TANAH BUMBU, Goodnews.co.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Lingkungan Hidup (KKNT-LH) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kelompok 16 menggelar Peduli Sampah dan Pengenalan Kembali Program Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah sekaligus mengoptimalkan kembali fungsi TPS sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah desa.
Program ini dibimbing Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Haura Ainun Sulaeman yang dilaksanakan di Dusun 2 pada 21 Juli 2026, Dusun 3 pada 28 Juli 2026, dan Dusun 1 pada 30 Agustus 2026.
Penanggung jawab program, Rendi Prakoso, mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan ULM, mengatakan pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari rumah melalui kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik.
“Kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa pengelolaan sampah bukan hanya soal membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga bagaimana memilahnya sejak dari rumah agar lebih mudah dikelola dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” katanya.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik serta pentingnya memanfaatkan TPS sebagai fasilitas penunjang pengelolaan sampah di tingkat desa. Warga juga diajak berdiskusi mengenai berbagai permasalahan sampah yang masih ditemui di lingkungan masing-masing.
Menurut Rendi, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Oleh karena itu, edukasi mengenai pengelolaan sampah perlu terus dilakukan agar tumbuh kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Pelaksanaan kegiatan turut didukung Desi Claudia Feronika dan Novia, yang bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga.
Melalui program ini, mahasiswa KKNT-LH ULM berharap masyarakat Desa Sumber Makmur semakin terbiasa memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah serta memanfaatkan TPS secara optimal. Langkah sederhana tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (dir)








