TANAH BUMBU, Goodnews.co.id – Pemerintah Wilayah Kecamatan Kusan Hilir mulai menyusun langkah strategis guna menyambut gelaran budaya tahunan Mappanre Ri Tasie atau Pesta Laut Pagatan. Persiapan awal ini dilakukan melalui rapat koordinasi bersama unsur Forkopimcam Kusan Hilir untuk memetakan rangkaian acara yang secara rutin digelar pada bulan April tersebut.
Camat Kusan Hilir, Amirullah, menyampaikan bahwa meskipun jadwal resmi pelaksanaan masih dalam tahap finalisasi, pihaknya memilih bergerak cepat guna mengantisipasi tingginya animo masyarakat dan wisatawan.
Dalam persiapan tahun ini, Amirullah mengungkapkan adanya aspirasi signifikan dari masyarakat setempat. Warga menginginkan agar seluruh rangkaian kegiatan—mulai dari prosesi ritual adat hingga panggung hiburan rakyat—difokuskan sepenuhnya di area pesisir pantai Pagatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini dinilai lebih efektif dibandingkan pola pelaksanaan tahun sebelumnya yang sempat terbagi ke beberapa titik, seperti Lapangan 7 Februari. Pemusatan di pinggir pantai diharapkan dapat empermudah pengaturan lalu lintas dan pergerakan massa dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku UMKM yang berjualan di sepanjang pesisir pantai.
“Kami menerima aspirasi agar acara berfokus di tepi pantai saja. Selain itu, muncul usulan agar laga final turnamen sepak bola Bupati Cup dilaksanakan berbarengan dengan rangkaian Mappanre Ri Tasie guna menambah kemeriahan,” ujar Amirullah, Minggu (25/1/2026).
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Amirullah menegaskan akan mengawal usulan warga Kusan Hilir untuk dibawa ke forum yang lebih tinggi. Hal ini bertujuan agar agenda di tingkat kecamatan selaras dengan rencana strategis Pemerintah Kabupaten Tambu.
“Nantinya aspirasi-aspirasi ini akan kami sampaikan kembali dalam rapat koordinasi di tingkat kabupaten agar dapat diakomodasi dan menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan,” pungkasnya.
Mappanre Ri Tasie merupakan tradisi syukuran melarung sesajen (syukuran laut) oleh masyarakat suku Bugis di Pagatan. Sebagai bentuk rasa syukur atas melimpahnya hasil laut, tradisi ini telah bertransformasi menjadi magnet pariwisata unggulan di Kabupaten Tanah Bumbu yang menarik kunjungan wisatawan domestik hingga mancanegara setiap tahunnya. (Iq)











