TANAH BUMBU, Goodnews.co.id – Kabakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) benar-benar menjadi tantangan masyarakat dalam memadamkan api di musim kemarau.
Awalnya asap kecil Jalan Arjuna, kemudian menyeberang ke Perumahan Rabbani Mandiri, berputar ke utara, timur, selatan, kemudian ke arah barat, benar-benar mengelilingi kawasan perumahan dan rumah warga.
Api kecil yang datang bermula pada hari Kamis (22/10/2026) sampai hari Minggu sore (25/10/2026). Setelahnya pun masih ada titik-titik api yang sempat menyala namun bisa dipadamkan oleh Tim Karhutla Tanah Bumbu.
Tim Karhutla kurang lebih 10 orang juga dibantu Lurah Batulicin Amran Buhari Amri, Ketua RT 18 Rizaldi, dan warga secara bergantian melawan penyebaran api.
Tim Karhutla terdiri dari Posko Damkar Batulicin, TNI, Polri, BPBD, dan Tiga unit mobil pemadam kebakaran serta mobil tangki air juga diturunkan untuk membantu penyiraman di titik-titik api.
Setelah berjuang selama tiga hari berturut-turut, pada Minggu sore api akhirnya berhasil dipadamkan dan dikendalikan. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang dilaporkan. Api hanya membakar lahan kering dan semak belukar di kawasan tersebut. Diduga kuat api berasal dari sisa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebelumnya yang masih menyimpan panas api dan kembali menyala.
Salah satu warga RT 18 Kelurahan Batulicin, Muh Takdir, menyampaikan api berhasil dipadamkan namun sempat membuat warga cemas karena api berputar dan mengitari perumahan, terkadang terlihat tak ada api tapi tiba-tiba berasap dan api menyalah membakar semak-semak belukar. Namun akhirnya dapat dipadamkan dan warga menjadi tenang.
“Semoga keadaan tetap aman dan tidak ada api yang menyala kembali,” ujarnya.
Meski api sudah mereda, warga tetap diimbau untuk waspada dan terus memantau kondisi sekitar, karena sisa-sisa kebakaran lahan kering masih berpotensi menimbulkan kebakaran kembali.(dir)








