TANAH BUMBU, Goodnews.co.id – Peringatan Haul ke-6 almarhum H. Andi Arsyad Petta Tahang bin La Conding Petta Tappu (ayahanda Haji Isam) di masjid Agung Al-Falah, Batulicin, dihadiri tokoh penting nasional, Sabtu (9/6/2026).
Hadir Inspektur Utama Kementerian Lingkungan Hidup RI, Komjen Pol Winarto, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR RI, Roy Rizali Anwar, Deputi VI Badan Intelijen Negara Irjen Pol Dr. Herry Armanto Sutikno, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Bupati Tanah Bumbu AndinRudi Latif.
Hadir juga anggota DPR RI Komisi IX H. Sudian Noor, Ketua Umum Pusat BKPRMI K.H. Nanang Mubarak, Kakanwil Kementerian Agama sekaligus Ketua PBNU Kalsel, Muhammad Tambrin, CEO Jhonlin Group Feriyandi, Direktur Utama PT Pelindo Ahmad Mutasyar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Andi Arsyad Petta Tahang bin La Conding Petta Tappu merupakan ayahanda dari owner Perusahaan Jhonlin Group, H Syamsuddin Andi Arsyad atau Haji Isam.
Mewakili Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, Sekdaprov Kalsel H. Muhammad Syarifuddin hadir sebagai penghormatan Pemerintah Provinsi Kalsel dan upaya menjalin silaturahmi dengan para ulama, tokoh, dan masyarakat Kalsel.
Bupati Kotabaru Muhammad Rusli mewakili keluarga besar almarhum H. Andi Arsyad Petta Tahang bin La Conding Petta Tappu menyampaikan terimakasih kepada seluruh jemaah yang hadir dalam kegiatan haul almarhum.
Dalam sambutannya, Muhammad Rusli manyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya haul yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan bersama para alim ulama, habaib, tokoh agama, dan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi amal jariyah bagi almarhum serta membawa berkah dan memperkuat keimanan kita semua,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, penceramah Ustadz Das’ad Latif mengingatkan jamaah bahwa kematian setiap mahkluk hidup merupakan kepastian yang tidak dapat ditolak.
Ustadz Das’ad Latif menegaskan bahwa setiap manusia tidak akan pernah bisa menghindari ajal yang telah ditetapkan Allah SWT.
“Tidak ada satu pun manusia yang bisa lari dari kematian. Cepat atau lambat, semua akan kembali kepada Allah SWT,” ujar Ustadz Das’ad Latif di hadapan ribuan jamaah.
Ia menyebutkan tiga amalan yang pahalanya terus mengalir meski seseorang telah meninggal dunia, yakni anak saleh yang mendoakan orang tuanya, amal jariah, serta ilmu yang bermanfaat.
“Tiga perkara yang tidak akan terputus pahalanya adalah anak saleh, sedekah jariah, dan ilmu yang bermanfaat,” tutupnya.
Tausiyah tersebut menjadi pengingat bagi jamaah untuk terus memperbanyak amal kebaikan dan mempersiapkan bekal kehidupan akhirat. (MAS)









