Daya Rusak Peristiwa OTT di Kalsel

- Editor

Minggu, 13 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saya baru merasakan kebenaran apa yang pernah diucapkan Luhut Binsar Pandjaitan tahun 2022 lalu, “Kita ngapain bangsa ini kita pamer-pamer OTT-OTT melulu, bangga lihat itu? OTT Rp 50 juta, Rp100 juta. Kau ndak pernah cerita berapa mereka menghemat triliunan-triliunan,” kata Luhut dikutip dari CNN Indonesia.

Ini menjelaskan bahwa pertama, kerja bagus tetapi tetap harus mempertimbangkan efektif efisien anggaran. Kedua, utamakan pencegahan dari pada terjadi korupsi.

Jika dihubungkan dengan peristiwa OTT di Kalimantan Selatan, yang dianggap melibatkan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, Selasa (8/10/2024). Saya benar-benar merasa bahwa OTT tidak lebih penting dari pencegahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Justru akibat dari OTT, membuat sekelompok orang bersorak-sorak menggunjing status tersangka Gubernur Kalsel, yang terkenal dengan tagline ‘bergerak’ dan ‘jangan jadi pangoler.’

Melihat perilaku sorak-sorak kelompok masyarakat ini menandakan jiwa yang sakit, karena senang melihat orang sengsara atau jatuh.

Sangat jelas di media sosial Facebook, Instagram, tiktok, dan X, begitu masif menyebarkan bahkan memposting ulang status tersangka Paman Birin dan mencatut nama Haji Isam secara berlebihan.

Belum lagi, saat ini sisa 45 hari pencoblosan Pilkada 27 November 2024, membuat aksi OTT seolah-olah langkah politik untuk memutus pergerakan Paman Birin mendukung istrinya Acil Odah dalam memenangkan pada Pilgub Kalsel 27 November 2024. Sehingga lengkaplah bahwa ada apa-apanya terhadap peristiwa OTT di Kalsel dan penetapan status tersangka Sahbirin Noor.

Baca Juga :  Lapor SPT Tahunan Semakin Mudah Melalui Website Coretax

Sebagian masyarakat yang simpati dengan Paman Birin mungkin hanya mengucapkan istigfar, tapi beda dengan mereka yang membenci Paman Birin, seolah hasrat mereka terpuaskan.

Saya hanya ingin menyampaikan kebenaran yang disampaikan oleh Luhut Binsar Panjaitan, “Apa yang dibanggakan dari peristiwa OTT.” Saya juga menilai betapa OTT itu benar-benar tidak estetik dalam demokrasi Indonesia.

Mengapa tidak lebih mengedepankan pencegahan, mengapa sistem pengadaan tidak sanggup mencegah korupsi, mengapa uang pencairan proyek tidak digunakan untuk pelaksanaan tender tapi malah dipakai untuk membayar fee, mengapa harus melibatkan pejabat Kepala dinas atau kepala bidang, padahal pengadaan juga sudah diawasi oleh KPK.

Lantas masih saja terjadi korupsi, pasti ada yang salah dengan sistem yang selama ini digunakan. Saya berasumsi bahwa korupsi terjadi bukan karena ada pelaku tetapi karena sistem memberikan peluang untuk korupsi.

Atau bisa jadi karena faktor eksternal yang memberikan tekan untuk melakukan korupsi. Saya juga berasumsi bahwa keadilan dan keberpihakan kepada pengusaha lokal juga belum tergambarkan dalam tender-tender sehingga selalu ada kompetisi tidak sehat untuk mendapatkan proyek, di sisi lain juga ada perusahaan sekarat karena tidak pernah dapat proyek sekalipun kontraktornya jujur.

Baca Juga :  Mas Elon, Kita, dan Kaos Oblong

Sehingga sistem pengadaan barang dan jasa di Indonesia harus menemukan formula baru yang mengedepankan keadilan dan memberikan peluang yang sama bagi pelaku usaha utamanya pengusaha lokal.

Jika alasannya tidak terampil dan tidak mampu, lantas kemana saja upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas mereka.

Kembali ke soal OTT di Kalsel. Tindakan OTT punya daya hancur lebih kuat terhadap tersangka. Nama dan karir tersangka pasti suram, dan susah untuk pulih, apalagi bangkit.

Alangkah estetiknya bila anti korupsi lebih mengutamakan pencegahan, daripada menjatuhkan jabatan dan karir seseorang. Atau jangan-jangan sistem juga sudah terjangkit penyakit suka menjatuhkan jabatan dan karir seseorang.

Penulis: M. Akram Sadli, Anggota Kadin Kalsel

📢 Bagikan artikel ini:

💡 Tips: Pilih style "Minimal" untuk tampilan thumbnail terbaik di WhatsApp

🖼️ Share Dengan Thumbnail

📱 Share Simple 🔥 Share Unique ⭐ Share Premium
🎯 Pilih style yang sesuai kebutuhan Anda

Berita Terkait

Momentum Peresmian Sekolah Rakyat dan Peta Kekuasaan Nasional
Kisruh PBNU: Muktamar Bersama dan Arah Organisasi yang Terlupakan
Rajin Nabung Cekik Rakyat Kalsel
Lapor SPT Tahunan Semakin Mudah Melalui Website Coretax
Jumat Kelabu 23 Mei di Banjarmasin: Luka, Ingatan, dan Harapan
Kebenaran Harus Diperjuangkan
UNU Kalsel dan Panggung Sandiwara
Dozerisasi Pilkada Kalsel 2024

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 11:59 WIB

Momentum Peresmian Sekolah Rakyat dan Peta Kekuasaan Nasional

Jumat, 26 Desember 2025 - 12:45 WIB

Kisruh PBNU: Muktamar Bersama dan Arah Organisasi yang Terlupakan

Jumat, 21 November 2025 - 10:43 WIB

Rajin Nabung Cekik Rakyat Kalsel

Rabu, 22 Oktober 2025 - 11:01 WIB

Lapor SPT Tahunan Semakin Mudah Melalui Website Coretax

Minggu, 25 Mei 2025 - 20:41 WIB

Jumat Kelabu 23 Mei di Banjarmasin: Luka, Ingatan, dan Harapan

Berita Terbaru

Tanah Bumbu

Dinsos Tanbu Salurkan Bantuan Bagi Disabilitas dan Lanjut Usia

Selasa, 13 Jan 2026 - 20:34 WIB

Tanah Bumbu

Pemkab Tanbu Komitmen Sukseskan Program Sekolah Rakyat

Selasa, 13 Jan 2026 - 20:27 WIB

Kotabaru

Kotabaru Raih Penghargaan Terbanyak di Kalsel

Selasa, 13 Jan 2026 - 19:19 WIB