TANAH BUMBU, Goodnews.co.id – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan pendampingan pasca kecelakaan lalu lintas mahasiswa KKN dan UNU Kalsel di Tanah Bumbu, semua biaya lapangan, pemakaman, dan pendampingan keluarga pasca kecelakaan ditanggung pihak ULM dan Pemkab Tanah Bumbu.
Dilansir dari situs resmi ULM (3/8/2026), peristiwa ini menimpa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Lingkungan Hidup (KKN-LH) ULM di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu, 2 orang mahasiswa ULM, 3 orang Mahasiswa UNU Kalsel, 1 anggota karang taruna meninggal dunia. Satu orang masiswa ULM lagi dinyatakan selamat namun dalam kondisi luka-luka.
Setelah mendapatkan informasi kejadian tersebut pihak ULM menerjunkan tim gabungan terdiri dari Wakil Rektor III, Tim Mobilitas Kegiatan Belajar Terpadu (MKBT), Panitia Pelaksana, Dosen Pendamping Lapangan. Tim Gabungan dibagi menjadi Tiga tim untuk bergerak cepat dalam menangani musibah ini, yaitu berkoordinasi dengan pihak keluarga korban di rumah duka, Rumah sakit, pemerintah daerah, dan aparat terkait.
ULM mengumumkan korban kecelakaan diantaranya dua orang korban Mahasiswa ULM adalah bdi Cahaya Girsang, Fakultas Kehutanan, angkatan 2023 dan Muhammad Ramadhani, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, angkatan 2023) meninggal dunia dan telah dimakamkan.
Satu korban selamat bernama M. Fahrizal Hasbi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, angkatan 2023 masih menjalani perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin. Fahrizal Hasbi dikabarkan stabil setelah mendapatkan tindakan medis.
Pihak ULM melakukan mendampingan dan dukungan moril kepada keluarga korban meninggal dunia melalui pendampingan dari unsur pimpinan ULM dan Tim MKBT sejak pemulangan jenazah sampai dengan proses pemakaman. Seluruh biaya penanganan musibah ini ditanggung oleh Pemerintah daerah Tanah Bumbu dan ULM.
Selain itu, sebagai bentuk perlindungan dan pendampingan bagi 13 orang mahasiswa anggota kelompok Desa Batulicin Irigasi yang terdampak, pihak ULM pada Minggu, 2 Agustus 2026, ULM melakukan penarikan seluruh mahasiswa peserta KKN-LH kelompok Desa Batulicin Irigasi pada hari Minggu (2/8/2026).
Kebijakan ini diambil dengan pertimbangan memberikan rasa aman bagi mahasiswa untuk pulih dari trauma yang dialami, didampingi langsung oleh orang tua/keluarga di rumah masing-masing.
Tim MKBT ULM akan terus memberikan pendampingan kesehatan mental dan pemulihan trauma (trauma healing) bagi mahasiswa yang terdampak musibah ini.
Sementara itu, kelompok mahasiswa KKN-LH lainnya di lokasi berbeda tetap melanjutkan kegiatan sesuai jadwal hingga 10 Agustus 2026. Untuk perlindungan mahasiswa yang masih melaksanakan KKN-LH, ULM mengeluarkan Instruksi Bersama tentang keselamatan dan pembatasan mobilitas KKN-LH ULM.
ULM juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan pihak Kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut atas penyebab kecelakaan ini.
ULM berkomitmen untuk melakukan penanganan dengan sebaik-baiknya. ULM menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi atas dukungan cepat dan tanggap yang diberikan oleh Bupati Tanah Bumbu dan jajaran dalam penanganan musibah ini.
ULM juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk turut mendoakan para korban serta memberikan dukungan moral bagi keluarga korban dan pemulihan psikologis mahasiswa yang terdampak musibah ini.
Sebelumnya, peristiwa kecelakaan ini terjadi pada hari Sabtu, (1/8/2026), sebanyak 16 mahasiswa ULM peserta KKN-LH yang ditempatkan di Desa Batulicin Irigasi bersama aparat desa setempat menghadiri acara syukuran sunatan di Desa Bulurejo. Rombongan berangkat menggunakan 5 (lima) unit kendaraan mobil. Setelah mengikuti rangkaian acara tersebut, rombongan berencana singgah di tempat wisata Sungai Alut. Dalam perjalanan menuju lokasi wisata tersebut, terjadi kecelakaan lalu lintas yang menimpa sebagian rombongan, mengakibatkan 6 orang meninggal dunia dan 1 orang mengalami luka-luka dan hingga saat ini masih menjalani perawatan medis. (dir)








