TANAH BUMBU, Goodnews.co.id – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengikuti Rapat Koordinasi Monitoring Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri secara daring,
Gerakan Indonesia ASRI bermakna Aman, Sehat, Resik, dan Indah, merupakan program dan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang disosialisasikan melalui kementerian.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif mengungkapkan bahwa spirit Gerakan Indonesia ASRI sebenarnya sudah menjadi napas pembangunan di Bumi Bersujud. Melalui program Aksi Jumat Bersih, sinergi lintas sektor telah terbangun kuat sejak tahun 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami di Tanah Bumbu sangat mendukung Gerakan Indonesia ASRI. Dukungan nyata kami sudah berjalan melalui Aksi Jumat Bersih yang diperkuat dengan Surat Edaran Bupati sejak tahun lalu,” tegas Bupati Senin (16/1/2026).
Menurutnya, aksi rutin setiap pekan ini bukan sekadar seremonial, melainkan melibatkan kolaborasi besar antara jajaran Pemkab, TNI, Polri, pihak swasta (dunia usaha), hingga lapisan masyarakat di tingkat desa.
Dalam rakor tersebut, terdapat poin penting yang akan segera diimplementasikan di lingkungan Pemkab Tanah Bumbu. Jika sebelumnya kerja bakti atau korvei dilakukan minimal satu kali seminggu, ke depan intensitasnya akan ditingkatkan.
Sejalan dengan visi Gerakan Indonesia ASRI, kegiatan bersih-bersih diharapkan bertransformasi menjadi aktivitas harian yang dilakukan setiap pagi sebelum jam operasional kantor dimulai.
“Ini adalah wujud nyata misi kami: ‘Menata Kota, Membangun Desa’. Kita ingin menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Kabupaten Tanah Bumbu tercatat sebagai salah satu daerah yang konsisten melaporkan pelaksanaan kegiatan bersih-bersih melalui tautan resmi yang disediakan pemerintah pusat.
Bupati Andi Rudi Latif berharap, partisipasi masyarakat dan aparatur pemerintah terus meningkat. Ia memimpikan budaya bersih bukan lagi menjadi paksaan, melainkan karakter yang mengakar kuat di tengah warga Tanah Bumbu.
“Tujuannya jelas, agar lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah benar-benar tercapai secara berkelanjutan,” pungkasnya. (dir)











