Penderita Gula Darah di Indonesia Selalu Meningkat, Kenali Penyebab dan Solusinya

- Editor

Jumat, 17 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANAH BUMBU, Goodnews.co.id – Data International Diabetes Federation (IDF) menyatakan bahwa jumlah penderita gula darah tinggi mencapai 10,7 juta pada tahun 2019. Berdasarkan data IDF, penderita gula darah tinggi di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2021 jumlah penderita sudah mencapai 19,5 juta orang. Maka dari itu, pentingnya menyadari bahaya gula darah tinggi yang bisa memicu munculnya penyakit diabetes.

Penderita Gula Darah Tinggi membutuhkan perhatian yang lebih serius. Sebab, bahaya dari gula darah tinggi tidak bisa disepelekan karena berujung pada penyakit kardiovaskular. Namun, kabar baiknya masih ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kondisi gula darah tinggi.

Penderita diabetes tidak memandang usia. Oleh karena itu setiap orang perlu mengenali ciri-ciri diabetes di usia muda.

Memahami Gula Darah Tinggi:
Gula darah tinggi atau hiperglikemia dipicu oleh beberapa penyebab dan faktor risiko, serta menunjukkan gejala yang perlu diwaspadai. Mari mulai mengenal kondisi gula darah tinggi.

Definisi Gula Darah Tinggi:
Gula darah tinggi atau hiperglikemia adalah kondisi yang terjadi ketika terlalu banyak gula atau glukosa dalam darah. Kondisi ini juga terjadi ketika tubuh memiliki kadar insulin yang terlalu sedikit atau tubuh tidak bisa mengelola insulin dengan baik atau resistensi insulin. Kondisi gula darah tinggi yang lebih sering bisa memicu penyakit diabetes.

Bagi orang yang belum didiagnosis menderita diabetes, kadar glukosa yang normal haruslah di bawah 125 mg/dL ketika sedang puasa atau tidak makan selama delapan jam. Untuk penderita prediabetes, kadar glukosa darah yang wajar berada dalam rentang 100 mg/dL sampai 125 mg/dL. Jika sudah didiagnosis menderita diabetes, hiperglikemia terjadi ketika kadar gula darah lebih besar dari 180 mg/dL ketika dicek setelah 1-2 jam setelah makan.

Penyebab Gula Darah Tinggi:
Berikut beberapa penyebab umum terjadinya hiperglikemia pada seseorang, dilansir dari Prudential.

Baca Juga :  Temui Gubernur Kalsel, Andi Rustianto Sampaikan KNPI Siap Bersinergi dengan Pemerintah

Pertama, faktor genetik atau penyakit turunan.

Kedua, pola makan yang tidak sehat dan sering mengonsumsi makanan yang mengandung gula atau karbohidrat berlebihan.

Ketiga, kurangnya aktivitas fisik.

Keempat, kondisi kesehatan yang buruk.

Kelima, stres.

Keenam, mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti steroid.

Ketujuh, baru saja menjalani operasi.

Gejala Gula Darah Tinggi:
Kondisi gula darah tinggi bisa dikenali melalui beberapa tanda atau gejala. Ketika mengenali tanda-tanda seperti berikut, segeralah memperbaiki gaya hidup agar bisa mencegah hiperglikemia agar tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.

Pertama, gejala awal hiperglikemia, yakni rasa haus dan lapar yang berlebihan, sakit kepala, penglihatan kabur, sering buang air kecil.

Kedua, gejala hiperglikemia lanjutan atau jangka panjang, yakni mudah merasa lelah, penurunan berat badan secara sinifikan, infeksi pada area vagina, infeksi kulit, luka yang sulit sembuh.

Bahaya Gula Darah Tinggi:
Gula darah tinggi merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena bisa berkembang menjadi penyakit. Berikut beberapa penyakit yang timbul akibat gula darah tinggi:

Pertama, Penyakit Kardiovaskular.

Gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan saraf yang berada di sekitar jantung. Secara perlahan kerusakan ini bisa menyebabkan penyakit kardiovaskular, terutama penyakit jantung.

Kedua, Neuropati.

Neuropati adalah kerusakan saraf yang bisa memengaruhi sistem saraf pusat dan saraf tepi. Penyakit ini terjadi karena gula darah tinggi merusak saraf di seluruh tubuh. Salah satu jenis neuropati karena gula darah tinggi adalah neuropati diabetik yang biasanya merusak saraf di tangan dan kaki. Neuropati diabetik juga menyebabkan masalah pada sistem pencernaan, saluran kemih, pembuluh darah, dan jantung.

Ketiga, Gangguan Ginjal.

Ginjal terdiri dari jutaan filter kecil yang dikenal dengan istilah nefron. Gula darah tinggi dapat merusak nefron dan pembuluh darah di area ginjal sehingga tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Salah satu penyakit ginjal yaitu gangguan ginjal kronis yang bisa diketahui setelah didiagnosis oleh dokter.

Baca Juga :  Pegawai Pemkab 'Serambi Madinah' Rugi Jika Tidak Soleh

Cara Mencegah Gula Darah Tinggi:
Kondisi hiperglikemia masih bisa dicegah melalui perubahan gaya hidup. Selain itu, lakukan juga langkah lain seperti mengelola stres dan mengontrol berat badan untuk mencegah gula darah tinggi supaya tidak menjadi penyakit kronis.

Pertama, perubahan Gaya Hidup

Mengubah gaya hidup berarti perlu mengatur pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik. Pilihlah makanan yang sehat dan memiliki gizi seimbang. Hindari makanan dengan kandungan gula dan karbohidrat yang tinggi. Karbohidrat dalam tubuh akan diubah menjadi glukosa yang bisa memicu tingginya gula darah. Tingkatkan juga aktivitas fisik dengan berolahraga secara teratur.

Kedua, mengelola Stres

Stres bisa menjadi salah satu penyebab naiknya kadar gula darah dalam tubuh. Wajar saja jika sering merasa stres, namun harus bisa mengelolanya dengan baik. Lakukan meditasi, yoga, atau aktivitas relaksasi lainnya yang bisa mengurangi perasaan stres dalam diri.

Ketiga, mengontrol Berat Badan.

Gula darah tinggi juga bisa terjadi jika berat badan terlalu berlebihan (overweight). Jagalah berat badan agar tetap ideal dengan cara mengonsumsi makanan sehat. Lakukan juga olahraga secara teratur untuk mengontrol berat badan.

Keempat, mengonsumsi obat-obatan sesuai resep dokter.

Tips ini dilakukan pada kondisi hiperglikemia yang lebih parah. Cobalah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan obat sesuai resep yang bisa menurunkan kadar gula darah. Lakukan beberapa saran dokter ketika sedang sakit. Jangan pernah melewatkan waktu minum obat atau mengganti dosis obat kecuali disarankan oleh dokter.

Kesimpulannya, bahaya gula darah tinggi perlu disadari oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Gula darah tinggi bisa menyebabkan penyakit kardiovaskular, neuropati, dan gangguan ginjal.

Selalu jaga kadar gula darah dengan menjaga pola hidup sehat sejak sekarang. Miliki juga Asuransi Kesehatan yang berguna untuk mencegah risiko finansial ketika bahaya dari gula darah tinggi tersebut datang. (E)

Berita Terkait

BUMD Indonesia Antara Keuntungan, Belenggu dan Seni Berpacu
DPR Usulkan Sekolah Kedinasan Tak Lagi Gratis
New York Times Menangkan 4 Penghargaan Pulitzer
Informasi Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia
Mega Proyek CPI Makassar Sempat Tuai Sorotan
Bumi Nene Mallomo Punya Pembangkit Listrik Tenaga Angin Terbesar di Indonesia
Analisis Induktif dan Deduktif
Lembar Observasi: Pengertian dan Contoh Kasus

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:24 WITA

BUMD Indonesia Antara Keuntungan, Belenggu dan Seni Berpacu

Jumat, 25 Juli 2025 - 09:58 WITA

DPR Usulkan Sekolah Kedinasan Tak Lagi Gratis

Senin, 30 Juni 2025 - 12:27 WITA

New York Times Menangkan 4 Penghargaan Pulitzer

Rabu, 2 April 2025 - 14:00 WITA

Informasi Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia

Jumat, 28 Maret 2025 - 14:48 WITA

Mega Proyek CPI Makassar Sempat Tuai Sorotan

Berita Terbaru

Tanah Bumbu

Sekda Tanbu Tinjau Lokasi Pencarian Orang Hilang

Selasa, 14 Jul 2026 - 17:28 WITA

Tanah Bumbu

300 Mahasiswa KKN ULM Mengabdi di Tanah Bumbu

Selasa, 14 Jul 2026 - 01:24 WITA

Tanah Bumbu

Dekranasda Tanbu Promosikan Produk UMKM Daerah di Makassar

Senin, 13 Jul 2026 - 10:05 WITA