Bupati Zairullah Bersama Kepala SKPD Hadiri Pertemuan Mendagri

- Editor

Senin, 24 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANAH BUMBU – Bupati Zairullah Azhar menghadiri rapat bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Ketua KPK Firli Bahuri, dan Kepala LKPP Abdullah Azwar Anas. Senin, (24/1/2022).

Pada rapat yang dihadiri oleh seluruh Bupati dan Walikota se-Indonesia melalui virtual, Tito Karnavian menjelaskan bahwa pertemuan tersebut sebagai upaya mencegah terjadinya korupsi bagi kepala daerah, sebagaimana diketahui bahwa di bulan Januari 2022 saja sudah 3 kepala- daerah yang ditangkap tangan (OTT) oleh KPK.

Diantaranya Wali Kota Bekasi Rahmat Effendy, Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud, Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perlu menjadi perhatian kita semua karna selain berdampak kepada yang bersangkutan, juga terhadap sistem pemerintahan kita, termasuk kepercayaan publik terhadap pemerintah, baik pusat maupun di daerah-daerah.” Kata Tito.

Tito menyakini bahwa banyaknya kepala daerah yang berprestasi, melakukan kinerja yang sangat baik, namun akibat kasus-kasus OTT kepala daerah tersebut memberikan dampak pada penurunan kepercayaan masyarakat kepada sistem pemerintahan.

Padahal menurut Tito, sistem pemerintahan yang dibangun saat ini adalah tulang punggung eksistensi runingnya administrasi pemerintahan kenegaraan.

Oleh karena itu, Tito mengingatkan bahwa tindak pidana korupsi tetap harus ditekan seminimal mungkin, karna ini penting untuk merubah bangsa Indonesia yang lebih baik lagi.

Karena bila pemerintah itu bersih dan tata kelola pemerintahan yang baik maka diharapkan dapat memberikan dampak bagi pemerintah pusat melalui pendapatan bagi negara, pendapatan daerah meningkat, dan yang lainnya juga meningkat, sehingga faktor kesejahteraan dapat didongkrak dan menjadi salah satu solusi untuk menekan tindak pidana korupsi.

Baca Juga :  Wabup Launching Program 1 Desa 1 Masjid di Kecamatan Kusan Hilir

Menurut hasil analisis internal Mendagri disebutkan bahwa ada tiga hal mengapa tindak pidana korupsi terjadi. Pertama, terkait dengan sistem, menurut Tito tindak pidana korupsi yang terjadi dipengaruhi oleh sistem politik, biaya politik untuk menjadi kepala daerah sangat tinggi sementara ketika terpilih pemasukan bagi kepala daerah berkurang, tidak bisa menutupi biaya politik, sehingga terjadilah tindak pidana untuk menutupi biaya politik.

Belum lagi ketika sudah menjabat sebagai kepala daerah, membutuhkan dukungan-dukungan dan biaya logistik lainnya sehingga terpancing melakukan moral Hazard.

Hal yang perlu mendapat perhatian lainnya adalah sistem rekrutmen yang transaksional, karna sudah dimulai dengan rekrutmen secara transaksional maka kelak dia tidak akan bekerja secara maksimal, karna dia harus mengembalikan biaya transaksional sebelumnya.

Kemudian dalam administrasi pemerintah daerah itu sendiri masih membuka peluang untuk melakukan tindak pidana korupsi, Tito mencontohkan birokrasi yang berbelit-belit, regulasi yang sengaja dibuat panjang sehingga atas nama regulasi maka terjadilah negosiasi transaksional. Oleh karena itu ungkap Tito, banyak hal yang harus diperbaiki dalam sistem itu sendiri.

Ia berharap suatu saat nanti ada kajian sistem pemerintahan yang lebih transparan, yang mengurangi kontak fisik dengan cara digitalisasi.

Diakui bahwa digitalisasi ini melahirkan banyak konsep-konsep yang lebih transparan dan lebih mudahkan urusan, seperti konsep smart city, smart government, mulai perencanaan sampai eksekusi dibuat secara digital.

Kedua adalah terkait integritas moral. Akibat moral yang kurang baik, mental individu yang kurang baik, dan berfikir bahwa jabatan bukan amanah dari Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga memanfaatkan jabatan yang mengakibatkan integritas seseorang menjadi kurang baik. Menurut Tito, integritas merupakan hal yang sangat penting disamping kesejahteraan yang diberikan secara cukup.

Baca Juga :  Pelantikan BPD, Bupati Tanbu: Bangun Komunikasi dan Sinergitas

Ketiga adalah budaya organisasi. Ia mengungkapkan bahwa seringkali kultur atau praktek-praktek salah terjadi dalam budaya, sehingga menjadi biasa. Inilah yang menimbulkan tekanan-tekanan yang dapat menjerumuskan dalam tindak pidana korupsi.

“Contoh kalau tidak menyetor kepada pimpinannya itu dianggap salah sehingga kalau tidak menyetor, dianggap tidak loyal kepada pimpinan. Kemudian bila bawahan tidak berhasil atau tidak memberikan setoran dinggap tidak berhasil. Nah budaya begini harus dipotong.” Kata Tito.

Oleh karena itu diperlukan kekompakan dari atas sampai bawah, memiliki satu frekuensi mindset yang sama. Dan ia tidak menginginkan seperti orang membuka kulit kacang yang tinggal menunggu giliran saja.

Selanjutnya dalam pertemuan tersebut, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Abdullah Azwar Anas menyampaikan terobosan baru dalam pengadaan barang dan jasa, mulai e-katalog pusat, e-katalog sektoral, dan e-katalog daerah atau lokal.

Tito berharap terobosan baru ini dapat memotong pola-pola Hazard yang menyimpang, dan mengurangi pertemuan secara fisik, yang terkadang terjadi negosiasi yang pada akhirnya menjerumuskan pada tindak pidana korupsi.

Setelah mendengarkan paparan Menteri Dalam Negeri, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah, Bupati Zairullah Azhar meminta kepada seluruh SKPD untuk memperhatikan sistem birokrasi yang dibangun, kemudahan dalam perizinan, dan kemudahan bagi pengusaha lokal dalam memenuhi kebutuhan pemerintah daerah melalui barang dan jasa. (MAS)

Berita Terkait

Buka Puasa Gubernur Kalsel dan Bupati Tanbu: Kerjasama Majukan Daerah
Ditantang Mentan, Andi Rudi Latif Siap Revitalisasi Cetak Sawah
Bupati ARL Sahur Bersama Wagub Hasnur di Hotel Ebony
Harapan PT PPA dan Karyawan Ikuti Aturan Berlaku
Selamatkan Honorer, Bupati Tanbu Minta Kadisdik Komunikasikan ke Pusat
Bang Arul Sambut Wagub Kalsel di Bandara Bersujud
Pemkab Tanah Bumbu Akan Gelar Festival Tanglong Berhadiah Rp 198 Juta
PUPR Tanbu Percepat Perbaikan Jalan Antar Kecamatan
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Maret 2025 - 11:12 WIB

Buka Puasa Gubernur Kalsel dan Bupati Tanbu: Kerjasama Majukan Daerah

Selasa, 18 Maret 2025 - 19:40 WIB

Ditantang Mentan, Andi Rudi Latif Siap Revitalisasi Cetak Sawah

Selasa, 18 Maret 2025 - 15:09 WIB

Bupati ARL Sahur Bersama Wagub Hasnur di Hotel Ebony

Selasa, 18 Maret 2025 - 13:05 WIB

Harapan PT PPA dan Karyawan Ikuti Aturan Berlaku

Senin, 17 Maret 2025 - 20:07 WIB

Selamatkan Honorer, Bupati Tanbu Minta Kadisdik Komunikasikan ke Pusat

Berita Terbaru

Khazanah

Informasi Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia

Rabu, 2 Apr 2025 - 14:00 WIB

Nasional

Menteri PKP Janjikan 1.000 Unit Rumah bagi Wartawan

Minggu, 30 Mar 2025 - 16:56 WIB

Khazanah

Mega Proyek CPI Makassar Sempat Tuai Sorotan

Jumat, 28 Mar 2025 - 14:48 WIB