Laporan Aset Mendapat Perhatian Serius Bupati

Avatar photo

- Editor

Minggu, 23 Januari 2022 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANAH BUMBU – Hari terakhir Raker  SKPD 2022, terungkap pegawai di bidang pengelola aset kurang mendapatkan perhatian dalam melaksanakan tupoksi hampir di semua SKPD. Sabtu, (22/1/2022).

“Ibarat orang tua yang punya dua anak. Yang satu disediakan kamar VIP kalau sakit sedangkan yang satunya lagi (pengurus barang) cukup pakai minyak urut GPU.” Ungkap salah satu bidang BPKAD.

Menanggapi hal itu, Bupati Zairullah memuji perumpamaan yang sederhana tapi mudah dipahami. Ia memberikan harapan bahwa ke depan tidak ada lagi pegawai yang tidak mendapatkan perhatian terkait dengan tugas dan tanggung jawabnya karna ini adalah tugas bersama.

“Mereka harus merasa bangga dengan amanah yang diberikan. Ke depan tidak ada lagi yang dianaktirikan.” Kata Zairullah Azhar.

Baca Juga :  Zairullah Azhar Resmi Lantik 663 PPPK Tanah Bumbu

Hal itu terungkap saat BPKAD melakukan ekspos program dan kegiatan tahun anggaran 2022 yang dihadiri panelis Bupati Tanah Bumbu, Sekda, Asisten, Staf Ahli, juga tim Percepatan Pembangunan Daerah, dan beberapa kepala SKPD di ruang Digital Live Room Kantor Bupati Tanah Bumbu.

Pada giliran membahas pengelolaan aset daerah, terungkap betapa upaya yang dilakukan untuk melakukan pendataan aset yang berada di setiap SKPD tidak mendapatkan perhatian, yang mengakibatkan pencatatan dan pelaporan aset selalu menghadapi banyak hambatan dalam melakukan pelaporan.

Oleh karena itu Bupati Zairullah mengingatkan bahwa tugas yang diberikan adalah amanah dan tanggung jawab. Dan harus mendapatkan perhatian apalagi yang menjadi tanggung jawabnya adalah aset daerah.

Padahal bila aset atau barang milik daerah dapat difungsikan dengan baik maka dapat menjadi sumber pembiayaan pelaksanaan fungsi-fungsi pemerintah daerah bahkan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga :  Hasil Voting, Banggar Sepakati Pembahasan RAPBD 2024 Bulan November

Namun bila tidak dikelola dengan baik maka keberadaan aset akan menjadi beban biaya karna aset membutuhkan biaya perawatan, pemeliharaan, dan mengalami penurunan nilai.

Pada aturan baku dalam penatausahaan aset terdapat 4 tugas utama pengelola aset yaitu pembukuan, inventarisasi, rekonsiliasi, dan pelaporan.

Pelaksanaan inventarisasi dibagi menjadi dua kegiatan, yang pertama pelaksanaan pencatatan dan pelaksanaan pelaporan.

Selanjutnya pelaksanaan pencatatan dalam kartu Inventaris barang berupa; tanah, mesin dan peralatan, gedung dan bangunan, jalan irigasi jembatan, aset tetap lainnya, dan konstruksi dalam pengerjaan.

Kemudian pencatatan pada Kartu Inventaris Ruangan (KIR), Buku Inventaris (BI), dan buku Induk inventaris (BII). Juga melakukan pencatatan terhadap pemeliharaan barang milik daerah ke dalam kartu pemeliharaan, dan Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS), Laporan Pengguna Tahunan (LBPT) serta Laporan Inventarisasi Tahunan, dan menyiapkan laporan penghapusan barang milik daerah yang rusak atau tidak dapat dipergunakan lagi.

Baca Juga :  Gerbang Serambi Madinah Senilai Rp 5 M Segera dilelang

Dalam beberapa peristiwa pemeriksaan keuangan dan aset, pengurus barang sangat berperan dalam melengkapi laporan aset daerah, bahkan berperan terhadap status Wajar Tanpa Pengecualian  (WTP) pada suatu daerah. Keberadaannya tidak boleh diremehkan apalagi jika dibedakan seperti bawang merah dan bawang putih. pengurus barang atau bendahara barang yang melekat pada setiap SKPD memiliki tugas berat dalam pencatatan terhadap ketertiban aset dan keberadaan aset daerah. (MAS)

Berita Terkait

PT BIB Kerjasama dengan BLK Tanbu Gelar Pelatihan Menjahit
Tanah Bumbu Segera Bangun Pelayanan Publik Generasi Ketiga
Antisipasi Kasus Demam Berdarah Melonjak, Bupati Tanbu Himbau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
Zairullah Azhar Bantu Kursi Roda Warga Disabilitas
Satpol PP Kerjasama Pelatihan dengan Jhonlin Rescue
Turnamen Bupati Cup 2024 Sediakan Uang Pembinaan Rp 100 Juta
DP3AP2KB: Ciptakan Lingkungan Aman dan Ramah Bagi Anak
Kuncinya Pemberdayaan, Banyak Kasus KDRT Dipicu Faktor Ekonomi
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 16:14 WIB

Tantangan Tahun 2025: Bappelitbang Harap SKPD Siapkan Strategi Hadapi Masalah

Kamis, 22 Februari 2024 - 20:13 WIB

Cegah Banjir Berulang, Dinas PUPR Normalisasi Saluran Drainase

Kamis, 22 Februari 2024 - 09:35 WIB

Ketua DPRD Tanbu Sampaikan Terima Kasih Partisipasi Masyarakat Ikuti Pemilu 2024

Rabu, 21 Februari 2024 - 15:43 WIB

DPRD Tanah Bumbu Sahkan 14 Perda Sepanjang Tahun 2023

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:41 WIB

Tantangan Pembangunan Tanah Bumbu 2025: Pendidikan, Lapangan Kerja, Kemiskinan

Selasa, 20 Februari 2024 - 17:46 WIB

Hasil Diskusi Publik Tentukan Arah Kebijakan Pembangunan Tanah Bumbu

Jumat, 16 Februari 2024 - 13:53 WIB

Wakil Ketua DPRD Tinjau titik Lokasi Banjir

Rabu, 14 Februari 2024 - 06:08 WIB

Guru SMA Mengeluh, Anggota DPRD Siap Fasilitasi konsultasi ke Dinas Pendidikan Provinsi

Berita Terbaru

Lensa Kamera

Prabowo-Gibran Unggul Karena Migrasi dari Pemilih Jokowi

Senin, 26 Feb 2024 - 22:06 WIB

Lensa Kamera

Oknum Petugas Jaga Aniaya Tahanan Polda Kalsel

Senin, 26 Feb 2024 - 21:56 WIB

Nasional

Dua Caleg PAN Dapil Kalsel 2 Melenggang ke Senayan

Senin, 26 Feb 2024 - 14:19 WIB

Foto Desain: Kaltimpost

Lensa Kamera

Ini Jumlah Suara Tertinggi Caleg DPR dan DPD RI Dapil Kaltim

Minggu, 25 Feb 2024 - 18:22 WIB