Dana Transfer Berkurang, Pemkab Kotabaru Punya 2 Solusi

- Editor

Sabtu, 4 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTABARU, Goodnews.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru menghadiri acara Focus Group Discusion ( FGD) Strategi Fiskal Daerah dalam menyikapi dana transfer Tahun 2026. Secara umum Kotabaru punya 2 pilihan.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar FGD di Aula Auditorium Idham Chalid Banjarbaru, Kamis (2/10/2025).

Dalam acara FGD ini membahas tentang pengelolaan keterbatasan anggaran menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola fiskal yang lebih transparan, akuntabel dan berorientasi pada hasil.

Gubernur Kalsel H Muhidin hadir untuk membuka langsung acara dan menyampaikan arahan kepada para kepala daerah atau yang mewakili bahwa melaksanakan FGD ini sangat penting dan strategis demi keberlangsungan pembangunan daerah Kalsel.

H. Muhidin juga meapresiasi dan mengucap terimakasih atas kehadiran para Bupati, Wakil Bupati maupun Sekda , serta para kepala SKPD atas kehadirannya dalam mengikuti kegiatan FGD tersebut.

“Saya menyerukan untuk seluruh kepala daerah agar mengurangi kegiatan kegiatan yang tidak penting seperti perjalanan dinas, hibah dan lain lain, fokus dan fokus kegiatan yang prioritas dan strategis,” ucap Muhidin.

Selanjutnya Gubernur Kalsel menyampaikan, apabila melaksanakan kegiatan tahun/jamak multiyears maka diharapkan administrasi yang baik dalam pelaksanaan dan melihat kembali regulasi, apakah cukup dengan persetujuan DPRD atau ada peraturan yang harus meminta izin kepada kementrian atau lembaga tertentu.

Kementrian Keuangan baru saja menerbitkan surat dengan Nomor S-62/PK/2025 per tanggal 23 September 2025, berisi tentang menyampaikan adanya perubahan signifikan terhadap alokasi dana transfer daerah. Jika sebelumnya rancangan pendapatan daerah anggaran tahun 2026 diproyeksikan sebesar Rp. 9.42 triliun, maka setelah penyesuaian total pendapatan daerah turun menjadi Rp. 7.42 Triliun.

Baca Juga :  Tiga Hari Pencarian, Korban Tenggelam Ditemukan Meninggal di Danau Kampung Batu Harang

“Jadi, secara khusus dana transfer pusat kedaersh juga mengalami penurunan yang sangat dratis,” Kata Gubernur Kalsel.
Gubernur kalsel juga menyampaikan rincian alokasi dana trasfer ke daerah sebagai berikut.
– Kalsel dari 4.5 Triliunan kurang 2,2 triliunn menjadi 2.3 trliun atau (-48,36℅).
– Kota Banjarmasin dar 1,4 triliun menjadi kurang 390 Milyar menjadi 1 triliun.
– Kabupaten Kotabaru sendiri dari 2.4 triliun dikurang 692 milyar menjadi 1.7 triliun (-28, 41%).
– Tanah Bumbu dari 2,8 Triliun kurang 1,4 triliun menjadi 1,4 triliun (-49.72%).
– Tabalong dari 2,3 triliun menjadi 1,3 triliun atau (-42,76%).
– Kabupaten Banjar dari 2,1 triliun menjadi 1,6 triliun.
– Barito Kuala dari 1,4 triliun turun menjadi 1,1 triliun.
– Hulu Sungai Selatan dari 1,3 triliun menjadi 1,1 triliun.
– Hulu Sungai Tengah dari 1,2 triliun turun menjadi 1 triliun.
– Hulu Sungai Utara 1,3 triliun kurang 167 milyar menjadi 1,3 triliu (-12,90%).
– Kota Banjarbaru dari 996 milyar kurang 349 milyar menjadi 616 (-36,22%).
– Tanah Laut dari 1,8 triliun menjadi kurang 465 milyar menjadi 1,3 triliun (-27,40%).
– Kabupaten Tapin dari 1,6 triliun kurang 438 milyar menjadi 1,1 triliun (-27,17%).

Baca Juga :  Tanah Bumbu Targetkan Masuk 3 Besar POPDA Kalsel 2026

“ Penurunan ini tentu saja menuntut kita untuk lebih cermat dalam Menyusun strategi fiskal ke depan, agar pembagunan tetap berjalan dan pelayanan publik kepada masyarakat tetap terjaga dengan baik,” jelas Gubernur Kalsel.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru H Eka Sapruddin, AP, mewakili Bupati Kotabaru Muhammad Rusli mengatakan, sesuai penyampaian narasumber ada 2 dua metode yang kita tangkap menaikan pendapatan dan mengurangi belanja, jadi upaya pertama pasti mengurangi belanja kita sesuaikan dengan pendapat yang ada, tetapi tidak menutup juga untuk kita upayakan agar bisa meningkatkan pendapatan.

“Yang jelas menyesuaikan pagu hasil akhir, berapa nanti kesepakatan antara DPRD dan untuk menjadi APBD murni maka disitu nanti kita sesuaikan dengan belanjanya” katanya.

Sekda menambahkan, ini adalah intruksi untuk mengurangi belanja kita dan sesuaikan dengan pedapatan, karna jika pendapatan berkurang otomatis belanja kita juga berkurang, tapi kita akan meminta yang mana strategis akan kita pertankan.

“ Pemerintah akan mengambil langkah langkah ikut dengan provinsi menyuarakan catatan kepemerintah pusat, semoga tidak ada lagi ada pemangkasan ditahun yang akan datang,” jelasnya. (Iq)

Berita Terkait

Sekolah Rakyat dan Rumah Sakit di Tanjung Lalak Jadi Prioritas Pembangunan 2027
Seni Bertutur Hebat, Reva Ramadhani Juara Lomba Bercerita Tahun 2026
Bupati Kotabaru Lantik 41 Kepala Desa: Imbau Rangkul Semua Lapisan Masyarakat
Kepala BKN RI Apresiasi Kinerja ASN Kotabaru: Tak Ada Isu Negatif Kepegawaian
Diskominfo Kotabaru Rencanakan Aturan Baru Kerja sama Pemberitaan dan Publikasi
Bupati Kotabaru Jalin Kerja Sama Telkom Transformasi Digital
Mohon Hujan, Pemkab Kotabaru Bersama Kemenag Gelar Salat Istisqa
Bunda PAUD Kalsel Kolaborasi Gelar Advokasi Dorong Anak Aktif

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:45 WITA

Sekolah Rakyat dan Rumah Sakit di Tanjung Lalak Jadi Prioritas Pembangunan 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:17 WITA

Seni Bertutur Hebat, Reva Ramadhani Juara Lomba Bercerita Tahun 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:10 WITA

Bupati Kotabaru Lantik 41 Kepala Desa: Imbau Rangkul Semua Lapisan Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:31 WITA

Kepala BKN RI Apresiasi Kinerja ASN Kotabaru: Tak Ada Isu Negatif Kepegawaian

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:02 WITA

Diskominfo Kotabaru Rencanakan Aturan Baru Kerja sama Pemberitaan dan Publikasi

Berita Terbaru