Tidak Beradab, Denny Indrayana Tabrak Norma Budaya Banjar

  • Home /
  • Artikel /
  • Tidak Beradab, Denny Indrayana Tabrak Norma Budaya Banjar

Tidak Beradab, Denny Indrayana Tabrak Norma Budaya Banjar

BANJARMASIN, Goodnews.co.id - Denny Indrayana dinilai telah melakukan kampanye politik di Makam Datuk Kalampayan, dalam video yang tersebar media sosial, Denny Indrayana menyampaikan pesan-pesan politiknya sebagai calon Gubernur Kalimantan di kawasan Makam Datuk Kalampayan.

Pengelola dan penanggung jawab Makam Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datuk Kalampayan menolak kawasan kubah dijadikan objek politik.

Ahmad Nur Arifin menyampaikan menolak kubah Datuk Kalampayan dijadikan alat untuk berkampanye, apalagi dijadikan legitimasi mendapatkan dukungan dari masyarakat.

"Ulun disini menegaskan, sekalian mewakili keluarga Kubah Datuk Kalampayan, bahwa Kubah Datuk Kalampayan atau makam Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari dari dulu memang tidak pernah diizinkan untuk kepentingan politik" ungkapnya.

Ahmad Nur Arifin dengan tegas menyampaikan bahwa makam wali-wali tidak boleh dijadikan sebagai tempat untuk berkampanye, utamanya kubah Datuk Kalampayan.

Tindakan kampanye seperti yang dilakukan calon Gubernur Kalimantan Selatan Denny Indrayana tidak patut dilakukan dan tidak baik untuk dicontoh bagi politikus yang ingin mendapatkan kekuasaan.

Lebih lanjut Ahmad Nur Arifin menyampaikan wasiat  dari leluhur untuk tidak mengorbankan kubah atau makan Datuk Kalampayan sebagai alat berkampanye.

"Salah satu wasiat daripada leluhur bahwa silahkah kalau mau berpolitik tapi diluar dari kawasan atau Kubah Datuk Kalampayan karna Kubah Datuk Kalampayan sendiri dari dulu sampai sekarang tidak pernah ikut-ikutan berpolitik." Jelas Pengelola dan Penanggung Jawab Makam Datuk Kalampayan Ahmad Nur Arifin.

Menanggapi peristiwa itu, Koordinator Koalisi Rakyat Banjar -Sadar Bahaya Pemimpin Politik Pecah Belah dan Politik Sara- Zul Fahmi menegaskan bahwa apa yang dilakukan Denny Indrayana berkampanye di kubah adalah bentuk tidak beradab terhadap terhadap leluhur.

img-1617607327.jpg

"Inilah salah satu bukti Denny Indrayana tidak menghargai budaya leluhur orang Banjar, dia menyampaikan pesan politik sebagai calon Gubernur di kawasan Kubah." Senin, (5/4/2021).

"Betul-betul tidak beradab, menyampaikan pesan kampanye di kawasan Kubah Datuk Kalampayan. Dengan begini faham lah Denny budaya Banjar, tapi kita maklumi saja Denny kan bukan orang Banjar 100 persen." Kata Zul Fahmi.

Penting menjaga budaya Banjar dan adab untuk melestarikan budaya Banjar agar tidak mudah tergerus dengan hantaman budaya dari luar.

Diakhir penyampaian Ahmad Nur Arifin, dia mempersilahkan paslon yang datang berziarah, berdoa, mendoakan orang banyak siapapun paslonnya. (MAS)

Komentar
  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar