Masif, Kelompok Mencurigakan Bagi-Bagi Selebaran

  • Home /
  • Artikel /
  • Masif, Kelompok Mencurigakan Bagi-Bagi Selebaran

Masif, Kelompok Mencurigakan Bagi-Bagi Selebaran

BANJARMASIN, Goodnews.co.id - Bahaya, sekelompok pemuda mengatasnamakan Pemuda Amuntai melakukan sosialisasi pilkada di wilayah PSU di Banjarmasin Selatan.

Kelompok pemuda datang jauh-jauh dari Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara melakukan sosialisasi pilkada dengan modus mengajak pemilih cerdas dan tolak politik uang. Jum'at (2/4/2021).

Sosialisasi pilkada dengan cara membagikan selebaran di wilayah Pemilihan Suara Ulang (PSU) Banjarmasin Selatan, padahal wilayah tersebut pernah terjadi keributan antara tim sukses Denny Indrayana dengan warga Masjid Nurul Iman. Pelaku pemukulan dari Tim Sukses Denny Indrayana, sementara Aman yang dipukul hingga berdarah dikabarkan pendukung Sahbirin-Muhidin nomor urut 1.

Wilayah yang sudah dikunjungi kelompok yang mengatasnamakan Pemuda Amuntai adalah Muara Kelayan, Banjar Indah, Pemurus, kunjungan tersebut masuk sampai ke gang-gang yang sulit dilewati mobil.

Emma Rivilla, memimpin kelompok Pemuda Amuntai dari Kabupaten Hulu Sungai Utara beranggotakan 9 orang, membagikan selebaran sampai masuk ke gang-gang kecil yang sulit dilalui roda empat.

"Kami ada 9 orang pemuda dari kota Amuntai dengan naik sepeda motor ke Banjarmasin, khususnya ke Banjarmasin Selatan yang menjadi wilayah PSU, disini kami membagikan selebaran yang mengajak masyarakat menolak tegas politik uang." Ungkap Emma Rivilla. Jum'at (2/4/2021).

Ketua DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kalimantan Selatan Rikval Fachruri ketika dihubungi goodnews.co.id menilai gerakan tersebut mencurigakan karna tempat yang dipilih adalah wilayah PSU dan pernah terjadi pemukulan antar pendukung calon gubernur Kalimantan Selatan.

"Wah, ini gerakan mencurigakan, ada kelompok yang masuk ke wilayah PSU membagikan selebaran-selebaran." Katanya. Sabtu, (3/4/2021).

img-1617427738.jpg

"Seharusnya Bawaslu punya perhatian terhadap wilayah-wilayah PSU, sebelumnya Tim H2D mengunjungi kubah guru-guru, mendatangi masjid-masjid, berfoto dengan angka 2 yang menunjukkan nomor urut calon Gubernur Denny Indrayana, ini kampanye terselubung. Bawaslu perlu memanggil kelompok yang mengatasnamakan Pemuda dari HSU, karna ini sangat mencurigakan." Ujarnya Tegas.

Peristiwa pemukulan terjadi pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2021, Tim Sukses H2D melakukan kunjungan di Masjid Nurul Iman tanpa ada undangan, Jurkani Tim H2D Dedy Indrayana-Difri Darjat menyepak pantat Aman dan menarik Aman keluar dari Masjid. Di halaman Masjid Nurul Iman, Jurkani memukul wajah Aman. akibatnya wajah Aman bengkak dan mengeluarkan darah.

Aksi pemukulan yang lakukan Jurkani, Tim Sukses Denny-Defri, akhirnya dilaporkan oleh Aman ke Polresta Banjarmasin dan meminta agar pelaku pemukulan segera diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. (MAS)

Komentar
  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar