TANAH BUMBU, Goodnews.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Bumbu (Tanbu) melalui Dinas Sosial (Dinsos) kembali merealisasikan program perlindungan sosial dengan menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia) Tahun Anggaran 2025.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Daerah dalam memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat rentan di Bumi Bersujud, dilaksanakan secara simbolis di aula kantor Dinas Sosial Tanbu, Senin (12/1/2026).
Bupati Tanbu Andi Rudi Latif diwakili Kepala Dinsos Tanbu Lita Hamita, menyampaikan sambutannya bahwa penyaluran bansos tahun ini tidak lagi sekadar pemberian bantuan pangan. Dalam hal ini Pemerintah Daerah menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala bagi para penerima manfaat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bapak Bupati berpesan agar setiap penerima bantuan sosial dipastikan kondisi kesehatannya. Jika ditemukan kendala dalam mengakses fasilitas medis, Dinas Sosial wajib berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat untuk memfasilitasi layanan kesehatan secara cepat,” ujar Lita Hamita.
Sebelumnya, Bupati Tanbu juga memberikan instruksi khusus kepada seluruh aparat desa yang bertugas mendistribusikan bantuan ke rumah-rumah warga. Aparat desa diminta tidak hanya menyerahkan paket bantuan, tetapi juga melakukan pemetaan kondisi sosial ekonomi keluarga penerima secara menyeluruh.
Sebagai langkah mensukseskan program ini, terdapat beberapa poin utama yang menjadi fokus monitoring sebagai berikut:
- Kelayakan Hunian, yakni segera melapor jika ditemukan rumah warga tidak layak huni untuk ditindaklanjuti dengan program renovasi atau bedah rumah.
- Pendidikan Anak, yakni memastikan tidak ada anak dalam keluarga penerima bansos yang putus sekolah.
- Akses Layanan Dasar, yakni menjamin hak-hak masyarakat atas jaminan kesehatan dan administrasi kependudukan telah terpenuhi.
“Pemerintah tidak ingin warga hanya bertahan dengan bantuan sembako atau santunan tunai triwulanan. Kita harus menggali lebih dalam; bagaimana kondisi rumahnya, bagaimana pendidikan anak-anaknya. Kita ingin memastikan ada keberlanjutan kualitas hidup yang lebih baik,” sambung Lita saat menyampaikan arahan Bupati.
Selain aspek bantuan pokok, Pemkab Tanbu juga tengah merancang program kemandirian bagi penyandang disabilitas yang masih produktif. Fokus pemerintah ke depan adalah memberikan stimulus berupa bantuan usaha dan pelatihan keterampilan.
“Tujuannya adalah pemberdayaan. Bagi anak-anak disabilitas yang memiliki potensi, kita akan dorong melalui program kemandirian agar mereka mampu berdaya secara ekonomi sesuai kemampuan yang dimiliki, sehingga tidak selamanya bergantung pada bantuan sosial,” pungkasnya.
Dengan pendekatan komprehensif ini, Pemerintah Daerah Tanbu berharap angka kemiskinan ekstrem dapat terus ditekan melalui sinergi layanan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi yang tepat sasaran. (Iq)











