Lomba Olah Pangan, Sekda Ajak Masyarakat Penuhi Kebutuhan Gizi

0
58

TANAH BUMBU – Sekretaris Daerah Dr. H. Ambo Sakka M.Pd membuka kegiatan lomba menu Pengembangan Pangan Lokal B2SA tingkat kabupaten di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Jalan Dharma Praja Kelurahan Gunung Tinggi.

Pada pembukaan lomba, Ambo Sakka mengajak masyarakat konsumsi makanan yang memiliki gizi seimbang, bermutu, dan sehat.

“Setidaknya masyarakat bisa teredukasi bahwa makanan itu dibutuhkan gizi yang seimbang atau menu yang bermutu hingga terjamin dan higienis dari sudut kesehatan.” Ajaknya.

Banyak pilihan makanan bergizi yang dapat meningkatkan kualitas hidup, pertumbuhan generasi yang pintar dan cerdas. Ambo Sakka mengajak masyarakat dapat memahami makanan yang sehat dan tidak sehat, serta tidak langsung memilih makanan dalam bentuk instan.

“Mereka kalau sudah lapar maka akan mencari cepat saji atau cepat dikonsumsi, sehingga diharapkan kepada ibu-ibu lebih jeli bagaimana membuat makanan itu lebih menarik bagi anak-anak hingga mengurangi jajanan yang tidak higienis, dalam hal ini inovasi sangat di butuhkan,” tutur Sekda memotivasi ibu-ibu menyajikan makanan bergizi bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan. Acara ini juga dihadiri Tim Penggerak PKK Hj. Hasnah Masude.

Lomba mengolah singkong menjadi olahan pangan yang memenuhi B2SA tersebut dihadiri oleh diikuti 12 kelompok dari setiap kecamatan yang ada di Tanah Bumbu dan dimenangkan oleh kelompok PKK asal Kecamatan Kuranji.

Pola konsumsi pangan sehat dikenal dengan istilah Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA). Pengetahuan tentang pentingnya konsumsi pangan B2SA perlu disosialisasikan sampai ke kelompok terkecil seperti keluarga, ibu memiliki peran sebagai penentu penyedia menu makanan keluarga dan kualitas konsumsi pangan keluarga. Berikut pengertian B2SA.

Beragam, artinya mengkonsumsi berbagai macam hewani maupun nabati yang memiliki karbohidrat, protein, vitamin, mineral. Setiap kelompok pangan memiliki kelebihan dan kekurangan nutrisi atau gizi tertentu sehingga konsumsi pangan yang beragam akan saling menutupi kebutuhan tubuh. Disamping itu, masyarakat juga disarankan tidak tergantung pada beras atau terigu saja.

Baca Juga :  Dibenturkan, Akhirnya Potensi PAD 1 Triliun Tanah Bumbu Hilang

Bergizi, pangan yang dikonsumsi diharapkan bergizi agar dapat mengganti jaringan tubuh yang rusak, produksi energi, mengatur metabolisme, dan keseimbangan air atau cairan tubuh lainnya yang berfungsi sebagai mekanisme pertahanan tubuh dari berbagai serangan penyakit.

Berimbang, konsumsi pangan harus berimbang. Takaran seimbang tergantung pada umur, jenis kelamin, aktifitas, ukuran tubuh, dan keadaan fisiologi. Maksudnya adalah seimbang jumlah antar kelompok pangan (makanan pokok, lauk pauk, sayur, buah) dan jumlah antar waktu (3 kali makan sehari).

Aman, bebas dari cemaran biologis, kimia, dan yang membahayakan kesehatan langsung ataupun tidak langsung.

Khusus beras, sudah banyak tanaman pangan yang dapat menggantikan posidi beras seperti ubi jalar, singkong, kentang, talas, jagung dan sebagainya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Nahrul Fajeri menyatakan bahwa Tanah Bumbu termasuk salah satu kota yang tidak tergantung lagi dengan beras karna banyak ditemukan tanaman pangan sebagai pengganti beras.

“Kita salah satu kota yang tidak tergantung lagi dengan beras.” Ungkapnya. Selasa, (19/10/2021). (MAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here