FT ULM Bantu Desa Bikin Master Plan

FT ULM Bantu Desa Bikin Master Plan

BATULICIN , Goodnews.co.id - Desa Madu Retno dan Desa Batulicin Irigasi mendapat bantuan dari Fakultas Tehnik Universitas Lambung Mangkurat membuat master plan desa.

Kedatangan rombongan Fakultas Tehnik Universitas Lambung Mangkurat ke dua desa tersebut untuk membantu Kepala Desa memetakan potensi-potensi desa dan sektor apa saja yang bisa diunggulkan di Desa Batulicin Irigasi dan Desa Madu Retno Kecamatan Karang Bintang Kabupaten Tanah Bumbu.

Menurut Dosen FT ULM Akbar Rahman, kedatangan Tim ke dua desa tersebut atas permintaan Kepala Desa Batulicin dan Kepala Desa Madu Retno.

Kedatangan Tim FT ULM membantu desa dalam menemukan karakteristik desa dan menentukan identitas desa sesuai dengan keunggulan kawasan masing-masing. Tim FT ULM akan menyusun rencana desa secara terstuktur sehingga desa punya arah pembangunan untuk membangun sejahtera melalui peningkatan sumberdaya dan potensi kawasan, apakah itu agrowisata, pertanian, kebudayaan, dan sebagainya.

Akbar menjelaskan bahwa di Desa Batulicin Irigasi warga memanfaatkan halaman rumah sebagai produk pertanian sayur-sayuran, hampir 50 persen warga telah memanfaatkan lahan pekarangan rumah dalam bentuk tanaman kebutuhan dapur. Selanjutnya adalah mempertemukan antara penjual dan pembeli produk tanaman warga agar laku di pasaran. Inilah bagian dari tugas Tim dalam merencanakan master plan desa.

Beda lagi dengan potensi yang dimiliki oleh Desa Madu Retno, desa ini memiliki keunikan pemukiman Bali, desa ini punya potensi wisata yang luar biasa apalagi didukung oleh even-even yang diwarnai Adat Bali.

"Tim FT ULM akan berada di desa ini kurang lebih 1 minggu untuk mendapatkan informasi lebih banyak kemudian dirumuskan dalam master plan pembangunan desa". Kata Dosen Universitas Lambung Mangkurat Akbar Rahman jebolan Doktor Saga University di Jepang. Sabtu, (27 Maret 2021).

Desa Batulicin Irigasi terbentuk dari pemekaran Desa Mekar Sari tahun 1990, namun baru tahun 1998 Desa Batulicin Irigasi secara definitif memiliki pemerintahan sendiri dan tidak lagi ikut dengan Desa Mekar Sari.

Nama desa ini diambil dari nama kecamatan, yaitu Kecamatan Batulicin, pada saat itu wilayah Tanah Bumbu masih disebut Kecamatan Batulicin, dan nama Irigasi diambil dari nama program proyek irigasi dimana warga transmigrasi banyak berharap dari irigasi tersebut. Jadilah nama Desa Batulicin Irigasi.

Warga lokal tahun 1990 hanya sekitar 150 kepala keluarga selebihnya warga berasal dari Magelang dan Banjarnegara Jawa Tengah.

Warga transmigrasi lokal sudah tidak terlihat lagi di desa tersebut, mungkin karna faktor alam yang berat sehingga banyak tanah warga dijual dan meninggalkan Desa Batulicin Irigasi. Saat ini yang mendiami Desa Batulicin Irigasi banyak warga berasal dari pulau Jawa yang beragama Islam.

Warga Desa Batulicin Irigasi hidup dengan bertani sayuran walaupun pada saat itu pemerintah menempatkan warga transmigrasi di sana untuk tujuan mencetak sawah namun program cetak sawah tidak dapat dilakukan karna kondisi tanah yang kering dan bangunan irigasi ternyata lebih rendah dari sawah milik warga.

Akhirnya pertanian warga terbagi-bagi, ada yang bertahan dengan tanaman padi, ada juga yang beralih ke sayur-sayuran, palawija, dan sebagainya. Oleh karena itu penting untuk membuat master plan yang memfokuskan desa pada kekuatan unggulan untuk mensejahterakan warga desa. (MAS)

Komentar
  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar