupati Tanah Bumbu, Gunung Tinggi. Senin, (6/12/2021).

Guru Hidayatullah menyampaikan pentingnya membangun komitmen bersama di bawah satu garis komando kepemimpinan, apa lagi saat ini Tanah Bumbu punya hajat besar untuk membangun Tanah Bumbu secara fisik, diantara program infrastruktur yang akan diwujudkan adalah membangun Bendungan Kusan disertai pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas listrik 41 megawatt, dan upaya mendapatkan hak Tanah Bumbu melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Guru Hidayatullah mengajak jamaah sholat dhuha, yang terdiri dari pegawai pemkab, untuk menyatukan dan menguatkan kepemimpinan karena dalam persatuan itu terdapat pertolongan Allah Swt. Islam itu sendiri dibangun atas persatuan dan komando dalam satu kepemimpinan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketika Nabi Saw memberikan intruksi kepada para sahabat maka seluruh sahabat berkata sami’na wa ato’na (kami dengar dan kami patuhi).” Kata Guru Hidayatullah.

Karna pertolongan Allah ada pada persatuan, jadi ketika tidak mengikuti perintah pimpinan maka akan terjadi petaka. Guru Hidayatullah menceritakan bagaimana Nabi Muhammad berperang di lembah Gunung Uhud, membawa pasukan lengkap dengan senjata, siap untuk menghadapi peperangan. Namun karna tidak taat dalam pengikuti perintah atau komando maka petaka datang.

Sebelum peperangan dimulai, Nabi Muhammad Saw memerintahkan kepada para sahabat sekitar 100 orang, termasuk pasukan pemanah, untuk tidak meninggalkan posisi strategis di atas gunung sebelum ada instruksi.

“Apapun yang terjadi jangan turun, kalah atau menang jangan turun,” kata Guru Hidayatullah mencerikan instruksi Nabi Saw.

Terjadilah perang uhud. Awalnya pasukan kaum muslimim berhasil memukul mundur pasukan kaum quraisy dan banyak meninggalkan gonimah (harta rampasan perang). Pasukan kaum muslimin yang ada di atas gunung belum diinstruksikan untuk turun gunung atau meninggalkan tempat. Sementara pasukan kaum muslimin yang ada di bawah atau di lembah, sebagian pasukan kaum muslimin mulai memungut harta rampasan perang. Melihat kondisi tersebut, pasukan panah kaum muslimin yang ada di atas gunung bergeming dan akhirnya tergoda untuk turun mengambil harta rampasan perang, padahal belum ada perintah untuk meninggalkan posisi.

“Baapan kita di sini lah, raminya urang babagi di bawah, bungul banar kita batahan di sini. Setan masuk menggoda mereka. Ada riwayat menyatakan dari 100 orang pasukan (yang menempati posisi di atas gunung itu) hanya 7 orang yang bertahan di gunung uhud,” jelasnya.

Ketika celah itu terbuka maka pimpinan pasukan quraisy mengambil kesempatan memutari gunung uhud, menyerang pasukan panah kaum muslimin yang sisa 7 orang. Dan akhirnya kaum quraisy berhasil menguasai posisi strategis di atas gunung.

Akibatnya kaum muslimin sulit menangkis serangan kaum quraisy dari atas gunung uhud. Nabi Muhammad Saw mengalami luka parah dan para sahabat banyak yang meninggal akibat kelalaian pasukan pemanah meninggalkan posisi tanpa ada instruksi pimpinan.

“Pertolongan Allah ada pada satu instruksi pimpinan, kalau pimpinan sudah instruksikan yang baik maka seluruh jajaran harus melaksanakan instruksi tersebut dengan sebaik-baiknya. Maka yakin, di situlah pertolongan Allah. Tidak ada yang tidak mungkin di atas dunia ini kalau Allah sudah menolong atau menghendaki.” Katanya.

Guru Hidayatullah berharap, di bawah kepemimpinan Bupati Tanah Bumbu, Zairullah Azhar, dapat memajukan Kabupaten Tanah bumbu

“Satu kalimat, satu intruksi, laksanakan segala perintah. Yakin Tanah Bumbu akan lebih baik di kemudian hari. Tanah Bumbu Bersujud menuju serambi madinah,” ucapnya.

Setelah mendengarkan tausiah dari Guru Hidayatullah, Bupati Zairullah dalam sambutannya, mengajak jamaah agar selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan dan berdoa agar segala hajat Tanah Bumbu dapat dikabulkan oleh Allah Swt. Zairullah mengingatkan kepada semua jajaran Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu agar mendoakan program Bendungan Kusan segera terwujud dan upaya pemerintah kabupaten untuk mendapatkan hak-hak pendapatan asli daerah (PAD), yang dapat digunakan untuk membangun Tanah Bumbu yang lebih baik lagi. (MAS)

Berita Terkait

Pelatihan Konvensi Hak Anak Libatkan 471 Kader Posyandu Tanbu
Pemkab Tanah Bumbu Peringati Harkitnas ke-16
Bupati Tanbu Buka Pelatihan Pasukan Pemadam Kebakaran
Disbudporpar Tanbu Gelar Penulisan Sastra
Atlet Tinju Tanbu Kalahkan HST
Bupati Tanbu Hadiri Pelantikan 60 PKK Tanbu
Tim Penilai Lomba Perpustakaan Kunjungi SMAN 1 Angsana
Perkimtan Tanbu Sosialisasi Bantuan Rumah

Berita Terkait

Senin, 20 Mei 2024 - 16:24 WIB

Pelatihan Konvensi Hak Anak Libatkan 471 Kader Posyandu Tanbu

Senin, 20 Mei 2024 - 16:03 WIB

Pemkab Tanah Bumbu Peringati Harkitnas ke-16

Jumat, 17 Mei 2024 - 11:58 WIB

Disbudporpar Tanbu Gelar Penulisan Sastra

Jumat, 17 Mei 2024 - 10:53 WIB

Atlet Tinju Tanbu Kalahkan HST

Jumat, 17 Mei 2024 - 09:52 WIB

Bupati Tanbu Hadiri Pelantikan 60 PKK Tanbu

Jumat, 17 Mei 2024 - 09:44 WIB

Tim Penilai Lomba Perpustakaan Kunjungi SMAN 1 Angsana

Kamis, 16 Mei 2024 - 14:55 WIB

Perkimtan Tanbu Sosialisasi Bantuan Rumah

Kamis, 16 Mei 2024 - 12:49 WIB

Serambi Madinah: Ini Empat Perjanjian Antara Allah dan Manusia

Berita Terbaru

Oplus_131072

Tanah Bumbu

Pelatihan Konvensi Hak Anak Libatkan 471 Kader Posyandu Tanbu

Senin, 20 Mei 2024 - 16:24 WIB

Tanah Bumbu

Pemkab Tanah Bumbu Peringati Harkitnas ke-16

Senin, 20 Mei 2024 - 16:03 WIB

Khazanah

Hindari ini agar Asam Urat dan Kolesterol Tidak Melonjak

Jumat, 17 Mei 2024 - 19:30 WIB