Panggilan Ke 2 Denny Indrayana Mangkir Lagi

  1. Home
  2. Artikel
  3. Panggilan Ke 2 Denny Indrayana Mangkir Lagi
Panggilan Ke 2 Denny Indrayana Mangkir Lagi

Panggilan Ke 2 Denny Indrayana Mangkir Lagi

Daerah Jum'at, 09 April 2021

BANJARMASIN, Goodnews.co.id - Dugaan kampanye di Masjid Nurul Iman, Jalan Prona I, Kelurahan Pemurus Baru, telah masuk tahap klarifikasi di Bawaslu Kalimantan Selatan (Kalsel) sejak Kamis (8/4/2021) kemarin. Saat itu, Denny Indrayana selaku terlapor tak memenuhi pemanggilan Bawaslu Kalsel untuk dimintai klarifikasi.

Tiga orang saksi dari pelapor Ketua DPD Pemuda Islam Kalsel Muhammad Hasan telah diperiksa di Sekretariat Bawaslu Kalsel. 

Ketiganya secara bergantian telah dimintai klarifikasi dugaan kegiatan kampanye saat kegiatan subuh keliling calon gubernur Denny Indrayana di Masjid Nurul Iman pada 31 Maret lalu.

Sebaliknya saat giliran klarisfikasi Denny Indrayana, yang hadir hanya perwakilan tim kuasa hukumnya di Bawaslu.

Muhammad Isrof Parhani menyampaikan saat dikonfirmasi hanya menyampaikan bahwa Denny Indrayana berhalangan memenuhi pemanggilan.

“Tidak hadir, nanti dijadwalkan ulang,” ujar.

Selanjutnya awak media melakukan upaya konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan. Namun, Denny Indrayana tak merespon saat dihubungi melalui sambungan telepon nomor seluler, perihal alasan mangkir dari pemanggilan Bawaslu Kalsel.

Komisioner Bawaslu Kalsel Divisi Penanganan Pelanggaran, Azhar Ridhanie mengatakan proses selanjutnya akan dilakukan pemanggilan kedua kepada Denny Indrayana. Dia berharap, pada pemanggilan kedua nanti yang bersangkutan dapat berhadir agar Bawaslu Kalsel dapat mengkaji keterangan dari para pihak.

“Subjek inikan sebagai terlapor supaya dia bisa upaya hak jawab atau bantahan-bantahan atau klarifikasi terhadap laporan yang sudah disangkakan oleh pelapor,” jelasnya.

Namun dalam pemanggilan kedua hari ini Jum'at (9/4/2021), Denny Indrayana kembali tidak hadir. Jika dalam pemanggilan kedua, sebut Azhar, yang bersangkutan juga tidak berhadir maka Bawaslu Kalsel akan melakukan kajian sesuai keterangan yang didapat. Apabila dalam 5 hari waktu penanganan laporan diterima Senin 5 April lalu, telah mencukupi alat bukti maka akan diproses ke tahap selanjutnya.

Rivaldi, salah satu anggota tim kuasa hukum H. Muhammad Hasan, menduga ada kampanye terselubung dalam kegiatan subuh keliling Denny Indrayana di Masjid Nurul Iman.

Hal yang membuat Rivaldi yakin adalah alat bukti berupa foto oleh pelapor, menampilkan Denny Indrayana berpose dua jari yang merupakan citra diri nomor pemilihan.

“Memang terjadi dugaan kampanye yang dilakukan salah satu pasangan calon yang berujung pada keributan dan disitu juga diindikasikan ada pelanggaran protokol kesehatan karena salah satu warga maskernya dibuka paksa,” tuturnya sesaat setelah meninjau perkara di Bawaslu Kalsel. (MAS)

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar