Geledah Rumah Mantan Sekda Tanbu dan 4 TKP

  • Home /
  • Artikel /
  • Geledah Rumah Mantan Sekda Tanbu dan 4 TKP

Geledah Rumah Mantan Sekda Tanbu dan 4 TKP

BATULICIN, Goodnews.co.id - Kejari Tanah Bumbu maraton melakukan penggeledahan mulai dari kantor BPKAD, DPMD, rumah tersangka di Kecamatan Kusan Hilir, Toko AG, dan rumah mantan Sekda Tanah Bumbu.

Kejaksaan Negeri Kabupaten Tanah Bumbu sedang disorot untuk menyelesaikan kasus HUT ke 16 Tanah Bumbu 2019 dan kasus pengadaan kursi kantor.

Hari ini Kejari dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri Muhamad Hamdan S. SH. menunjukkan kemampuannya untuk menyelesaikan kasus-kasus yang disorot masyarakat dengan menggeledah tempat-tempat kejadian perkara.

Kantor pertama digeledah adalah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanah Bumbu.

Kejari dikawal pasukan Brimob bersenjata laras panjang masuk kantor BPKAD menggeledah barang-barang yang dapat dijadikan barang bukti. Penjabat Sekretaris Daerah Dr. H. Ambo Sakka sempat hadir menyaksikan penggeledahan.

img-1615208586.jpg

Plt BPKAD Syamsuddin, S.Sos, MM ketika dihubungi goodnews.co.id menyatakan terkejut mendapat informasi dari media online bahwa kantor BPKAD digeledah Kejari.

"Saya tidak tahu kantor BPKAD digeledah Kejari hari ini, saya taunya ada penggeledahan dari media online." Katanya

Saat ditanya barang apa saja yang disita dia juga belum bisa menjelaskan.

"Kamipun tidak tahu apa-apa saja yang disita oleh Kejari."ucapnya.

"Jika Kejari menggeledah, kami hanya mempersilahkah tim Kejari melaksanakan tugasnya. Kami hanya berharap bahwa masalah yang diisukan di Kejari bisa segera selesai dan kami bisa kembali bekerja, tanpa ada rasa was-was" katanya.

Saat dihubungi goodnews.co.id Plt. BPKAD H. Syamsuddin sedang melaksanakan tugas luar kantor.

Kantor kedua yang digeledah Kejari adalah Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Saat Kejari menggeledah, Kepala Dinas Nahrul Fajeri sedang mengikuti rapat musrembang  RKPD di Kecamatan Simpang Empat dan Sekretaris DPMD menghadiri rapat RKPD di Kecamatan Batulicin. Walaupun demikian Nahrul Sempat bertemu dari Kejari.

Namun saat dikonfirmasi, Nahrul menjelaskan bahwa Kejari menyita dokumen APBDes tahun 2019 dan rekom RKPDes dan rekom penyaluran 144 desa.

Nahrul menyampaikan bahwa dia tidak akan menghalang-halangi aparat Kejari untuk mendapatkan barang bukti.

"Kami membantu Kejari untuk mencari dokumen yang dibutuhkan, kami selalu proaktif, apa yang selalu diminta kami siapkan" ucap Nahrul.

Sasaran ketiga Kejari adalah toko AG, toko ini beralamat Jalan Raya Kampung Baru RT 06 RW 08 Desa Sejahtera. informasi yang terhimpun, toko ini dulu menjual meja kursi dan sebagainya. Jalan Raya sempat macet, warga melihat pasukan Brimob membawa senjata laras panjang mendampingi Kejari Tanah Bumbu melakukan penggeledahan.

Keempat, Kejari menggeledah rumah mantan Sekretaris Daerah Tanah Bumbu berinisial RS. Saat dikonfirmasi goodnews.co.id melalui pesan whatsap, RS belum memberikan jawaban tentang peristiwa penggeledahan.

Satu Tim Kejari juga menggeledah rumah tersangka di Kecamatan Kusan Hilir. Total lima tempat kejadian perkara (TKP) digeledah Kejari.

Dari maraton penggeledahan ini, mengarah pada kasus pengadaan kursi di SKPD sampai ke desa-desa sejumlah 144 desa.

Sebelumnya Ketua DPRD Tanah Bumbu H. Supiansyah pernah menyatakan mempersilakan Kejari Tanah Bumbu melakukan pemeriksaan.

Kalau memang ada menyalahi aturan. Itu hak penegak hukum untuk memproses, siapapun yang salah harus diproses kata Ketua DPRD dari Partai PDIP. (MAS)

Komentar
  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar