Pelantikan Besok Ditunda, 4 Pemenang Pilkada Meninggal

  • Home /
  • Artikel /
  • Pelantikan Besok Ditunda, 4 Pemenang Pilkada Meninggal

Pelantikan Besok Ditunda, 4 Pemenang Pilkada Meninggal

JAKARTA, Goodnews.co.id - Pilkada tahun 2020 lalu dilaksanakan oleh 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 37 kota, 224 kabupaten. Sedianya pelantikan pemenang pilkada besok tanggal 17 Februari 2021 secara serentak se-Indonesia namun ditunda dan akan dilaksanakan antara tanggal 25 atau 26 Februari 2021.

Padahal Direktur Jenderal Otonomi Daerah Mendagri Akmal Malik pernah menyampaikan harapan bahwa pelantikan pemenang pilkada dapat dilaksanakan tanggal 17 Februari 2021 ketika bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (5/2/2021) malam.

Faktor tertundanya pelantikan pemenang pilkada karna masih adanya Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), sengketa pilkada yang diajukan ke Mahkamah konstitusi. Jumlah pasangan yang mengajukan permohonan perkara PHPU sebanyak 132 perkara.

Suasana covid 19 juga menjadi pertimbangan, kerumunan yang dapat mempercepat penyebaran covid sehingga informasi tempat dan waktu pelantikan masih simpang siur padahal rencana awal pelantikan akan dilakukan secara bersamaan.

Keluarnya Surat Edaran Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 120/738/0TDA tanggal 3 Februari 2021 perihal Penugasan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Daerah menambah alasan mengapa harus ditunda. Surat tersebut menjelaskan bahwa dalam hal terjadi kekosongan jabatan kepala daerah dan wakil kepala daerah, sekretaris daerah melaksanakan tugas sehari-hari kepala daerah sampai dengan Presiden mengangkat penjabat kepala daerah.

Ternyata Plh Gubernur tidak dapat melaksanakan tugas gubernur secara penuh maka Mendagri melantik penjabat Gubernur untuk mengisi kekosongan.

Sebagaimana yang terjadi di provinsi Kalimantan Selatan, Plh Gubernur dijabat oleh Roy Rizali Anwar tidak dapat menaksanakan tugas penuh sebagai gubernur maka Mendagri melantik Dr. Drs. Safrizal, M.Si sebagai penjabat gubernur Kalimantan Selatan.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menganggap perlu percepatan menunjukan penjabat gubernur pasalnya hingga kini belum ada pejabat definitif.

Panjangnya waktu menunggu pelantikan sehingga ada cerita calon terpilih meninggal sebelum pelantikan. Berikut rangkuman yang sempat dicatat goodnewd.co.id.

img-1613454245.jpg

Pertama, Thohari Aziz Wakil Wali Kota Balikpapan terpilih provinsi Kalimantan Timur.

img-1613454263.jpg

Kedua, Thoriq Husler Bupati Luwu Timur terpilih Sulawesi Selatan Thoriq Husler.

img-1613454279.jpg

Ketiga, Asner Silalahi Wali Kota Pematangsiantar terpilih Sumatera Utara.

img-1613454290.jpg

Keempat, Juliadi walikota Binjai terpilih Sumatra Utara. (MAS)

Komentar
  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar