Pengadaan Meja Kursi SMP Rp 18 Milyar Dipertanyakan

Pengadaan  Meja Kursi SMP Rp 18 Milyar Dipertanyakan

BATULICIN Goodnews.co.id - Pengadaan satu set meja dan kursi khusus untuk siswa siswi SMP dan Guru melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp 18 Milyar terkesan kurang terbuka dari pihak instansi terkait.

Seperti pangadaan meja dan kursi siswa siswi pada tahun 2018 lalu sebanyak 3.900 pasang dengan rincian harga kursi perunit sebesar Rp 2.027.272 dan meja perunit sebesar Rp 2.045.454 di nilai terlalu mahal.

Sedangkan untuk harga meja guru perunit sebesar Rp 6.281.818 harga seperti ini dinilai sangat tinggi, karena tidak mengikuti harga standar nasional. Pada saat dikonfirmasi oleh goodnews.co.id, Rabu (30/12/2020), PLT Kadisdikbud Tanah Bumbu Abdul Latif  menyebutkan bahwa harga pengadaan satu set meja dan kursi sekolah SMP itu tidak mengikuti aturan harga e-catalog, seharusnya memakai harga patokan e-catalog jadi harganya bisa lebih murah, sebut Latif. Untuk pengadaan unit meja dan kursi SMP dan guru sumber anggarannya berasal dari Dana Insentif Daerah (DID) tahun 2018 yang lalu, kata Latif. Kalau kami bekerja berdasarkan DPA yang ada, dan mengikuti aturan yang berlaku. sesuai dari angka itu lah dinas pendidikan Tanbu bumbu melanksanakan.

“Biasanya, kalau usulan dari kami setiap pengadaan meja dan kursi SMP harus menggunakan harga e-catalog. Karena sesuai dengan aturan harga standar nasional,” terangnya.

Namun, ia menjelaskan kalau pembelian satu set meja kursi siswa dan guru SMP di Kabupaten Tanah Bumbu pada 2018 lalu memang tidak berdasarkan harga e-catalog. “Karena tak mengacu pada e-catalog Itu lah jadi penyebab harganya sangat melambung tinggi,” pungkasnya. (Jack)

Komentar

Belum Ada Komentar