Mencari Calon Kapolri yang mampu Meluluhkan Ekstrimis ?

Mencari Calon Kapolri yang mampu Meluluhkan Ekstrimis ?

Pergantian Kapolri itu hal yang lumrah saja. Tapi akan menjadi perbincangan hangat bila itu dihubungkan dengan apa yang akan dilakukan saat menjabat sebagai Kapolri, membawahi 34 polda, 500 lebih polres, dan hampir 5.000 polsek. apalagi ada kasus yang belum tuntas yang akan diwariskan oleh Kapolri Idham Aziz (masa jabatan berakhir 1 Februari 2021).

Sampai saat ini ada tiga calon yang akan diajukan ke DPR RI, dengan syarat utama, calon Kapolri adalah yang berpangkat Jenderal bintang tiga atau Komjen.

Nama-nama kuat yang muncul adalah Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Adrianto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar.

Gatot Eddy Pramono

Selama masa pandemi Covid-19 Wakapolri Gatot Eddy Pramono seringkali muncul di publik karna ia mendapatkan tugas dari Jokowi sebagai Wakil Ketua Pelaksana II Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN).

Saat ini banyak yang menyebut bahwa Gatot Eddy Pranomo adalah calon kuat Kapolri.

Pria kelahiran Solok, Sumatra Barat, 1965 ini sangat berpengalaman di bidang reserse. Ia sebelumnya pernah menjabat Kapolda Metro Jaya. Itulah sebabnya dianggap sangat faham situasi lapangan saat ini.

Boy Rafli Amar

Karir Boy Rafli Amar melejit setelah menjabat Kapolda Papua. Ia sangat dikenal banyak orang saat menjadi Humas Polri, polisi kelahiran 25 Maret 1965 ini adalah putra dari pasangan Minangkabau. Ayahnya dari Solok dan ibunya dari kota Gadang, agam, Sumatra Barat.

Banyak yang memprediksi bahwa Komjen Boy Raflilah yang paling layak menjadi  Kapolri.

Beliau pernah menangani kasus bom Bali saat bertugas di Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror. Yang dihadapi saat itu adalah Amrozi, Imam Samudra, Muklas.

Agus Adrianto

Pria lulusan Akpol 1989 ini diketahui berpengalaman dalam bidang reserse. Sebelum jadi Kabaharkam, Agus Andrianto pernah menjabat Kapolda Sumut menggantikan Komjen Firli Bahuri, yang menjadi Ketua KPK.

Agus lahir di Blora, Jawa Tengah 16 Februari 1967, aktif mengkampanyekan menggunakan produk dalam negeri di institusi kepolisian.

Ia pernah dianugerahi beberapa tanda penghormatan, diantaranya Bintang Bhayangkara Pratama, SL Pengabdian XXIV, SL Ksatria Bhayangkara, SL Operasi Kepolisian hingga France Medal.

Agus sangat terkenal ketika menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri pada 2016, tatkala menangani kasus penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Sementara itu Komisi III DPR akan melaksanakan rapat internal pada tanggal 13 Januari untuk membahas mekanisme uji kelayakan dan kepatutan. Siapapun calon kapolri, akan melalui fit and proper test di Komisi III DPR RI.

UU Nomor 2 tahun 2020 tentang kepolisian disebutkan dalam pasal 11 ayat satu; Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan DPR RI.

Kapolri yang baru sudah menanti 2 kasus besar, yaitu penyelesaian kasus pembunuhan satu keluarga di Sigi Sulteng yang diduga dilakukan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dan penembakan yang menewaskan 6 laskar FPI di Tol Cikampek.

Dari rekam jejak calon yang rencana akan diajukan presiden, dan masalah yang akan dihadapi. ada garis lurus yang bisa diambil, yaitu mengatasi pandangan dan aksi kelompok ekstrimis. Tentu ini upaya untuk mencegah munculnya bibit teroris baru di Indonesia. (M. Akram Sadli, Ketua Ikatan Sarjan Nahdlatul Ulama Tanbu)

Komentar

Belum Ada Komentar