Cegah Korban Berulang, Pemdes Barokah Pasang Larangan di Area Kolam Retensi

- Editor

Rabu, 10 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANAH BUMBU, Goodnews.co.id – Pemerintah Desa Barokah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, mengambil langkah konkret menjaga keselamatan dan mencegah peristiwa korban tenggelam dengan memasang larangan di area Kolam Retensi di kawasan permukiman Desa Barokah.

Pemasangan papan larangan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Barokah, Markuad, bersama perangkat desa sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap potensi kecelakaan yang dapat terjadi di lokasi tersebut, khususnya bagi anak-anak dan remaja yang kerap menjadikan area kolam retensi sebagai tempat bermain maupun berenang.

Menurut Markuad, langkah ini dilakukan sebagai respons atas peristiwa tragis yang belum lama ini terjadi, yakni meninggal dunianya seorang anak berusia 10 tahun bernama Oktovelo Kandy Irwan akibat tenggelam di kawasan kolam retensi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peristiwa yang menimpa ananda Oktovelo Kandy Irwan menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan anak-anak merupakan tanggung jawab bersama. Kejadian ini harus menjadi pelajaran berharga agar tidak ada lagi korban serupa di kemudian hari,” ujar Markuad saat ditemui di lokasi pemasangan papan larangan.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan papan informasi dan larangan tersebut bertujuan memberikan edukasi sekaligus peringatan kepada masyarakat mengenai bahaya yang dapat mengancam apabila beraktivitas di sekitar kolam retensi yang bukan diperuntukkan sebagai tempat wisata maupun sarana rekreasi.

Baca Juga :  Gemilang, Futsal Putra Tanah Bumbu Raih Medali Emas

Kolam retensi memiliki fungsi utama sebagai sarana pengendalian dan penampungan air untuk mengurangi risiko banjir. Kondisi kedalaman air yang tidak menentu, struktur dasar kolam yang licin, serta minimnya fasilitas keselamatan menjadikan area tersebut berisiko tinggi bagi masyarakat, terutama anak-anak.

“Kami berharap seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, dapat meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka agar tidak bermain atau berenang di kawasan kolam retensi. Kesadaran dan kepedulian bersama sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya musibah,” tambahnya.

Markuad juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang turut berperan dalam upaya pencegahan tersebut, mulai dari Ketua RT, Ketua RW, tokoh masyarakat hingga aparat kepolisian yang selama ini membantu memberikan edukasi dan pengawasan kepada warga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, Ketua RT dan RW serta jajaran kepolisian yang telah ikut membantu dalam upaya menjaga keselamatan lingkungan,” katanya.

Lebih lanjut, Pemerintah Desa Barokah berkomitmen untuk terus melakukan pendataan terhadap titik-titik yang dianggap rawan serta memasang papan peringatan di sejumlah lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Selain itu, pemerintah desa juga akan memperkuat koordinasi dengan pihak kecamatan, instansi terkait, dan aparat kepolisian guna meningkatkan sosialisasi mengenai bahaya aktivitas di area-area berisiko tinggi.

Baca Juga :  Tantangan Mengikuti Lomba, Server JIKN dan SIKN Down

“Pemasangan papan informasi ini merupakan bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kolam retensi bukanlah destinasi wisata, bukan tempat berenang, dan bukan pula area bermain bagi anak-anak maupun remaja. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama yang harus kita jaga bersama,” tegas Markuad.

Melalui langkah preventif ini, Pemerintah Desa Barokah berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga area kolam retensi tidak lagi dijadikan lokasi bermain atau berenang. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, diharapkan tidak ada lagi kejadian yang membahayakan keselamatan warga, khususnya anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa.

Rahman Sekdes Pemerintah Desa Barokah mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, mematuhi imbauan keselamatan, serta mengingatkan satu sama lain demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari risiko kecelakaan, “Ungkapnya. (dir)

📢 Bagikan artikel ini:

💡 Tips: Pilih style "Minimal" untuk tampilan thumbnail terbaik di WhatsApp

🖼️ Share Dengan Thumbnail

📱 Share Simple 🔥 Share Unique ⭐ Share Premium
🎯 Pilih style yang sesuai kebutuhan Anda

Berita Terkait

Eryanto Rais: Publik Communication Summit 2026 Jadi Momentum Bangun Kepercayaan Masyarakat
LPJ APBD 2025, Tanah Bumbu Raih WTP 13 Kali dari BPK
Tanah Bumbu Kirim 2 ASN Ikuti Kepemimpinan Nasional Tingkat II 2026
Disdukcapil Tanah Bumbu Luncurkan Inovasi ‘Sigap Beraksi’
PKP Angkatan IV 2026, Andi Rudi Latif Pesan ASN Sebagai Agen Perubahan Pelayanan Publik
Dinas Sosial Tanah Bumbu Gelar Konsultasi Publik Tingkatkan Layanan Masyarakat
Pelatihan Rolade Ikan, DWP Tanah Bumbu Dorong Ekonomi Keluarga
Dekranasda Tanah Bumbu Fokus Tingkatkan Daya Saing UMKM Lokal

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:23 WITA

Eryanto Rais: Publik Communication Summit 2026 Jadi Momentum Bangun Kepercayaan Masyarakat

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:12 WITA

LPJ APBD 2025, Tanah Bumbu Raih WTP 13 Kali dari BPK

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:31 WITA

Tanah Bumbu Kirim 2 ASN Ikuti Kepemimpinan Nasional Tingkat II 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:21 WITA

Disdukcapil Tanah Bumbu Luncurkan Inovasi ‘Sigap Beraksi’

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:53 WITA

PKP Angkatan IV 2026, Andi Rudi Latif Pesan ASN Sebagai Agen Perubahan Pelayanan Publik

Berita Terbaru

Tanah Bumbu

LPJ APBD 2025, Tanah Bumbu Raih WTP 13 Kali dari BPK

Jumat, 12 Jun 2026 - 14:12 WITA

Tanah Bumbu

Tanah Bumbu Kirim 2 ASN Ikuti Kepemimpinan Nasional Tingkat II 2026

Jumat, 12 Jun 2026 - 13:31 WITA

Tanah Bumbu

Disdukcapil Tanah Bumbu Luncurkan Inovasi ‘Sigap Beraksi’

Jumat, 12 Jun 2026 - 13:21 WITA