TANAH LAUT, Goodnews.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut (Tala) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melaksanakan gerakan antisipasi dampak banjir, berupa strategi yang diterapkan saat bencana mencakup optimalisasi peralatan darurat di lapangan hingga perencanaan infrastruktur struktural untuk jangka menengah dan panjang.
Sebagai langkah tanggap darurat, Dinas PUPR mengoperasikan satu unit alat penyedot air (water tank) berkapasitas besar bantuan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah III Banjarmasin. Alat ini difungsikan untuk mempercepat pembuangan genangan air langsung menuju muara laut.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Tala Syakhril Hadrianadi menjelaskan bahwa operasional alat tersebut sepenuhnya didukung oleh anggaran daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alat ini sangat efektif untuk mempercepat pengeringan genangan. Seluruh operasional, mulai dari operator hingga bahan bakar (BBM), ditanggung oleh Pemkab melalui bidang Cipta Karya,” ujar Syakhril, Sabtu (10/1/2026).
Selain langkah darurat, Syakhril juga memaparkan bahwa pihaknya tengah memprioritaskan langkah struktural. Saat ini pihaknya berfokus untuk normalisasi sungai di kawasan-kawasan krusial, seperti Sungai Tatah Indah (STI), guna meningkatkan daya tampung dan kelancaran arus air.
Selain itu, PUPR juga melakukan kajian teknis terhadap sejumlah titik rawan banjir untuk mengevaluasi desain konstruksi jalan dan jembatan.
“Kami sedang mengkaji perubahan desain, seperti perpanjangan abutment jembatan atau penggunaan tiang pancang untuk menyesuaikan dengan karakter arus yang deras. Semua akan diputuskan berdasarkan kajian teknis dan ketersediaan anggaran,” tambahnya.
Selanjutnya Dinas PUPR mempertimbangkan pembangunan kolam retensi atau embung, mengingat posisi geografis daerah Tala yang lebih rendah dan menjadi muara kiriman air dari wilayah hulu seperti Kiram atau Banjarbaru. Infrastruktur ini juga diproyeksikan mampu menahan debit air dari hulu sebelum mencapai wilayah hilir yang padat penduduk.
Menanggapi laporan masyarakat mengenai pendangkalan sungai di wilayah Bati-Bati, Syakhril memastikan bahwa tim teknis akan segera melakukan peninjauan.
“Laporan warga sudah kami terima. Akan segera ditindaklanjuti dengan kajian teknis sebelum kami koordinasikan dengan instansi terkait untuk eksekusi lapangan,” jelasnya.
Diakhir wancaranya, ia menekankan bahwa penanganan banjir adalah kerja kolektif. Sinergi lintas sektor dan dukungan masyarakat menjadi kunci utama agar solusi yang diambil pemerintah dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. (Iq)











