KOTABARU, Goodnews.co.id – Wakil Bupati Kotabaru Shairi Mukhlis menyampaikan Rancangan APBD Perubahan Kabupaten Kotabaru 2026 menurun drastis dari tahun sebelumnya, dalam rapat paripurna DPRD, Senin 3/8/2026.
Ia menyampaikan bahwa kondisi di seluruh daerah di Indonesia masih menunggu Dana Bagi Hasil Kekurangan Bayar (DBH KB) yang belum direalisasikan.
Saat ini, pendapatan daerah sebesar 2,7 triliun rupiah, sedangkan beban belanja di APBD Perubahan mencapai 3,6 triliun. ada selisih hampir 800 miliar.
Pihaknya pun berharap di Oktober mendatang ada kabar baik DBH KB Kotabaru yang jumlahnya hampir 794 miliar dibayarkan.
“Ketika ini dibayarkan, saya yakin program yang disusun Insyaallah bisa dibiayai,” ujar Syairi.
Sebaliknya, konsekuensi jika DBH KB tidak terealisasi, maka ada program yang diberi bintang tersendiri.
Ia pun mengajak ini jadi perhatian bersama DPRD, terutama dalam pembahasan APBD Perubahan.
Ia juga mengajak tiap SKPD untuk memperhatikan ini, mengingat di tahun pertama pemerintahan baru sudah biasa terjadi efisiensi anggaran.
“Biasanya ini berlangsung di tahun pertama dan kedua, tahun ketiga dan keempat kembali mulai diguyur anggaran besar.
Catatannya, di 2024 APBD Kotabaru hampir mencapai 5 triliun, kemudian di 2025 masih di angka 5 triliun lebih.
Kemudian memasuki awal 2026, langsung drop di angkat 3,3 triliun, ini akan berlanjut di tahun kedua dan kemungkinan di tahun ketiga.
“Insya Allah tahun keempat ABPD murni akan kembali normal, kita sama-sama berharap, minimal di angka 3,6 triliun,” ucap Syairi. (dir)








