Kesederhanaan Paman Birin Sang Pengemban Amanah

0
99

BANJARMASIN – Sebagian orang tidak bisa melihat sisi lain seorang Sahbirin Noor, mereka hanya melihat Sahbirin Noor atau sapaan akrabnya Paman Birin sosok yang tidak bersahaja dan eksklusif. Padahal Sahbirin Noor adalah orang yang suka keterbukaan dan kesederhanaan.

Mungkin sudah banyak yang melihat Sahbirin Noor atau Paman Birin, langsung turun ke parit bergabung dengan warga bersih-bersih, menyapu masjid, turun ke sawah menanam padi. Tapi entah bagaimana apa yang dilakukan itu selalu diisukan miring. Berat memang, menunjukkan sesuatu yang baik karna sesuatu yang baik itu belum tentu dinilai baik bagi orang lain. Selama ini banyak orang selalu mencari kesalahan Sahbirin Noor tapi sayang mereka tidak menemukan kecuali melempar isu-isu yang memperburuk citra Sahbirin Noor.

Sahbirin Noor lahir di Banjarmasin tanggal 12 November 1967, sekolah di Madrasah Ibtidaiyah TPI Budi Mulia Sungai Jingah Banjarmasin, SMP Negeri 10 Banjarmasin, dan pendidikan SI diperoleh dari Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari daan S2 di Universitas Putra Bangsa kota Surabaya.

Sahbirin Noor terpilih menjadi Ketua DPD Partai Golkal Provinsi Kalimantan Selatan dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di Kantor DPP Golkar Jakarta tahun 2017. Saat itu dia menyampaikan bahwa dia dan kader golkar akan bergerak bersama-sama memajukan Kalimantan Selatan. Tanggal 17 Juli 2020 Sahbirin Noor kembali terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Selatan.

Setelah menang pilkada Gubernur Kalimantan Selatan tahun 2015 berpasangan dengan Rudy Resnawan, Sahbirin kembali mencalonkan diri pada pilkada Gubernur Kalimatan Selatan tahun 2020. Pilkada tanggal 9 Desember 2020 sampai saat ini belum ada pemenangnya, karena lawan politiknya Denny-Difri mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi mengenai perselisihan suara sebanyak 8.127 suara  dan perolehan suara Sahbirin-muhidin. Denny-Difri mendapatkan suara 843.695 (49.76 persen) Sahbirin-Muhidin 851.822 (50,24 persen). Setelah diperkarakan di Mahkamah Konstitusi, MK akhirnya memutuskan bahwa beberapa TPS harus diulang melalui Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Keputusan itu disambut dengan sholat hajat oleh Paman Birin, sambil menyiapkan strategi untuk kembali merebut hati rakyat dalam pemilihan PSU pada 9 Juni 2021. Menurut Paman Birin, hasil keputusan MK harus disambut sebagai bagian dari kemajuan demokrasi Indonesia dan mempersiapkan diri berkompetisi dengan Denny Indrayana mendapatkan kursi kepemimpin Kalimantan Selatan.

Melihat kepemimpinan Sahbirin 2015-2020, ada beberapa bukti yang dapat menunjukkan kesederhanaan Sahbirin, bisa dilihat saat peristiwa makan siang bersama petani di Pondok Sawahan Desa Sungai Batang, kecamatan Martapura Barat. Hidangan yang sangat sederhana tetap dihargainya sebagai karunia Allah. Makanan yang disajikan Garinting Sapat (ikan sapat kering) disantap dengan lahap. Joke-joke ringan Paman Birin menambah hangatnya pembicaraan antara warga biasa dengan gubernurnya. Marliah menuturkan bagaimana sosok seorang Sahbirin Noor yang ramah dan peduli.

“Kami sangat senang dengan sosok Paman Birin (Sahbirin Noor), beliau tidak hanya ramah tetapi juga humoris dan memiliki kepedulian dengan masyarakat” tutur Marliah.

Masih menurut Marliah, meski Paman Birin seorang Gubernur, dalam keseharian Sahbirin tidak sungkan membaur dengan warga dan turun ke sawah menanam padi bersama petani.

Noordiah salah satu petani dari Desa Sungai Batang menilai Paman Birin termasuk salah satu pemimpin yang gemar bekerja, buktinya Paman Birin bersama para petani menanam bibit padi.

“Beliau termasuk sosok pemimpin yang memiliki semangat tinggi, gemar bekerja dan memberikan teladan untuk selalu berikhtiar. Kami sangat termotivasi dengan keteladanan yang dicontohkan, bekerja keras dan bekerja gembira,” kata Noordiah. (10/2018).

Kegiatan seperti ini dinikmati oleh Paman Birin, bisa dibuktikan pada hari yang berbeda (2018). Saat itu setelah peletakan batu pertama pembangunan kantor sekretariat Pondok Pesantren Takhassus Diniyah Jalan Handil Gayam Desa Kampung Baru Kecamatan Beruntung Baru. Paman Birin kembali ikut gotong royong menebar bibit padi bersama petani Desa Sungai Batang Kecamatan Martapura.

Begitulah Paman Birin mudah diajak bersama masyarakat bergotong royong dan menikmati kesederhanaan. Gaya sederhana, baju kaos, sarung dililitkan di badan, kopiah hitam. Meski Paman Birin begitu sederhana tapi ada saja orang yang iri dengan kesederhanaannya.

Banyak yang merindukan Paman Birin, dia tidak banyak bicara tapi selalu ada waktu hadir ditengah-tengah warganya.

Ini mengingatkan pemimpin sahabat Nabi, Umar bin Khattab, Khalifah kedua setelah Abu Bakar, selalu berpakaian sederhana baik sebelum dan saat menjadi khalifah. Kesederhanaanya disaksikan Raja Hurmuzan Raja Persia. Walau jabatannya tinggi tapi dia dengan kesederhanaan bisa tidur pulas di beranda masjid dengan bantal mantel yang dipakainya sehari-hari.

Kesederhanaan Umar bin Khattab juga terlihat saat berkunjung bersama ajudannya ke Yerussalem, hingga Uskup Severinus  tidak dapat membedakan antara khalifah Umar dan ajudannya karena kesederhanaan pakaian yang dipakainya.

Kesederhanaan Umar bin Khattab ada kemiripan dengan Paman Birin yanh kesederhana, Paman Birin bisa tidur di kursi, bisa juga berbaring di perahu kecil, dan baju kaos yang melepaskan pangkat dan jabatannya, serta aksi langsung turun kerja lapangan yang biasa dilakukan pegawai bawahan.

Kesederhanaan perilaku terpuji Paman Birin itu mungkin diwarisi dari kakek-kakeknya, salah satunya adalah Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari, salah satu wali banua yang ada di Kalimantan Selatan. (MAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here