TANAH LAUT, Goodnews.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut (Tala) menghadiri acara memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus melaksanakan Haul ke-21 ulama karismatik Kalimantan Selatan, KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau yang akrab disapa Abah Guru Sekumpul.
Acara tersebut dihadiri ratusan jamaah muslim yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Mubarok, Sarang Halang, Tanah laut, Selasa (06/01/2026).
Isra Mi’raj dan Haul Guru Sekumpul ini menjadi sarana masyarakat meningkatan keimanan dan menjadi wadah silaturahmi antara Pemkab Tala, tokoh agama, dan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran Bupati Tala H. Rahmat Trianto, diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Achmad Taufik, menyampaikan sambutannnya bahwa pondok pesantren merupakan pilar utama dalam pembangunan daerah, khususnya dalam pembentukan karakter generasi muda. Pemkab Tala juga menyampaikan apresiasi khusus atas peran aktif institusi pendidikan Islam di daerah.
“Pemerintah Kabupaten Tanah Laut senantiasa mendukung kegiatan keagamaan dan pendidikan pesantren. Kami meyakini pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta mencintai persatuan dan kedamaian,” ujar Taufik.
Secara khusus, pemerintah daerah memberikan penghargaan kepada Pondok Pesantren Al Mubarok atas kontribusinya selama ini. Sebab pesantren dinilai telah sukses menjadi “laboratorium moral” untuk mencetak insan tangguh di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.
Pada momen tersebut, Achmad Taufik juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga kerukunan di Bumi Tuntung Pandang.
“Melalui momentum peringatan Isra Mi’raj dan Haul Guru Sekumpul ini, saya mengajak seluruh jemaah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa), dan ukhuwah basyariah (persaudaraan sesama manusia),” tuturnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Baznas Tanah Laut, jajaran Forkopimda, Forkopimcam Pelaihari, serta para pengasuh pondok pesantren. Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan syair-syair maulid yang menyentuh hati, doa bersama untuk keselamatan bangsa, serta tausiyah agama yang disampaikan oleh KH. Abdullah Basya. (Iq)











