Hindari Barang Bukti Hilang, AF Tersangka Korupsi Pengadaan Kursi Ditahan

  • Home /
  • Artikel /
  • Hindari Barang Bukti Hilang, AF Tersangka Korupsi Pengadaan Kursi Ditahan

Hindari Barang Bukti Hilang, AF Tersangka Korupsi Pengadaan Kursi Ditahan

BATULICIN, Goodnews.co.id – AF pegawai PTT Satpol PP dan Damkar ditetapkan sebagai tersangka korupsi pengadaan kursi tahun anggaran 2019. penetapan tersebut setelah Kejaksaan Negeri Tanah  Bumbu  melakukan penggeledahan di lima tempat secara maraton, Kantor BPKAD, DPMD, Toko Alya Gallery, rumah mantan Sekda Tanah Bumbu inisial RS, rumah AF di Kecamatan Kusan Hilir. Mulai pagi pukul 08:00 sampai 17:00 sore. (8/3/2021).

Sekitar pukul 22.00 Wita Kejaksaan Negeri Tanah Bumbu melakukan konferensi pers, Kepala Seksi Intelejen Andi Akbar Subari SH, MH menyampaikan AF ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi pengadaan kursi rapat dan kursi tunggu tahun anggaran 2019 Kabupaten Tanah Bumbu.

Berdasarkan surat perintah penyidikan, surat penetapan tersangka dan surat penahanan maka AF pekerjaan sebagai PTT di Dinas Satpol PP dan Damkar Tanah Bumbu ditahan.

Awal mula terjadinya tindak pidana korupsi adalah masuknya anggaran kursi rapat dan kursi tunggu pada APBD Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2019. Anggaran ini masuk pada setiap kecamatan, kelurahan, puskesmas, dan setiap desa yang dananya khusus berasal dari alokasi desa.

Di Kecamatan, Kursi rapat dianggarkan Rp 650.000 per satuan unit, totalnya 975 juta rupiah sedangkan kursi tunggu dianggarkan Rp 6.500.000 per satuan unit, totalnya 390 juta rupiah.

Di Kelurahan, kursi rapat dianggarkan 150 unit perkelurahan. Total anggaran sebanyak 325 juta rupiah (5 kelurahan). Di Desa, kursi rapat dianggarkan kurang lebih total 2000 unit, kursi tunggu kurang lebih 200 unit.

Menurut Kasi intelejen Andi Akbar, pengadaan kursi rapat dan kursi tunggu tidak pernah diusulkan oleh Kecamatan, kelurahan, puskesmas atau desa di dalam RKA SKPD. Akan tetapi tiba-tiba muncul dalam DPA SKPD dan usulan perubahan DPA Desa sehingga ada Desa yang tidak mau menerima pengadaan kursi rapat dan kursi tunggu tersebut.

Belanja kursi rapat dan kursi tunggu untuk kecamatan dan kelurahan diadakan di bulan Mei-September 2019 dan belanja kursi rapat dan kursi tunggu untuk Puskesmas di bulan November, sedangkan untuk desa belanja di bulan April-September 2019.

AF alias AG belanja kursi rapat seharga Rp 490.000 per unit dan kursi tunggu seharga Rp 4.650.000 per unit di toko Alya Gallery Jalan Raya Kampung Baru Kecamatan Simpang Empat. Tersangka membawa dana cash diberikan kepada penyedia, kemudian kursi didistribusikan ke kecamatan, kelurahan, puskesmas, dan desa-desa. Dokumen kontrak dibuat oleh tersangka, penyedia dan pejabat yang bersangkutan tinggal tanda tangan saja.

Dari keuntungan yang dia dapatkan, dia bagikan kepada penyedia dan ongkos operasional, AF diperkirakan memperoleh keuntungan kurang lebih Rp 501.350.000 dan pihak lain mendapatkan Rp 80.000.000.

img-1615247185.jpg

Berkaitan dengan hal tersebut AF disangkakan primer pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Junto undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, subsider pasal 3 juncto pasal 18 undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Tim Penyidik bidang tindak pidana khusus melakukan penahanan terhadap AF dengan alasan tersangka ditahan berdasarkan pasal yang disangkakan dan tersangka dikhawatirkan akan melarikan diri atau merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengurangi tindak pidana.

Tersangka AF akan ditahan selama 20 hari kedepan.  Andi Akbar juga mengungkapkan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus pengadaan kursi rapat dan kursi tunggu pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu tahun anggaran 2019. (MAS)

Komentar
  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar