Informasi Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia

- Editor

Rabu, 2 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Goodnews.co.id – Dokter spesialis memiliki peran sangat krusial dalam dunia kesehatan. Namun, sebelum menjadi seorang dokter spesialis, mereka harus melalui tahap pendidikan yang panjang dan kompleks, salah satunya adalah program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Apakah detikers memahami pengertian dokter PPDS?

PPDS ditempuh setelah seorang mendapatkan gelar profesi dokter (dr). Program ini tidak hanya menuntut keahlian medis, tetapi juga kemampuan dalam penelitian dan pengembangan ilmu.

Lantas, apa pengertian dokter PPDS beserta tugas, masa kerja, gelar, dan gajinya? Mari simak pembahasan selengkapnya di bawah ini!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengertian Dokter PPDS atau Residen
Dikutip dari buku Kuliah Jurusan Apa? Kedokteran tulisan Wulan Mulya Pratiwi & Welly Elvandari, Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) adalah program pasca sarjana yang dirancang untuk melatih dokter umum agar menjadi dokter spesialis. Pendidikan ini biasanya berlangsung selama 8 semester atau sekitar 4 tahun.

PPDS dilakukan di fakultas kedokteran universitas negeri yang bekerja sama dengan rumah sakit pendidikan. Dokter umum yang mengikuti program ini disebut residen. Mereka menjalani pelatihan intensif di bidang spesialisasi tertentu selama periode ini.

Setelah menyelesaikan PPDS, dokter umum akan memperoleh gelar dokter spesialis. Mereka memiliki keahlian khusus dalam bidang kedokteran tertentu, seperti spesialis kandungan, spesialis penyakit dalam, dan lain-lain.

Tugas Dokter Residen
Dikutip dari laman WebMD, dokter residen atau dokter PPDS mengemban tiga tugas utama, yaitu pekerjaan di rumah sakit, pendidikan, dan pekerjaan di kantor dokter, berikut rinciannya.

1. Pekerjaan di Rumah Sakit
Dokter residen bekerja di berbagai departemen rumah sakit, termasuk unit perawatan intensif, ruang gawat darurat, ruang operasi, dan bangsal pasien umum.

Selain itu, sebagian besar pekerjaan dan pendidikan dokter residen terjadi selama masa jaga, di mana kelompok dokter dan tenaga kesehatan lainnya memeriksa kondisi, perawatan, dan perkembangan pasien. Ini membantu residen mengevaluasi kesehatan pasien, menilai proses penyembuhan, dan melakukan penyesuaian perawatan.

2. Pendidikan
Dokter residen diawasi oleh dokter pengawas untuk melakukan dan menafsirkan tes diagnostik, memberikan pemeriksaan, melakukan prosedur medis, dan mencatat riwayat medis. Selain bekerja langsung dengan pasien, residen juga melanjutkan pendidikan mereka dengan menghadiri konferensi dan seminar formal.

Baca Juga :  Sukses Bisa Datang Lebih Cepat Jika Tahu Caranya

3. Pekerjaan di Klinik dan Kantor Dokter
Residen bekerja langsung dengan pasien selama pemeriksaan dan perawatan di klinik rawat jalan atau kantor dokter. Mereka juga berinteraksi dengan keluarga pasien dan mengoordinasikan layanan dengan anggota tim kesehatan lainnya.

Dokter residen memainkan peran penting dalam memberikan perawatan medis sambil terus meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka melalui pengalaman praktis dan pendidikan lanjutan.

Masa Kerja Dokter Residen
Masa kerja atau masa pendidikan dokter residen bervariasi, bergantung pada gelar dokter spesialis yang dipilihnya. Durasi pendidikannya mulai dari 5 semester (2,5 tahun) hingga 10 semester (5 tahun). Berikut ini detailnya yang dikutip dari buku Kuliah Jurusan Apa? Kedokteran tulisan Wulan Mulya Pratiwi & Welly Elvandari.

Spesialis Anak: 8 semester (4 tahun)
Spesialis Anestesiologi dan Reanimasi: 7 semester (3,5 tahun)
Spesialis Andrologi: 6 semester (3 tahun)
Spesialis Bedah: 10 semester (5 tahun)
Spesialis Bedah Anak: 10 semester (5 tahun)
Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial: 10 semester (5 tahun)
Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskuler: 10 semester (5 tahun)
Spesialis Bedah Plastik: 10 semester (5 tahun)
Spesialis Bedah Saraf: 11 semester (5,5 tahun)
Spesialis Kedaruratan Medik: 8 semester (4 tahun)
Spesialis Kedokteran Forensik: 6 semester (3 tahun)
Spesialis Farmakologi Klinik: 6 semester (3 tahun)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah: 10 semester (5 tahun)
Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi: 8 semester (4 tahun)
Spesialis Konservasi Gigi: 10 semester (5 tahun)
Spesialis Kedokteran Gigi Anak: 10 semester (5 tahun)
Spesialis Kedokteran Jiwa atau Psikiatri: 8 semester (4 tahun)
Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin: 7 semester (3,5 tahun)
Spesialis Kedokteran Nuklir: 7 semester (3,5 tahun)
Spesialis Kedokteran Olahraga: 7 semester (3,5 tahun)
Spesialis Mata: 7 semester (3,5 tahun)
Spesialis Mikrobiologi Klinik: 6 semester (3 tahun)
Spesialis Obstetri Ginekologi: 9 semester (4,5 tahun)
Spesialis Kedokteran Okupasi: 6 semester (3 tahun)
Spesialis Onkologi Radiasi: 7 semester (3,5 tahun)
Spesialis Ortodonti: 5 semester (2,5 tahun)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi: 9 semester (4,5 tahun)
Spesialis Paru: 9 semester (4,5 tahun)
Spesialis Periodonsia: 10 semester (5 tahun)
Spesialis Patologi Anatomi: 6 semester (3 tahun)
Spesialis Penyakit Dalam: 9 semester (4,5 tahun)
Spesialis Patologi Klinik: 8 semester (4 tahun)
Spesialis Penyakit Mulut: 10 semester (5 tahun)
Spesialis Prostodonsia: 10 semester (5 tahun)
Spesialis Radiologi: 7 semester (3,5 tahun)
Spesialis Rehabilitasi Medik: 7 semester (3,5 tahun)
Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi: 5 semester (2,5 tahun)
Spesialis Saraf: 8 semester (4 tahun)
Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher: 8 semester (4 tahun)
Spesialis Urologi: 10 semester (5 tahun)

Baca Juga :  Penderita Gula Darah di Indonesia Selalu Meningkat, Kenali Penyebab dan Solusinya

Gelar Dokter PPDS
Masih dikutip dari buku yang sama, berikut ini adalah gelar yang akan didapatkan oleh dokter yang sudah berhasil lulus dari PPDS:
Spesialis Anak (SpA)
Spesialis Anestesiologi dan Reanimasi (Sp.An)
Spesialis Andrologi (Sp.And)
Spesialis Bedah (Sp.B)
Spesialis Bedah Anak (Sp.BA)
Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial (Sp.BM)
Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskuler (Sp.BTKV)
Spesialis Bedah Plastik (Sp.BP)
Spesialis Bedah Saraf (Sp.BS)
Spesialis Kedaruratan Medik (Sp.EM)
Spesialis Kedokteran Forensik (Sp.F)
Spesialis Farmakologi Klinik (Sp.FK)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (Sp.JP)
Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR)
Spesialis Konservasi Gigi (Sp.KG)
Spesialis Kedokteran Gigi Anak (Sp.KGA)
Spesialis Kedokteran Jiwa atau Psikiatri (Sp.KJ)
Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin (Sp.KK)
Spesialis Kedokteran Nuklir (Sp.KN)
Spesialis Kedokteran Olahraga (Sp.KO)
Spesialis Mata (Sp.M)
Spesialis Mikrobiologi Klinik (Sp.MK)
Spesialis Obstetri Ginekologi (Sp.OG)
Spesialis Kedokteran Okupasi (Sp.Ok)
Spesialis Onkologi Radiasi (Sp.Rad)
Spesialis Ortodonti (Sp.Ort)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi (Sp.OT)
Spesialis Paru (Sp.P)
Spesialis Periodonsia (Sp.Perio)
Spesialis Patologi Anatomi (Sp.PA)
Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD)
Spesialis Patologi Klinik (Sp.PK)
Spesialis Penyakit Mulut (Sp.PM)
Spesialis Prostodonsia (Sp.Pros)
Spesialis Radiologi (Sp.Rad)
Spesialis Rehabilitasi Medik (Sp.RM)
Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi (Sp.RKG)
Spesialis Saraf (Sp.S)
Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher (Sp.THT-KL)
Spesialis Urologi (Sp.U)

Gaji Dokter PPDS
Dilansir detikHealth, dokter yang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit (hospital based) mendapatkan gaji sebesar Rp 7,5 juta per bulan. Pendanaan ini sepenuhnya diberikan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Selain itu, setelah menyelesaikan PPDS, dokter spesialis dari daerah akan langsung diangkat sebagai aparatur sipil negara (ASN) dan mendapatkan tambahan Rp 30 juta di luar jasa pelayanan. Demikian informasi lengkap mengenai pengertian dokter PPDS atau residen. (MAS)

Berita Terkait

Mega Proyek CPI Makassar Sempat Tuai Sorotan
Bumi Nene Mallomo Punya Pembangkit Listrik Tenaga Angin Terbesar di Indonesia
Analisis Induktif dan Deduktif
Lembar Observasi: Pengertian dan Contoh Kasus
10 Terbaik AI Cocok Bagi Pengguna Media Sosial
9 Naga Paling Berpengaruh di Indonesia
Ini Dia Perusahaan Retail Pendapatan Tertinggi Dunia
Guru Besar Ungkap Pengalaman Gagal Kelola Lahan Gambut di Papua
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 April 2025 - 14:00 WIB

Informasi Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia

Jumat, 28 Maret 2025 - 14:48 WIB

Mega Proyek CPI Makassar Sempat Tuai Sorotan

Jumat, 28 Maret 2025 - 13:28 WIB

Bumi Nene Mallomo Punya Pembangkit Listrik Tenaga Angin Terbesar di Indonesia

Kamis, 27 Maret 2025 - 11:42 WIB

Lembar Observasi: Pengertian dan Contoh Kasus

Senin, 24 Maret 2025 - 12:33 WIB

10 Terbaik AI Cocok Bagi Pengguna Media Sosial

Berita Terbaru

Khazanah

Informasi Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia

Rabu, 2 Apr 2025 - 14:00 WIB

Nasional

Menteri PKP Janjikan 1.000 Unit Rumah bagi Wartawan

Minggu, 30 Mar 2025 - 16:56 WIB

Khazanah

Mega Proyek CPI Makassar Sempat Tuai Sorotan

Jumat, 28 Mar 2025 - 14:48 WIB